
Suasana di dalam kamar mewah dengan nuansa putih tampak begitu mendebarkan dan memanas yang dirasakan oleh pasangan suami-istri yang terpaut usia begitu jauh.
Terdengar deru nafas memburu dari keduanya, sekitar kamar pun terasa panas meskipun AC dinyalakan dengan suhu normal, namun tidak bisa menutupi suhu panas yang ada di dalam tubuh mereka.
Apalagi sosok pria tinggi berkulit putih yang kini berada di atas tubuh seorang gadis mungil. keadaan keduanya sudah tidak memakai apapun di tubuh.
Tatapan penuh keinginan yang tidak tertahankan, Alex tujukan kepada istrinya yang sejak tadi terlihat gugup dengan rona wajah terlihat jelas juga ketegangan.
Pria itu sungguh tidak dapat menahan keinginannya, apalagi melihat keadaan sang istri yang sudah polos di bawahnya.
Ia bisa melihat dengan jelas, area pribadi istrinya yang begitu membuatnya gelap mata.
Tidak hentinya, Alex menarik nafas panjang dan mengenduskan perlahan tepat di sekitar ceruk leher istrinya yang sudah dipenuhi bekas kecupannya.
Alex kembali mengendus di sekitar leher istrinya sambil mengecup hingga ke garis wajah sang istri. Mengecupi seluruh wajah istrinya.
Amy hanya bisa diam dengan tubuh menegang bagai patung. Alex bisa merasakannya, oleh sebab itu ia mencoba membuat istri lebih tenang terlebih dahulu.
Pria itu memakai keadaan istrinya karena hal ini adalah pertama untuknya.
Alex akan melakukan dengan perlahan dan hati-hati, agar tidak menimbulkan pengaruh efek jera, apalagi usia sang istri masih terbilang remaja dan tumbuh di keluarga yang melarang hal di luar batas.
"Tenanglah, aku akan melakukannya dengan perlahan!" Bisik pria itu tepat di atas wajah gelisah Amy.
Gadis itu hanya bisa terdiam memandangi wajah suaminya, merasakan sentuhan jari telunjuk sang suami yang memainkan sekitar pipinya.
Percayalah, Amy begitu takut dengan suasana asing baginya, apalagi melihat keadaan suaminya yang polos.
Namun mengingat pesan emak dan bibinya tentang kewajiban seorang istri. Amy pun tidak kuasa untuk menolak, toh semua adalah hak suaminya dan ia harus ikhlas melayani.
Walaupun perasaan takut dan khawatir menyerangnya, apalagi mengetahui hal yang akan ia lakukan, bisa menimbulkan rasa sakit luar biasa.
"Kau siap? Aku akan segera melakukannya," kembali Alex berbisik, sambil memberikan semangat sentuhan dia sekitar sensitif sang istri.
Amy menarik nafas dan menghembuskan dengan pelan setelah ia mengangguk yakin.
Melihat respon istrinya, Alex pun tersenyum dan membuat posisi aman untuk melakukan penyatuan pertama kalinya dengan sang istri.
__ADS_1
Jujur, Alex merasa tidak tega saat merasakan respon tubuh sang istri yang begitu kaku dan sedikit gemetar.
Tapi Alex bertekad untuk melakukannya malam ini. Ia harus melakukannya dan menyamping perasaan tidak tega, kapan lagi ia bisa melakukan kalau memandang kondisi sang istri.
Amy memejamkan kedua mata, kedua tangannya kini menyanggah di pundak suaminya.
Alex pun memulai menyentuh permukaan inti tubuh istrinya, ia juga menekan perlahan sambil melirik sang istri yang terlihat menahan rasa perih juga ketakutan.
Hingga akhirnya, penyatuan itu pun terjadi dengan suara teriakan Amy yang terdengar kesakitan. Alex terpaksa memaksa untuk menerobos masuk saat berulang kali harus gagal dan itu membuat istrinya semakin tegang dan kesakitan.
Alex menenangkan sang istri dengan kecupan di area dada, mendiamkan penyatuan yang begitu sempit.
Alex ingin rasanya berteriak dengan mengatakan ini sungguh nikmat. Keperkasaannya terasa terhimpit di dalam sana dan merasa begitu hangat.
Alex hanya bisa menahan erangan, ia hanya mengeluarkan nafas berat yang terdengar frustasi.
Tidak tahan oleh jepitan di bawah sana dan melihat istrinya sudah mulai tenang juga terbiasa, Alex memulai untuk bergerak pelan.
Amy menutup mulutnya saat masih terasa sakit dan perih. Tubuhnya terasa terbelah saat sebuah benda memaksa menerobos selaput darahnya. Sungguh Amy ingin menangis sekencang mungkin merasakan hal ini yang begitu menyakitkan.
Gadis itu tidak hentinya menitikkan air mata, meskipun suaminya kini bergerak aktif, namun gadis mungil itu masih merasakan perih yang bercampur sesuatu asing. Namun rasa sakit juga perih lebih mendominasi.
Ia juga sangat bangga karena bisa mendapatkan pengalaman pertama istrinya.
Pria itu terus bergerak sambil mengeluarkan dengusan berat. Ia juga bisa lebih lega saat melihat sosok wajah istri mungilnya yang mulia terbiasa.
Hingga beberapa menit berikutnya, sesuatu di dalam pusat inti tubuh ingin mengeluarkan sesuatu, yang denyutannya sampai ke ubun-ubun.
🌹🌹🌹
Alex menyelimuti tubuh polos istrinya yang tubuhnya terasa hangat. Istri kecilnya juga baru saja terdiam, sejak tadi gadis itu terisak karena kesakitan di bagian bawahnya.
Alex hanya bisa menenangkan dengan pelukan hangat juga usapan lembut, sekarang pun Alex masih mendengar istri sesegukan.
Pria itu meninggal kecupan di kening sang istri sebelum bangkit berjalan menuju sofa.
Pria itu meneguk air kemasan yang ada di atas meja, termenung dengan tatapan terus fokus kepada istrinya.
__ADS_1
Alex memikirkan keputusan yang harus ia pertimbangkan. Pria itu kini menghempaskan punggungnya sambil menatap ke atas plafon. Ia berulang kali menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan dengan kasar.
Lama pria itu terdiam dengan memikirkan keputusan yang harus ia ambil. Alex akhirnya memutuskan untuk mempertahankan pernikahan dan rela meninggalkan kekasihnya yang berada jauh.
Pria itu juga memikirkan sesuatu perbedaan yang ada pada mereka, yang sering kali menimbulkan keributan. Namun perasaan kuat lagi-lagi membuat hubungan mereka bertahan.
"Aku harus melakukannya, bagaimanapun sekarang dia adalah istriku dan merupakan tanggung jawabku sekarang." Alex berkata seorang diri, yang tatapannya masih terlempar kepada istrinya.
Pria itu kembali berdiri dan berjalan cepat mendekati ranjang, saat mendengar racauan sang istri juga isakan.
"Sstt, aku di sini, sweetie. Tenanglah! Tidak ada yang akan meninggalkanmu. Maaf, bila membuatmu kesakitan," bisiknya sambil memeluk tubuh mungil istrinya.
🌹🌹🌹
"Kau sudah bangun? Jangan banyak bergerak dulu! Pasti dia masih terasa sakit." Alex yang baru saja keluar dari kamar mandi dan mendapati istrinya sudah terbangun dengan keadaan yang begitu kacau.
Benar saja, gadis itu terdengar mendesis kesakitan dan ia terlihat bergerak gelisah untuk mencari posisi nyaman saat duduk.
"Sakit," ucap gadis itu manja.
Alex tersenyum, pria itu kini berjongkok di depan istrinya ini.
"Maaf, kau memerlukan sesuatu, baby?" Tanya Alex, merapikan rambut berantakan sang istri. Membantu istrinya kembali mengenakan pakaian.
"Amy mau ke kamar mandi, mau pipis," tandasnya dengan suara lirih.
Alex sigap berdiri di hadapan sang istri, tubuh tingginya kini membungkuk untuk meraih tubuh istrinya.
"Apa yang kamu lakukan?" Pekik Amy yang terkejut, saat tubuhnya sudah berada di gendongan suaminya.
"Ke kamar mandi," Alex menyahuti dengan nada cuek.
"Tapi, Amy bisa jalan sendiri," sahut gadis yang berada di gendongan suaminya.
"Tidak, kau harus tetap berada di atas ranjang sebelum rasa sakitnya menghilang!" Titah Alex.
Amy jelas saja tidak terima, gadis itu harus kembali ke kampus, saat kegiatan orientasi mahasiswa baru akan dilakukan hari ini.
__ADS_1
"No, kau tetap harus berada di rumah!" Sentak Alex dengan nada tegas.