Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 48


__ADS_3

Sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti tidak jauh dari area sekolah swasta yang ada di pinggiran kota Jakarta.


Tampak gadis bermata bulat lebar itu mengawasi sekitar sekolah yang sudah terlihat ramai.


"Ada apa?" Pria dewasa di sampingnya bertanya dengan kening mengkerut heran, melihat istri kecilnya melongo ke sana kemari.


Amy menoleh menatap Alex sambil menggeleng tidak nyaman.


"Anu … itu … Amy cuma mau pastiin kalau nggak ada yang lihat Amy berangkat ke sekolah diantar, sama bapak Mr." Gadis bermata bulat itu menjelaskan dengan suara pelan, ia merasa tidak nyaman mengatakan kepada suaminya.


Alex menyipitkan kedua matanya sambil menatap lekat istri kecilnya. "Apa kau malu memiliki suami sepertiku?" Alex bertanya dengan raut wajah yang mulai emosi.


Pria itu merasa tersinggung dengan perkataan istrinya, Alex merasa reputasi ketampanannya ambayar seketika mendengar ungkapan sang istri.


Amy segera mengubah posisi duduknya menghadap suaminya yang wajahnya tampak mulai merah.


Amy juga menggaruk kepalanya bingung bagaimana harus menjelaskan kepada sosok pria tinggi di sampingnya ini.


"B-bukan begitu, tapi …."


"Kau takut ketahuan dengan pria yang engkau sukai!" Alex memotong berkata Amy dengan nada naik satu oktaf. Wajah pria dewasa itu pun semakin emosi jiwa.


"Bukan!" Amy segera mengelak sambil mengibaskan kedua tangan di depan dada.


"Jadi … kau ingin mengatakan aku terlalu tua. Dan kau takut teman-temanmu berpikir aku adalah sugar daddy!" Suara Alex pun semakin tinggi, menatap nyalang ke arah istrinya yang tubuhnya terus terloncat kaget mendengar suara berat suaminya yang sedang marah.


"Bukan begitu, tapi …." Amy pun menjeda ucapannya sebentar sambil menatap suaminya itu ragu.


Alex semakin menajamkan tatapan ke arah Amy, entah mengapa ia menolak tua dan tidak rela istri kecilnya ini masuk sekolah dengan penampilannya yang sangat imut.


"Apa bapak Mr lupa? Kalau bapak Mr sendiri yang mengatakan untuk merahasiakan pernikahan kita. Jadi … Amy takut ada yang lihat Amy keluar dari mobil dan ngira yang ndak-ndak," jelas gadis itu yang seketika membuat Alex diam.


Pria bermata biru itu lupa tentang ucapannya sendiri beberapa Minggu lalu, saat pertama kalinya membawa sang istri ke apartemen.


Alex diam sambil menatap lurus ke depan, Amy pun mengerucut bibirnya dan bersiap untuk keluar dari mobil.


"Amy masuk dulu," gadis itu berpamitan, Alex terkejut dan kembali menolehkan wajahnya.


Ia melihat tangan kanan mungil Amy terulur di depannya. "Amy mau salim, bukan minta uang jajan," sela gadis itu dengan wajah cemberut.

__ADS_1


Melihat itu, Alex ingin sekali menyesap kembali bibir mungil merekah itu.


Alex pun membiarkan punggung tangannya di cium dengan takzim sang istri. Tapi … saat Amy ingin melepaskan, Alex menariknya tangan istri mungilnya itu hingga Amy jatuh kepelukan lebar dan kekar sang suami.


Amy jelas terkejut, namun ia hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dan membiarkan.


Sambil mendengarkan nasehat suaminya yang begitu banyak macam rupanya. Ia di pesan seakan Amy anak tk.


"Ingat, jangan pencicilan, jangan bicara dengan pria lain, jangan lirik-lirik pria lain dan jangan … senyum sama pria lain. Jangan kemana-mana saat pulang, aku akan menjemput." Alex melepaskan pelukannya setelah memberikan wanti wanti kepada sang istri. Pria itu pun mengecup kening istrinya.


"Baiklah." Sahut Amy dengan senyum terpaksa.


"Ingat, jangan ikut pulang dengan siapapun. Tunggu aku, apa kau mengerti, little girl?" Sela Alex lagi.


Amy pun hanya bisa mengangguk kepala dengan wajah begitu tidak semangat.


Gadis itu bersiap untuk keluar dari mobil namun lagi-lagi gadis itu berhenti saat mendengar panggilan suami.


"Tunggu, kau melupakan sesuatu little wife?" Alex memandangi wajah kebingungan Amy yang kini memegang handle pintu mobil.


"Aku merasa tidak aman?" Batin gadis imut itu melihat wajah mesum suaminya.


"Hah," gumam Amy sambil menatap suaminya tidak percaya.


"Ck, cepatlah, nanti kau bisa terlambat," timpal Alex yang menarik tengkuk istrinya kecilnya itu dan ******* lembut sebentar bibir mungil Amy.


Sedangkan Amy hanya bisa diam menerima serangan tipu daya suaminya yang kini berubah mesum.


"Masuklah dan belajar yang benar!" Bisik Alex menyuruh istrinya segera memasuki gedung sekolah dan pria itu akan berangkat ke kantor.


Amy pun turun dan kebetulan suasana di sekitar sekolah tempat Amy menuntut ilmu sudah sepi.


Amy menatap lekat kepergian mobil suaminnya, setelah yakin mobil Alex menghilang dari pandangannya, gadis itu pun berjalan memasuki gerbang sekolah.


Amy melambai tangan ketika melihat kedua sahabatnya berdiri di pintu masuk sekolah.


Kedua sahabatnya pun segera mendekati Amy dengan gerakan tidak sabar.


"Lu, kelihatan beda?" Ucap Sasa yang menelisik penampilan Amy dari bawah ke atas.

__ADS_1


Begitu pula dengan sahabat Amy yang laki-laki — Putra. Kedua sahabat Amy terus memindai wajah juga penampilan sahabatnya ini.


"Lu, kelihatan glow up, kagak burik lagi," ceplos Sasa, yang mendapat toyoran dari Putra.


"Pe'a, jelas dia berubahlah, orang dapet lagi bule cakep," ujar Putra yang mendelik ke arah Amy.


Amy hanya bisa menghela nafas panjang, melihat raut kedua sahabatnya ini.


Ia pun ingin melangkah menuju kelas mereka yang berada di lantai dua, tapi … dicegah oleh Sasa.


"Tunggu!" Sentak gadis itu yang tatapannya menuju leher Amy yang dipenuhi tanda biru.


"Ada apa?" Tanya Amy heran dengan tatapan kedua sahabatnya itu sambil memegang leher sambil mendongak ke atas.


Membuat kedua sahabatnya melihat jelas bekas ****** di lehernya.


"Lu, dapat ****** di mana?" Tanya Sasa polos. Amy diam dengan wajah bingung. Gadis itu tidak tahu apa yang Sasa maksud.


"Lu, kira ikan ******? Dasar oon. Jelas dia dapat dari kakinya lah," timpal Putra yang begitu kesal kepada kedua sahabatnya yang begitu pe'a soal uwa-uwa.


"Lu, di ****** mah laki bule lu. Coba cerita ke kami!" Pinta Sasa yang begitu semangat.


"Dasar mesum," timpal Putra yang lagi-lagi menoyor kening Sasa.


"Gue, cuma nanya Put, itung-itung buat edukasi sedari dini sebelum gue nikah," celetuk Sasa sambil nyengir kepada kedua sahabatnya.


Amy sekali lagi hanya bisa menarik nafas, kemudian mengajak, kedua sahabatnya masuk ke dalam kelas.


Ketiganya pun berjalan sambil berbincang-bincang yang kadang diselingi canda tawa.


Tiba-tiba langkah ketiganya berhenti, saat di hadang oleh empat gadis yang terlihat satu geng.


Keempat gadis itu menatap sinis ke arah Amy yang menurut mereka begitu berbeda dan semakin terlihat cantik.


Amy hanya menanggapi santai, sudah hal biasa dirinya dihadapkan dengan keempat gadis di depannya itu.


Keempat gadis yang menjadi kembang sekolah dan populer di kalangan siswa di sekolah tersebut.


Selain itu, mereka juga dari keluarga terpandang. Dan salah satu diantara mereka merupakan anak dari pemilik yayasan tempat Amy menuntut ilmu pengetahuan.

__ADS_1


"Adeh, cabe-cabean lagi." Putra berkata dalam hati.


__ADS_2