Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 63


__ADS_3

Rapat telah usai, sekarang mereka semua berlanjut dengan kegiatan makan siang bersama di salah satu privat room di restoran ternama.


Alex yang sejak tadi menahan emosi, melihat adik tirinya terus mencoba mendekati sang istri.


Kalau bukan karena menjaga wibawanya di depannya para pemegang saham dan staf perusahaan M.E. group, mungkin sifat labil Alex akan keluar.


Pria yang wajahnya sudah berubah merah itu, terus menggenggam telapak tangan mungil istrinya yang terlihat sibuk memperhatikan suasana ruangan yang berada di lantai atas.


"Kau, menyukai pemandangannya?" Kelvin sengaja mendekatkan wajahnya tepat di samping telinga Amy.


Gadis itu refleks menganggukkan, mengiyakan bisikan pemuda di sampingnya.


Melihat anggukan, Amy, Kelvin melirik kakaknya sambil tersenyum miring.


"Pemandangannya bagus banget!" Seru Amy dengan menangkup kedua wajah imutnya menggunakan kedua tangan sambil menikmati pemandangan dengan wajah berseri.


"Lebih indah dan menyejukkan saat memandangmu," bisik Kelvin kembali, si mungil Amy refleks menolehkan wajah, hampir saja kedua bibir mereka bertemu.


Beruntung Alex segera menarik lengan istrinya, hingga jarak wajah kedua remaja itu berjauhan.


Tatapan Alex sungguh ingin mencabik-cabik adik tirinya itu, yang hanya di balas dengan senyum miring oleh — Kelvin.


Sementara yang lainnya sedang sibuk dengan obrolan mereka, tanpa memperhatikan perang sengit, antara adik dan kakak tersebut.


Alex bangkit, memindahkan tubuh mungil istrinya di kursi yang ia duduki tadi dan ia duduk di kursi Amy semula.


Hingga ia duduk berdampingan dengan Kelvin. Pemuda itu ingin kembali duduk di samping Amy, akan tetapi ia melihat seorang wanita duduk di sisi lain, Amy.


Alex tersenyum puas, melihat wajah kesal adiknya. Ia juga sengaja menginjak kaki, Kelvin.


Membuat pemuda itu memekik tertahan dengan raut wajah yang berubah merah, ia tersenyum saat semua orang kini menatapnya sambil menahan makian yang ingin ia ucapkan.

__ADS_1


Kelvin menoleh ke samping, di mana Alex memainkan kedua alisnya naik-turun sambil berpura-pura tersenyum bahagia sambil merangkul pundak sang istri.


Kakinya di bawah sana masih menginjak salah satu kaki adiknya dengan menekan kuat, membuat Kelvin mengerang tertahan.


"Sial!" Erang Kelvin lirih dengan lirikan mematikan di berikan kepada sang kakak.


🌹🌹🌹


Pesanan menu makan mewah kini sudah tersaji rapi di atas meja panjang itu.


Amy tidak melepaskan tatapan binarnya, ke arah makanan yang terlihat begitu lezat.


Gadis itu berulang kali menelan ludahnya sendiri, membayangkan potongan daging paha ayam berada di dalam mulutnya.


"Kau menginginkannya" memahami tatapan istrinya yang menginginkan potongan ayam panggang di depannya, Alex menawarkan kepada istrinya itu.


"Hum," gumam Amy yang di barengi anggukan kuat, membuat poninya bergoyang.


Alex segera meletakkan beberapa menu makan khas Indonesia di atas piring istrinya, pria itu juga dengan penuh perhatian, sengaja meniup makanan yang panas lalu menyerahkan kepada Amy.


"Manis, ini sungguh lezat, apa kau mau?" Kelvin tiba-tiba berseru dan tanpa persetujuan gadis imut itu, Kelvin meletakkan potongan daging di atas piring, Amy.


"Tidak perlu! Aku tidak mau istriku nanti menjadi gendut," ketus Alex, mengambil makanan yang tadi di letakkan Kelvin di piring Amy dan mengembalikan kepada adiknya itu.


"Aku memberikan kepadanya, bukan kepadamu," sahut Kelvin, yang kembali meletakkan potongan daging itu di piring, Amy.


"Tidak perlu, kau saja yang memakannya. Lihatlah, adikku, tubuhmu terlihat kurang gizi, kau begitu kurus," ucap Alex yang lagi-lagi meletakkan potongan daging itu di piring adiknya.


"Apa maksud, kakak, hah! Aku tidak kurus, tubuhku bahkan termaksud ideal!" Pekik Kelvin, menolak ucapan Alex yang mengomentari penampilannya terlalu kurus.


Alex hanya mencebikkan bibir dan menoleh ke arah sang istri yang tampak kebingungan, melihat potongan daging berpindah-pindah tempat.

__ADS_1


"Makanlah!" Pintanya lembut, membantu istrinya memotong kecil daging ayam kesukaan sang istri, lalu menyuapkan ke mulut — Amy.


Alex melirik sinis ke samping, melihat wajah sengit Kelvin. Pria itu juga tersenyum miring.


Yang lain hanya melihat dengan alis terangkat ke atas, melihat perdebatan kedua pria tampan di depan mereka.


"Enak? Kau menyukainya?" Tanya Alex dengan tersenyum manis.


Amy hanya bisa menganggukkan kepala dan membalas senyuman suaminya dengan tak kalah manis.


Melihat senyum istrinya yang memperlihatkan kedua lesung pipi istri kecilnya, Alex menarik tengkuk Amy dan mendorongnya ke arahnya, hingga ia berhasil mengecup kening Amy di depan semua orang.


"Anda terlihat menyayanginya?" Tanya salah satu pemegang saham yang ikut terbawa suasana romantis pasangan suami-istri itu.


"Tentu saja, dia istriku," jawab Alex dengan bangga.


"Ck," decak Kelvin dengan kasar.


Alex hanya mendelik sinis dan semakin membuat adiknya itu kepanasan.


"Istri anda begitu manis dan imut, tuan muda," sela salah satu staf yang sangat menyukai wajah Amy.


Mendengar ucapan stafnya, Alex semakin besar kepala dan bangga, ia juga berbisik di telinga adiknya.


"Kau mendengarnya? Dia istriku, i-s-t-r-i-k-u." Ucap Alex yang sengaja menekan kuat perkataannya terakhir.


Tiba-tiba ponsel Alex berdering, pria itu mengambil benda bergetar itu di dalam saku celananya, ia hanya melihat sang penelpon, lalu kembali memasukkan ponselnya. Mengabaikan seseorang yang terlihat begitu gelisah di seberang sana.


"My dear," Kelvin mencicit, melihat nama yang tertera di ponsel Alex.


Alex mengabaikan ucapan Kelvin dan memilih melayani istrinya untuk menikmati berbagai menu makanan.

__ADS_1


__ADS_2