Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 46


__ADS_3

"Apa aku setua itu di mata mereka? Kenapa aku disebut ayah dari istri sendiri?" Alex terus bermonolog sambil memandangi wajah tampannya itu di kaca spion.


Pria itu sedang menepikan mobilnya, menunggu Amy yang ingin jajan sesuatu di pinggir jalan. Berulang kali pria itu melarang istri kecilnya itu. Namun rengekan sang istri mengalahkan ego-nya.


Alex segera memalingkan wajah ke samping di mana istrinya sudah kembali dengan sebuah bungkusan plastik yang berisi cinlok.


Alex hanya mengernyit ngeri melihat jajan gadis mungilnya itu.


"Bapak Mr, mau?" Amy menawarkan kepada suaminya yang tertangkap basah terus menatap jajanan yang ada di tangannya.


Alex segera membuang pandangannya ke samping dan lantas menolak ketus. "Tidak!" Jawab pria itu, kembali menghidupkan mesin mobil lantas mulai bergerak meninggalkan area para pedagang jajanan.


Alex terus melirik istrinya yang begitu menikmati jajanan yang sungguh aneh di pandangan Alex.


Tidak ingin terlalu memikirkan, pria itu kini memasuki area parkir sebuah pusat perbelanjaan terkenal di pusat kota Jakarta.


Amy menoleh ke arah kaca jendela mobil, gadis yang masih mengunyah tampak heran saat berada di area parkir khusus.


Gadis itu segera memalingkan wajah sambil melempar tatapan penasaran.


"Kita mencari ponsel untukmu dulu. Kau wajib memilikinya. Agar aku bisa mengawasimu tentunya," ujar Alex dengan suara gumaman di akhir kalimat.


"Amy punya kok, bapak Mr. Tapi …." Amy ragu untuk mengatakan kepada suaminya ini. Bahwa ponselnya tertinggal di tempat emak.

__ADS_1


"Tapi apa?" Alex yang melangkah terlebih dahulu menuju lift yang ada di sana, membalikkan badan menatap lama wajah istri kecilnya.


"Ketinggalan di tempat emak. Jadi … sebaiknya tidak perlu membelinya, lebih baik kita mengambil di rumah emak saja!" Amy mencoba membujuk suaminya, untuk mendatangi rumah kedua orang tuanya dengan alasan ponsel ketinggalan.


Drake tampak memikirkan sesuatu, namun ia pun mendelik tajam menangkap sesuatu melintas di pikirannya yang penuh curiga kepada sang istri.


"Cih, kau pikir aku sebodoh itu? Kau pasti hanya alasan saja." Alex tidak mampu mengucapkan dengan suara keras jadi pria berwajah tampan itu — menahannya.


"Tidak! Lebih baik kita membelinya," tukas Alex kesal. Semakin melangkah, mendahului Amy.


Gadis itu hanya bisa melongo, menangkap sikap dingin suaminya yang tampak terlihat tidak acuh.


Amy pun dengan pasrah menyusul suaminya yang kini menunggu di depan lift dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku depan celana.


Amy begitu takjub melihat jejeran ponsel mewah tertata rapi. Kedua matanya begitu berbinar.


"Kau suka yang ini, sweetie?" Alex menunjuk salah satu ponsel yang cocok dengan istrinya.


Amy menatap benda itu dengan suka, ia pun mengangguk yakin.


"Baiklah, kita mengambil yang ini," ucap Alex sambil terus menggenggam tangan mungil sang istri.


Penjaga gerai ponsel itu tersenyum ramah kepada Alex dan Amy.

__ADS_1


"Ini sangat cocok dengan putri anda, Mr." Penjaga toka berkata begitu ramah dan bersahaja.


Namun ucapannya membuat mood Alex kembali buruk. Sudah cukup ia disangka ayah dari istrinya sendiri. Ia sudah muak. Haruskah pria ini berteriak di depan semua orang kalau — Amy istrinya.


Sungguh Alex begitu jengah. Ia menatap wajah imut gadis kecil, pria berwajah tegas itu hanya bisa menghela nafas panjang. Ia tidak mungkin memarahi Amy. Apalagi melihat wajah istrinya yang begitu menggemaskan.


"Menginginkan sesuatu, hum?" Keduanya kini berjalan-jalan mengitari setiap sisi mall. Alex menanyakan keinginan Amy ingin membeli sesuatu.


Amy yang tingginya tepat di ketiak suaminya, menghentikan langkah sambil mendongak.


"Tidak ada, Amy kan nggak punya uang. Ini saja bapak Mr yang bayarin." Gadis bermata lebar nan bulat dengan iris mata coklat itu menolak lembu. Bagaimanapun Amy begitu tidak nyaman.


Alex tersenyum, sungguh istrinya ini begitu menggemaskan. "Aku yang akan membayar, bukankah sudah menjadi tanggung jawab aku memenuhi kebutuhanmu, little girl?" Alex menjelaskan sambil merapikan poni istrinya dengan kepala menunduk.


Sungguh pemandangan yang sangat manis dan romantis, namun semua akan berubah pikiran saat melihat wajah Alex.


Amy pun kini memilih bermain di salah satu tempat bermain yang ada di mall tersebut. Sementara Alex memantau dari jarak dekat istrinya yang sedang bersenang-senang.


"Pulang yuk!" Amy tiba-tiba muncul saat pria itu sibuk dengan ponselnya.


Alex mengangkat pandangannya, melihat wajah lelah sang istri yang mengajak untuk pulang.


"Ayo!" Alex segera menarik lembut tangan istrinya dan berjalan menuju lift, agar lebih cepat tiba di apartemen. Ia bisa melihat wajah lelah Amy. apalagi istri akan mulai masuk sekolah esok pagi.

__ADS_1


__ADS_2