Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 65


__ADS_3

"Oke, siap." Amy tersenyum puas saat melihat persiapan untuk menikmati waktu luang dengan menonton film sambil menikmati beberapa cemilan kesukaan yang tadi ia dapatkan dari suaminya.


Dengan hanya berbalut piyama tidur bercorak gambar kartun salah satu karakter kesukaan anak-anak.


Sungguh penampilan yang begitu menggemaskan dengan hiasan bandana imut di atas kepalanya.


Amy melangkah ke arah sofa saat baru saja masuk ke dalam kamar dengan sebuah minuman kaleng, raut wajah gadis itu begitu bersemangat.


Amy sudah siap untuk mendudukkan bokongnya di atas sofa, namun tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka.


Tampak suaminya keluar dari sana dengan penampilan yang begitu cool. Kaos polos hitam dan celana piyama yang warnanya senada dengan kaos yang pria itu kenakan.


Alex berjalan sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil, pria dengan tinggi menjulang itu berjalan mendekati istrinya yang masih terpaku.


"Cup " satu kecupan Alex daratkan ke pipi istrinya saat melintas di samping si mungil Amy.


Alex terdiam, menangkap pemandangan di atas meja sofa yang sudah dipenuhi cemilan istrinya.


"Jangan terlalu banyak ngemil, tidak baik untuk kesehatan tubuh dan kulitmu." Alex mendaratkan bokongnya di atas sofa sambil meraih tablet canggihnya.


Alex menarik salah satu tangan mungil Amy, hingga gadis itu duduk di sampingnya.


Jelas saja Amy terkejut dengan reaksi tidak terduga oleh pria dewasa di dekatnya ini.


Alex merapatkan tubuhnya ke tubuh mungil sang istri, menutupi sebagian badan mereka dengan selimut yang selalu tersedia di atas sofa.


"Sekarang nikmat waktu senggangmu, kau hanya memiliki waktu 2 jam, sebelum ke atas ranjang untuk tidur. Bukankah, kau masih ada ujian akhir?" Alex meninggalkan kecupan kembali di pelipis istrinya, sebelum sibuk dengan tablet di tangan untuk memeriksa beberapa pekerjaan.


Sedangkan Amy hanya mencebik, mendengar titah dari suaminya.

__ADS_1


Gadis itu pun memulai menyalakan televisi yang memiliki ukuran begitu besar. Mencari Channel acara televisi menarik.


Sampai akhirnya,. Pilihan gadis itu tertuju ke acara drama Korea kesukaannya.


Amy begitu tenang dan serius menatap layar di depannya sambil menikmati beberapa cemilan sudah habis.


Alex sesekali melirik istri dan meminta untuk disuapi cemilan juga minuman.


Suasana mendadak terkesan romantis, di mana Alex meletakkan tabletnya dan ikut menyaksikan acara yang ditonton istrinya, sambil memeluk tubuh mungil sang istri.


Sesekali Alex akan mengecup puncak kepala istrinya, yang mana dagunya ia letakkan di atas kepala sang istri.


Amy begitu menikmati berada di balik dada bidang suaminya yang begitu hangat dan wangi tentunya.


Amy refleks, menutup kedua matanya saat melihat adegan romantis di dalam layar. Ia juga menyembunyikan wajah di balik dada bidang sang suami.


"Kau malu? Hum?" Tanya Alex dengan berbisik di dekat telinga istrinya itu dengan kepala menunduk.


Hingga jarak wajah mereka kini begitu sangat dekat, bahkan keduanya bisa merasakan hembusan nafas hangat masing-masing.


Amy ingin menghindar dengan melepas diri. Akan tetapi, Alex segera menahan pinggang ramping istrinya itu.


"A-aku, harus membereskan semua ini," ucap gadis itu pelan dengan rona merah di wajahnya.


Amy begitu canggung dengan posisi intim seperti sekarang, apalagi jantungnya terus berdebar-debar.


"Lepas …."


"Ssttt." Sela Alex yang meletakkan jari telunjuk di bibir mungil istrinya itu.

__ADS_1


"Cup." Lagi-lagi Alex mengecup bibir istrinya itu.


Bukan hanya itu, pria itu bahkan ******* lembut bibir terbuka istri.


Amy masih diam dengan kedua mata secara persamaan tertutup. Kedua tangannya kini berpindah di leher suaminya.


Alex segera mengangkat sedikit tubuh mungil istrinya di atas pangkuan dengan tautan bibir masih menikmati sesapan.


Amy membalas ciuman suaminya tidak kalah lembut. Sampai-sampai Alex mengerang frustasi merasakan ******* sang istri.


"Waktunya untuk tidur, kau harus bangun pagi sekali, bukan?" Bisik Alex sembari merapikan rambut Amy yang berantakan.


Gadis itu hanya menganggukkan kepala mengiyakan perintah suaminnya.


Alex mematikan televisi, lalu berdiri dengan Amy yang masih berada di gendongannya.


Pria bahkan tidak merasa terbebani berat badan istrinya ini. Ia terlihat begitu mudah melakukannya.


"Kau ingin aku membuat sesuatu untukmu, hum?" Tanya Alex yang kini melangkah mendekati ranjang mereka.


"Apa, bapak Mr, bisa membuat nasi goreng?" Tanya Amy kembali yang mengalungkan begitu erat kedua tangannya di leher sang suami begitu juga dengan kedua kaki pendeknya.


"Bisa, apa kau menginginkannya besok?" Tanya Alex kembali, meletakkan tubuh mungil Amy dengan hati, saat sudah berada di samping ranjang.


"Hu'um, Amy mau yang sedikit pedas," sahut gadis itu dengan wajah yang sungguh terlihat begitu bahagia.


"Baiklah," timpal Alex yang ikut membaringkan tubuh tinggi di samping sang istri.


"Kemarilah, baby!" Pinta Alex, menarik tubuh Amy yang berbaring dengan posisi memunggunginya.

__ADS_1


Kini pria itu memeluk tubuh sang istri dari belakang dengan begitu eratnya, salah satu jari tangan mereka, sengaja menautkan dan meletakkan di depan perut si mungil — Amy.


__ADS_2