Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
Bab 31


__ADS_3

Di kamar hotel ber nomor 204 saat ini terdengar suara yang sangat berisik, suara barang barang yang dibanting dan di hancurkan dan di susul dengan suara seorang laki laki yang sedang berteriak seperti orang yang benar benar frustasi berat,


"brengsek kau albert, berani sekali kau menyentuh milik ku, kau berani mengusik ku, walau sudah ku peringatan kan sebelum nya, jangan harap kau selamat albert, aku bersumpah akan membunuh mu" teriak arkan dengan sangat marah, bahkan teman teman nya pun sudah tidak berani untuk mendekati nya lagi,


dan dia kembali membanting barang barang yang ada dikamar itu, untuk meluap kan emosi nya sesaat yang sudah membuncah sampai ke ubun ubun,


"arkan cukup, kau jangan bertingkah seperti anak anak, sudah cukup kau meluap kan kemarahan mu pada barang barang itu, sekarang saat nya untuk kau berfikir dengan jernih, karena kita harus secepat nya menemukan Nessa" ucap Rendy dengan berteriak agar arkan bisa mendengar nya


setelah Rendy menyebut nama Nessa, dia pun langsung berdiri dengan tegap untuk menetral kan emosi nya, agar otak nya bisa berfikir dengan jernih kembali,


"iya kau benar Rendy, aku harus menemukan Nessa secepatnya, aku tidak sudi jika dia menyentuh milik ku sedikit pun, aku sudah berjanji akan menjaga Nessa apa pun yang terjadi" ucap nya kepada ke dua teman nya Rendy dan reza.


*******


sedang kan dimas, saat ini sedang menemani monic di luar teras hotel, dia sangat sedih dan merasa sangat bersalah, karena tidak bisa menjaga sahabat nya,


beberapa jam yang lalu, mereka baru menyadari jika Nessa tidak ada di ballrom hotel tempat di adakan nya acara, karena arkan terlalu sibuk untuk mengatasi masalah yang telah terjadi, sampai akhir nya dia terpaksa mengundang grup anak semester tiga, untuk menggantikan murid baru yang tidak hadir, setelah semua nya terselesaikan, dan acara pun selesai di lakukan, baru lah dia menuju ke arah monic yang sedang mondar mandir sendirian, tampa Nessa disamping nya,,


"monic, kamu kenapa, dimana Nessa, kakak perhatikan dari tadi seperti nya aku belum ada melihat nya?, apa dia masih dikamar, apa dia tidak enak badan" tanya arkan dengan wajah khawatir


dan monic pun langsung menatap wajah arkan dengan perasaan takut


"kak sebenernya, monic dari tadi udah panik cari Nessa ke toilet dan muter muter ke ballroom hotel ini, tapi monic gak temuin Nessa kak" ucap monic sambil menangis


"apa maksud kamu"


dan monic pun menceritakan awal mula kejadian yang terjadi, sampai akhir nya mereka terpisah,

__ADS_1


"brengsek, aku akan menelfon nya"


"no yang Anda tuju sedang tidak aktif" ucap operator handphone


dan akhirnya dia pun menelfon teman teman nya untuk berkumpul dikamar 204 untuk mencari Nessa kembali, dan mengecek CCTV yang ada diluar pintu kamar hotel, tapi hasil nya nihil, karena mereka memakai masker, dan untuk CCTV bagian arah toilet,ternyata sudah di rusak, seperti nya rencana mereka sangat lah bersih tampa jejak


******


"udah dong jangan nangis terus, kamu gak salah kok, kan kalian gak tau kalau dua wanita itu ternyata orang jahat" ucap dimas menenangkan monic


"iya, kalau tau gak mungkin aku bolehin Nessa temeni dia ketoilet" ucap monic sedih


"y udah sekarang kita pulang y, aku antar ke kostan Nessa, sambil tunggu dia mana tau dia pulang ke kost an nya"


"iya, tapi kalian beneran cari Nessa ya"


dan akhir nya mereka menuju pulang ke kostan Nessa, setelah mengantarkan monic dan memastikan monic masuk ke dalam kamar, dimas pun langsung melajukan mobil nya menuju hotel nya kembali,


dan saat ini dimas telah tiba di dalam kamar hotel ber nomor 204 dan dia sangat terkejut dengan apa yang dia lihat, kamar hotel milik nya sudah hancur seperti terkena guncangan gempa


"oh my god, apa apain ini bro, parah lo, penyakit kok gak sembuh sembuh, rugi banget ne aku" ucap nya menatap tajam arkan


"apa lo gak Terima,ya udah sekalian aja aku bakar hotel kau ini" ucap arkan kesal


"jangan donk, yang lagi sensi, gimana kita telfon orang kepercayaan kita untuk cari Nessa"


"iya lah begok, gitu aja di tanyak, pokok nya secepat nya kita harus temuin Nessa, kalian tau kan siapa albert" ucap reza menimpali

__ADS_1


"ya udah aku balik dulu, aku akan minta bantuan papa ku juga, kalian kalau ada kabar apa apa, langsung hubungi aku" ucap arkan lesu


dan dia pun keluar dari hotel itu dengan langkah lunglai, bagai tak bertulang, itu lah yang dia rasakan saat ini, hati nya benar benar sakit, tidak tau apa yang terjadi saat ini dengan kekasih hati nya,


"aku bersumpah akan membunuh mu albert, jika kau berani menyentuh nya, sabar Nessa aku akan segera menyelamat kan mu"


dia pun melajukan mobil nya meninggal kan pelataran hotel, dan tak lama kemudian dia sampai depan rumah nya, tepat jam 12 malam, setelah dia sampai diteras dan akan mengetuk pintu, ternyata pintu itu telah terbuka dahulu, ya mama arkan sedari tadi telah menunggu kepulangan anak nya yang belum juga pulang,


"sayang kok telat pulang nya, bukan nya jam sepuluh udah selesai acara nya, ini udah jam dua belas malem lo, mama khawatir sama kamu" ucap mama iren


"mah hiks..... hiks....... "


arkan langsung memeluk tubuh mama nya, dia benar benar menampakkan kelemahan nya sekarang, dia menangis dengan sangat menyayat hati, dan ini dia lakukan jika dia merasa kehilangan orang yang sangat dia sayangi


"ada apa nak, kenapa kamu seperti ini, jangan buat mama takut nak, ayo tenang kan diri kamu, cerita sama mama pelan pelan" ucap mama sambil membalas pelukan arkan dan mencoba menenangkan nya


setelah itu mama iren langsung menuntun anak nya untuk masuk kedalam rumah, dia mengantar arkan sampai di kamar nya, dan mulai menduduk kan anak nya di sisi ranjang,


" jangan nangis donk, masak udah punya pacar nangis, ayo cerita sama mama"


"ma, apa papa udah tidur, ada yang mau arkan omongin sama papa" ucap nya serius


"ya udah mama panggil dulu y"


setelah itu mama iren langsung keluar kamar untuk memanggil suami nya, papa marko sempat terkejut atas apa yang mama iren cerita kan, karena sudah sangat lama anak nya itu tidak pernah menangis lagi, sejak kejadian yang menyakit kan itu dapat arkan lupa kan,


tampa menunggu lama dia pun langsung menuju ke kamar arkan dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


__ADS_2