
"A-apa ini!" Pekik Alex gugup. Wajahnya bahkan mulai merah antara tersulut jaringan koneksi mahknetik pembangkit saluran untuk meningkatkan sesuatu yang sedang berotasi di bawah sana juga emosi yang terkumpul di dalam jiwa yang mudah sekali terbakar bahkan terpancing sesuatu yang membuat jiwa liar itu muncul.
Bagaimana tidak, sosok gadis mungil dengan tubuh sintal berisi di bagian tertentu itu membuat jiwa perkasanya bangkit dalam diam dan malu-malu untuk unjuk gigi.
Sosok istri mungilnya berubah menjadi gadis nakal menggemaskan, percayala, Alex begitu ingin menghempaskan istrinya ini di atas ranjang. Namun pikiran warasnya yang tersisa sangat tipis itu mencoba untuk bertahan.
"Oh, s"hit!" Tidak hentinya umpatan kasar pun erangan itu terus keluar dari mulut Alex bagaikan kata-kata mantra agar terhindar dari jiwa liarnya.
Alex segera memunggungi istrinya, bagaimanapun ia tidak yakin akan terus bertahan di tengah goda hidup yang satu ini sungguh menyiksa jiwa yang begitu jarang mendesah.
"Ganti!" Sentaknya dengan suara tertahan. Kedua tangan bahkan terkepal erat untuk menahan gelora jiwa liarnya.
Amy yang masih berdiri dengan wajah lugu tampak kebingungan, ia harus mengingat kata-kata Neda untuk melakukan dinas malam di ranjang dengan mengenakan pakaian ini.
"Tapi Neda bilang ke Amy, harus di pakai saat di kamar buat dinas malam di atas ranjang," pungkas Amy dengan polosnya.
Alex pun lagi-lagi hanya bisa mengerang frustasi, bagaimanapun ia harus bertahan dalam goda ini.
"Aku tidak peduli, kau harus menggantinya!" Pekik Alex sambil menyugar rambut ke belakang dengan nafas yang terdengar sangat terhimpit sesuatu berat.
"Tidak, Amy tidak akan menggantinya!" Amy menolak dan segera berjalan menuju ranjang.-
Alex membalikkan badan, wajahnya bahkan berubah sangat merah mendengar ucapan bantahan istrinya itu.
__ADS_1
"Kelinci nakal, ganti!" Teriak Alex yang bersikeras untuk tetap memaksa Amy mengganti pakaian haram tersebut.
Amy tidak mendengar perkataan suaminya, gadis itu malah melakukan beberapa gerakan sensual yang ia pelajari tadi siang.
Amy naik ke atas ranjang, duduk dengan kedua kakinya ditekuk ke belakang, Amy melakukan gerakan pada bagian lehernya, gadis itu seakan melakukan kegiatan syuting sebuah iklan 18+ untuk produk tertentu.
Jangan tanya wajah Alex sekarang, karena ia begitu terlihat bodoh dengan kedua mata melotot juga mulut yang menganga sempurna.
"H-hey! A-apa ini, hentikan!" Gertak Alex yang tergugup dengan wajah salah tingkah melihat gerakan erotis istri mungilnya itu.
Alex pun berjalan mendekat dengan jiwa yang mantap tidak akan mudah tergoda, namun saat berada di depan istrinya, Amy kembali melakukan sesuatu yang semakin membuat Alex kelabakan.
Amy melepaskan bagian luar pakaian yang ia pakai, hingga meninggal lapisan dalamnya yang bawa model rok lebar itu dan hanya menggunakan dua tali tipis di kedua pundak putih Amy.
Kedua aset segar Amy begitu tercetak menggemaskan di sana. Membuat Alex pun bernafas dengan tersengal-sengal, seakan terkena penyakit asam mendadak.
"Hentikan, gadis mungil. Kau akan membuatku lepas kendali!" Ucap Alex dengan kedua matanya yang mulai merah juga kedua garis wajah mengeras sangar.
Melihat perubahan wajah suaminya, Amy menjadi terdiam dan mulai menghindar saat Alex berjalan ke arahnya.
"Jangan salahkan aku kalau sesuatu dalam diriku lepas kendali." Bisik Alex sambil membuka kaos hitam yang melekat di tubuh kekar pria itu.
Amy terdiam sejenak, memandangi tubuh kekar nan seksi suamiku. Amy bahkan tidak berkedip dan terus terpesona dengan cetakan tubuh suaminya yang begitu atletis.
__ADS_1
Tanpa sadar, Alex sudah berada sangat dekat dengannya, Amy pun membuka lebar kedua kelopak mata saat menyadari kelalaiannya untuk menghindar.
"Kau tidak bisa kemana-mana dan menolakku, bunny!" Gumam Alex lirih sambil tersenyum penuh arti ke arah istrinya, yang terlihat sedang berpikir.
Dan saat Alex mulai semakin mendekat, Amy pun melompat kembali ke atas ranjang dengan gerakan gesit, Alex pun yang ingin menarik tangannya meleset.
"Akhh, dasar kau kelinca nakal!" Pungkas Alex yang mencoba menggapai istrinya itu. Tapi … yang seperti yang pria itu katakan, kalau istrinya itu begitu lincah. Amy pun mampu menghindar dari sergapan sang suami dengan bergerak lincah.
Pasangan beda usia kini saling kejar-kejaran di dalam kamar luas itu. Dengan Alex yang semakin geram karena istrinya begitu pintar mengerjainya.
"Kemari lah, aku akan benar-benar menghukummu!" Teriak Alex yang kini keduanya saling berhadapan. Amy terus menghindar dari Alex.
"Tangkap aku kalau bisa!" Seru Amy sambil mengejek suami bulenya itu dengan menjulurkan lidah.
Amy pun berlari ke arah pintu, namun karena tidak hati-hati ia tersandung ujung karpet di atas lantai dan membuangnya terjatuh ke depan.
"Bruk, akhh!" Pekiknya kesakitan saat keningnya kembali terbentur.
"Sakit," keluhnya kesakitan, mengusap keningnya yang tampak merah.
Amy pun berusaha bangkit, namun sebuah tangan menariknya untuk segera berdiri. Amy yang terkejut, jatuh kembali dan refleks menarik suaminya bersama.
Keduanya kini saling bertindihan dengan tatapan mengunci. Saling menatap lekat dengan wajah begitu dekat. Alex bahkan bisa merasakan nafas segar, lembut istrinya itu dan mengagumi kedua kelopak mata sang istri dengan bulu mata lentiknya. Apalagi pandangannya turun ke bawah di mana bibir ranum itu yang sejak tadi menggoda untuk di rasakan.
__ADS_1