Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 41


__ADS_3

"Sakit, lepasin bapak Mr!" Pinta Amy yang mengeluh kesakitan saat salah satu pergelangan tangannya di genggam kuat juga di tarik menuju parkiran.


"Astaga!" Pekik Amy saat suaminya itu membuka pintu dan mendorongnya masuk ke dalam mobil.


"Brak! Astaghfirullah!" Sentak Amy menyebut, karena terkejut ketika sang suami menutupi pintu mobil begitu kuat.


"Innalillahi," pekik Amy sekali lagi, gadis itu begitu kaget saat Alex tiba-tiba masuk ke dalam mobil dan lagi-lagi menutup pintu dengan kuat.


"Allahu Akbar, lama-lama Amy mati karena jantungan kalau begini," gumam gadis itu mengusap dada dimana jantungnya yang berdebar-debar karena begitu terkejut.


Alex kini duduk dibalik kemudi, mencoba menetralisir emosinya yang sempat menggebu di dalam lift. Ia juga melirik wajah tampannya yang sedikit merah akibat menahan amarah. Ia menatap istrinya yang juga menatap bingung.


"Apa aku setua itu?" Gumamnya pelan sambil menatap Amy.


Amy pun mengkerutkan wajah melihat suaminya yang terus menatapnya, "ada apa?" Tanya Amy bingung.


"Pakai sabuk pengamanmu!" Pinta Alex yang segera membuang pandangan sambil terus menarik nafas.


"Katakan alamat cafe tempat kalian bertemu, aku akan mengantarmu," sela Alex sambil menghidupkan mesin mobil.


Amy tidak mampu berkata-kata lagi, tumben suaminya ini berbaik hati untuk mengantar. Biasanya, suaminya ini akan masa bodoh.


Amy pun mengangkat kedua bahunya tidak acuh dengan berubah sang suami. Gadis itu pun mencoba untuk memakai sabuk pengaman di tubuhnya, namun begitu sulit ia lakukan


Alex yang melihat kesulitan istrinya memasang sabuk pengaman, segera memposisikan diri untuk membantu. Pria itu mendekatkan wajah ke arah depan istrinya hingga Alex bisa melihat wajah salah tingkah sang istri yang semakin membuat wanita imut ini menggemaskan.


Amy sendiri mencoba untuk mengatur nafas yang tiba-tiba sesak, saat posisi seperti ini. Di mana wajah suaminya begitu dekat di wajahnya, bahkan Amy bisa merasakan deru nafas dan bau parfum sang suami yang melekat di leher jenjang suami bule-nya.


Alex tersenyum samar saat melihat wajah salah tingkah sang istri juga detak jantung Amy yang berdetak kencang, hingga istrinya ini mencoba menahan nafas.


"Bernafaslah, aku tidak mau melihat kematian konyol hanya karena gugup berdekatan dengan pria tampan sepertiku." Ujar Alex yang sengaja menahan posisinya sekarang ini.


Amy hanya bisa membuang pandangan, saat wajah suaminya ini begitu sangat dekat dengan wajahnya.


"Cup." Tiba-tiba ia merasakan kecupan di pipinya, refleks gadis itu berbalik dengan wajah melongo.

__ADS_1


"Cup." Kesempatan Alex mengecup bibir ranum merekah sang istri dan menyesap bibir itu sebentar.


Amy hanya bisa terdiam dengan kedua mata tertutup kuat, hingga terlihat kerutan di kelopak matanya. Sungguh jantungnya sedang tidak baik-baik saja mendapat perlakuan manis dari suami besarnya ini.


"Duduklah dengan tenang, bunny," bisik Alex sambil membersihkan sudut bibir mungil istrinya dari sisa saliva.


Alex tersenyum lembut dan sekali lagi ia mengecup bibir istri kecilnya itu sebelum kembali ke posisinya di balik kemudi.


Amy hanya bisa menggenggam kuat sabuk pengaman dengan wajah menunduk, merasakan detak jantungnya begitu cepat. Wajahnya kini berubah gugup bercampur merona.


"Astaga, dia suami besarku yang pemarah berubah lembut," ucap gadis itu pelan, mengamati Alex diam-diam yang sedang tampak serius menjalankan mobil keluar dari parkiran.


Alex menolehkan secara kebetulan dan mendapati Amy yang terus menatapnya. Alex tersenyum, meraih salah satu telapak tangan mungil Amy dan menggenggamnya sambil menyetir mobil.


Sungguh jantung gadis itu semakin berdetak kencang, ia bahkan lupa bagaimana cara untuk bisa bernafas teratur.


Alex sendiri terus menggenggam tangan Amy yang tampak sangat mungil di telapak tangannya. Pria dewasa itu terkadang mengusap lembut punggung tangan Amy, membawanya ke arah setir atau saat melakukan pemindahan gigi, pria itu tidak melepaskan sedikitpun telapak tangan istrinya yang begitu lembut. Alex bahkan tanpa sadar mengecupi punggung tangan istrinya itu.


Amy pun sudah mulai terbiasa dan pasrah saat salah satu telapak tangannya di kuasai oleh suami besarnya ini.


Alex mencoba memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk cafe. Pria itu menoleh ke samping saat Amy mencoba membuka sabuk pengamannya.


"Sini, biar aku saja!" Sela Alex melihat istrinya yang kesusahan membuka sabuk pengaman.


Amy yang menunduk mencoba membuka sabuk tersebut mengangkat kepalanya dan berniat untuk protes namun terlambat kini posisi Alex kembali intim kearahnya.


Alex sengaja berlama-lama di depan wajah Amy, apalagi gadis itu memalingkan muka dan Alex mudah sekali menghirup wangi lembu Amy melalui ceruk leher istrinya.


Alex ingin mengecup leher istrinya itu, namun suara klakson membuat pria itu terkejut. Menegakkan punggung melihat ke belakang melalui kaca spion di atas kepalanya. Ia baru sadar sudah menutupi jalan menuju arah keluar.


Amy merapikan menampilkannya, meraih punggung tangan Alex dan menyalami dengan takzim. "Amy masuk dulu," pamit gadis itu di saat Alex mencoba mencari parkiran.


Alex pun hanya bisa melongo melihat Amy sudah berlari masuk ke dalam cafe.


Alex pun kini menghentikan sejenak mobilnya, saat mendengar ponsel bergetar dan melihat panggilan video call dari sang mommy. Alex mengangkat panggilan mommynya sambil sesekali melirik Amy yang tampak terlihat senang bertemu dua sahabatnya.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


"Amy!" Pekik kedua sahabat Amy. Putra dan Sasa yang sudah beberapa hari mereka tidak bertemu.


Ketiga sahabat baik itu saling berpelukan dan kegirangan. Ketiganya kini menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di dalam cafe.


Namun ketiga remaja itu seakan tidak memperdulikan tatapan aneh mereka. Ketiganya bahkan kini bercengkrama dengan suka cita.


Alex masih berada di parkiran, ia memiliki waktu banyak sebelum melakukan pertemuan.


"What!" Pekik kedua remaja di depan Amy. Putra dan Sasa begitu terkejut mendengar bisikan Amy.


Keduanya pun menatap Amy tidak percaya dengan apa yang keduanya dengar.


"Lu udah marriage?" Bisik putra dan di anggkukin oleh Sasa. Gadis berambut panjang dengan kacamata bertengger di hidung mancung gadis itu.


Amy melirik ke kiri dan kanan, yang mana diikuti oleh kedua sahabatnya itu. Kini Amy mencondongkan tubuhnya ke depan dan lagi-lagi diikuti kedua sahabatnya.


"Jangan bilang-bilang, ini rahasia," bisik Amy yang refleks kedua sahabatnya itu mengangkuk.


"Lu serius udah nikah?" Tanya Sasa menyakinkan dirinya.


Amy mengangguk samar sambil tersenyum. Tidak dengan kedua sahabatnya yang menganga lebar.


"Kapan? Kenapa kami kagak tahu? Lu tega amat kagak undang-undang kita atau hubungi kita," protes Putra yang merasa tidak terima dengan ucapan Amy yang sudah menikah.


"Jangan-jangan lu nikah karena bunting?" Sentak Sasa dengan ekspresi wajah yang terkejut.


Putra pun ikut terkejut dengan ucapan Sasa, refleks memandangi perut Amy.


"Pe'a, kagak lah," sahut Amy sambil memukul kepala kedua sahabatnya itu.


Sedangkan Alex masih asyik mengobrol dengan sang mommy juga kekasihnya itu yang tampak begitu bahagia. Namun Alex tiba-tiba menolehkan wajahnya ke arah samping, di mana sebuah mobil mewah terparkir di samping mobilnya. Yang menjadi perhatian Alex adalah, kelima pemuda yang keluar dari mobil yang tepat terparkir di sebelahnya.


"What! Mengapa mereka ada disini?" Tanyanya dalam hati sambil melihat istrinya yang masih asyik bercengkrama.

__ADS_1


"Sial!"


__ADS_2