
happy Reading 🥰🥰🥰
************
setelah kejadian yang menegang kan tadi, yang sempat terjadi di ruangan kerja kak arkan, akhirnya kami memutus kan untuk keluar dari ruangan itu,
saat ini kami sedang berjalan ber iringan sambil saling tersenyum malu malu, ntah lah aku rasa aku sudah gila sekarang, begitupun dengan kak arkan, dia seperti bukan orang yang ku kenal saat pertama kali kami bertemu, karena saat ini, dia bersikap lebih manis kepada ku, membuat aku seperti memiliki penyakit jantung tiba tiba,karena selalu berdebar kencang bila didekat nya,
dan kami pun telah tiba didepan meja yang di duduki oleh monic dan teman teman kak arkan, saat ini aku sedang memandang ke arah monic, yang sedang tertawa bahagia dengan kak Rendy dan kak dimas, aku sampai heran melihat nya, karena bagi kami ini adalah kali pertama aku dan monic mempunyai teman pria,
dulu waktu di sekolah SMA, kami tidak pernah berteman dengan laki laki, itu di sebab kan karena ayah melarang ku dengan keras, sehingga monic pun jadi ikut seperti ku, katanya demi sahabat nya, dia rela tidak dekat dengan sosok laki laki sampai lulus SMA nanti,
" kenapa, kok bengong" ucap kak arkan sambil menyentuh pundak ku
"eh, iya aku seneng aja liat monic tertawa bahagia kak, karena ini pertama kali nya monic deket dengan temen cowok kak" jawab ku bimbang,
"oh ya, berarti sama juga donk sama kamu"
"iya kak" jawab ku singkat, karena aku masih menatap ke arah monic, sedang kan kak arkan masih betah menatap ku sambil tersenyum
"kak Rendy, besok beneran ya monic jadi asisten kakak" ucap monic,
dan aku masih setia berdiri mendengarkan mereka berbicara, tampa mereka sadari
"iya bawel, emang tugas asisten apa aja" tanya Rendy
"gak tau" jawab monic polos
"kenapa gak jadi asisten kak dimas aja, Rendy itu ngebosenin orang nya, kalau kak dimas kan banyak ngomong, pasti dedek monic happy di deket kak dimas" ucap dimas menggoda
__ADS_1
"udah donk, dari tadi bahas asisten gak kelar kelar, sampai gak sadar udah ada Nessa dan arkan disini" ucap reza tiba tiba
dan mereka pun mengangkat kepala nya untuk melihat ke arah kami
"Nessa, kamu udah dari tadi berdiri di sini, kok aku gak tau ya kamu udah disini" ucap monic bingung sambil berdiri menghampiri ku
"gimana mau tau, orang kamu nya lagi happy banget karena dikelilingi cowok cowok tampan" jawab ku mengejek sambil menyilang kan ke dua tangan ku
"ih temen aku bisa aja sich, oya kamu tau gak aku tu sampai bingung mau jadi asisten kak Rendy atau kak dimas"
"pliss dech mon jangan ganjen"
"gimana kalau dedek monic jadi asisten kita berdua, biar adil" ucap kak dimas menimpali
" tau ah, kalian semua pada gak jelas, yuk kak arkan anter Nessa sama monic pulang"
dan tampa ku sadari aku telah menggandeng tangan kak arkan, memegang nya dengan erat, dan satu tangan lagi, aku memegang tangan monic,
"dedek monic, ntar kak dimas telpon" ucap dimas dari kejauhan
dan aku tidak memperdulikan nya, aku tetap berjalan keluar cafe sambil memegang tangan kak arkan dan monic
sesampainya dimobil, aku hanya diam tidak berbicara apa apa, bukan nya marah, tapi aku tidak suka melihat gaya monic yang terlalu kecentilan menurut ku, aku takut itu akan menurunkan harga diri nya sebagai perempuan baik baik, karena aku hanya ingin menjaga nama baik teman ku di mata semua pria yang memandang nya,
"ini kost an monic yang mana" tanya kak arkan kepadaku
"oh iya, maaf kak Nessa lupa kasi tau kakak, terus aja kak, disamping musholla depan sana, itu kost an monic" jawab ku
tak lama kemudian kak arkan pun menghentikan mobil nya
__ADS_1
"ness aku turun dulu,nanti aku telfon ya" ucap monic sedih
"hemm... " jawab ku singkat, dan masih menatap kedepan
"makasih kak arkan udah anterin monic"
"iya" dan setelah monic turun, kak arkan pun kembali melajukan mobil nya
"kenapa, kok diem aza, kamu marah sama monic" tanya kak arkan penasaran
"gak tau, tapi aku gak sukak liat gaya dia yang terlalu berlebihan, aku takut, temen temen kakak anggep monic wanita gampangan" jawab ku dengan mata berkaca kaca
dan kak arkan pun menghentikan mobil nya di tepi jalan, lalu dia mengubah duduk nya menyamping agar bisa menatap ku dengan leluasa
" kenapa takut, kamu merasa temen temen kakak bukan orang baik ya"
"aku gak tau, kan belum kenal sama mereka"
dan dia pun mengusap kepala ku dengan lembut
"kamu tenang aza, walau pun dimas dan Rendy udah pernah pacaran, tapi kaka jamin mereka masih ori, sama kayak kakak" jawab kak arkan menggodaku
"ih kak arkan pamer dech" ucap ku tersenyum
"ha.... ha... ha... gx apa donk, pamer sama calon, tapi kamu tenang aza, kalau mereka berani macem macem sama temen kamu, kakak yang bakal kasi pelajaran sama mereka, senyum lagi donk, kakak gak sukak liat kamu murung"
dan aku pun langsung tersenyum manis, setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan kami
next->
__ADS_1