Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 10


__ADS_3

Di lain sisi. tampak raut wajah beberapa pria, terlihat kebingungan di salah satu ruangan yang berada di kantor polisi setempat.


Beberapa pria kini mencoba membangunkan gadis yang masih terlelap dengan kepala berada di atas pangkuan, sosok pria yang kini terlihat begitu kesal sambil melipat kedua tangan kekarnya di depan dada.


Tampak dua pria dengan seragam khas kepolisian itu, menatap sang gadis yang begitu nyenyak.


Ada juga beberapa warga yang menjadi saksi atas kejadian mobil bergoyang di tengah kemacetan lalu lintas.


"Bagaimana ini pak, hari semakin larut malam dan gadis ini masih ketiduran!" Seru salah satu dari pihak kepolisian kepada atasannya.


Pria yang ditanyain, kini menatap pria bule di depan yang masih diam dengan wajah datar.


"Datar amat nih muka bule, untung tampan, coba modelan kayak aku mukanya kayak gitu, alamak di katain batu gunung," seloroh pria yang mengenakan pakaian kepolisian.


Melihat wajah Alexander yang tampak ekspresi sedikitpun kepada mereka yang ada di dalam ruangan.


"Bangunin aja lah, pak!" Seru seorang warga yang ikut sebagai saksi.


"Iya, daripada kita lumutan disini nungguin nih, anak," timpal warga lain.


"Lagian si bule ditanyain, mukanya malah bengong," sela warga lain.


Membuat kedua polisi kini mengikuti arah pembicaraan dengan kepala kesana-kemari.

__ADS_1


"Namanya juga bule, kagak paham lah, dengan bahasa kita. Apa pak polisi kagak tau bahasa linggis?" Tanya seorang warga yang terlihat lebih tua di antara para warga lain yang ada di sana.


"Inggris, pak!" Timpal pria di sebelahnya yang membenarkan ucapan pria tadi.


"Nah, itu!" Seru bapak yang tadi dengan suara lantang.


Kedua polisi itu pun bingung harus melakukan apa, bertanya kepada si bule percuma? Karena sejak tadi pria asing itu hanya diam saja mendapat pertanyaan dari keduanya.


"Tanya gih, si bule pak!" Pinta warga yang sejak tadi hanya diam.


"Gimana mau di tanya pak, wong orangnya cuma clingak-clinguk kayak orang drop," ujar pak polisi yang duduk dan nama tag-nya Bambang haryono.


Semuanya pun kembali melihat ke arah Alexander dan benar saja, pria bule itu terlihat kebingungan dan kepalanya terlihat kesana-kemari.


Alexander sendiri bukannya tidak paham dengan pembahasan para pria yang ada di ruangan itu, akan tetapi pria berperawakan tinggi menjulang tersebut, sedang menunggu seseorang yang ia kenal.


Apalagi, sosok gadis yang sedang tidur di pangkuannya ini. Ingin rasanya pria bule itu membanting si gadis tersebut.


—-


"Mr!" Seru seorang bapak-bapak kepadanya.


"Nama Mr, saha?" Tanya bapak tersebut dengan nada pelan agar pria asing itu paham dengan ucapannya.

__ADS_1


Alexander hanya dia, memandangi pria yang usianya sekitar 56 tahun ke atas, dengan penampilan khas pekerja bangunan.


"Nah kan, dia-nya cuma bengong," sela bapak polisi yang posisinya sedang berdiri.


Saat melihat Alexander hanya diam sambil menatap bapak-bapak yang bertanya.


"Bapak juga sih, ngapa pake bahasa sini? Segala saha lagi. Kan dia nya mengartikan beda? Saya pun mendengarnya lain? Mr, Saha?" Celetuk rekan bapak-bapak tersebut.


wajah pria itu terlihat sinis melirik pria di depannya.


"Emang, Mr saha siapa sih?" Timpal yang lain. merasa aneh dengan pembahasan sekarang.


Bapak polisi kembali clingak-clinguk memandangi pria-pria di depan mereka yang sedang berdebat.


"Saha?" Sahut bapak yang pertama bertanya kepada Alexander, ia pun ikut bingung dengan pertanyaan pria yang lebih muda darinya.


"Mr Saha," ujar rekannya kembali yang begitu penasaran.


"Iya, saha?" Tanya bapak lagi, yang belum mendapatkan titik arah pembicaraan.


"Yang itu, yang bapak sebut, Mr saha, siapa?" Ujar rekannya yang mulai kesal.


"Yah, Mr, saha?" Jawab bapak tersebut sambil menunjuk ke arah Alexander.

__ADS_1


Kedua polisi itu pun hanya bisa menepuk jidat mereka. Hanya karena perkara saha, saja kedua pria itu berdebat tak berujung.


Begini lah, mungkin kalau si oon ketemu si lambat pikir.


__ADS_2