Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 27


__ADS_3

"Sebaiknya, Amy pulang aja koh, ke rumah emak." Amy masih bersikeras untuk pulang ke rumah orang tuanya. Gadis itu berpikiran, kenapa ia hari tinggal sendirian di rumah luas.


Juna, pria sipit di depan Amy berusaha untuk menahan Amy, bagaimanapun gadis di depannya ini tidak boleh pulang dan menceritakan nasibnya tertidur di luar apartemen, bisa-bisa atasannya mendapat masalah.


"Neng cantik, lu kagak bisa kemana-mana, karena ini tuh rumah laki lu. Jadi … lu di larang pulang ke rumah emak." Juna menjelaskan kepada Amy yang sekarang menghentikan langkahnya dan memandangi pintu di depannya ini.


"Ada apa?" Juna bertanya saat melihat wajah bingung Amy.


Amy menoleh dan menatap pria sipit di sampingnya ini. Amy juga menunjuk ke depan.


"Cara buka pintunya gimana? Amy mau pulang aja lah' lagian bapak Mr kagak ada juga kan?" Amy masih ngotot ingin pulang saja ke rumah emak.


Juna pun hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mencari alasan untuk mengurung niat gadis di depannya ini.


"Koh, cepat, gimana pintu ini dibuka? Punya pintu kok, ribet amat," ujar Amy begitu kesalnya.


"Udah lah neng, kagak usah pulang. Pamali kata orang dulu-dulu mah. Dosa, haram hukumnya, pergi ke mana tanpa izin suami." Juna pun mengeluar kata bijak, membuat gadis di depannya diam dengan wajah berpikir.


"Tapi Amy cuma ke rumah emak, kok. Daripada Amy disini? Sendiri lagi," sahut Amy memberikan alasan.


Juna pun semakin kebingungan untuk mencegah istri dari atasannya ini, ia melirik jam tangannya dan sudah menunjukkan pukul 4 pagi.


Dan ia pun mendapatkan ide cemerlang, saat mendengar suara perut Amy yang menandakan gadis itu sedang kelaparan.

__ADS_1


Tanpa meminta persetujuan Amy, pria siput segera mengambil koper Amy dan berjalan menuju sebuah pintu yang ada di depan sana. Ada tiga pintu kamar yang terlihat, saat ingin membuka pintu yang nampak berbeda dari dua pintu lainnya terkunci, Juna akhirnya membawa koper Amy ke pintu ke dua. Dan ternyata pintu kamar itu tidak terkunci, Juna membawa koper Amy ke dalam kamar.


Amy menghentikan langkahnya yang mengikuti Juna untuk mengambil kembali koper pakaiannya, namun ia terdiam di luar pintu kamar, menjenguk dengan kepala miring, untuk melihat penampakan kamar, yang seketika membuatnya menganga tidak percaya.


"Masya Allah, ini kamar cantik benar yah' mana cocok lagi sama Amy!" Seru gadis tersebut dengan wajah yang begitu bahagia.


Juna pun bisa bernafas lega, melihat wajah Amy begitu bahagia melihat penampakan kamar yang akan menjadi kamarnya.


"Nah, sekarang lu bersihin tubuhmu gih! Aku mau pesan makan untuk lu," ucap Juna sambil keluar dari kamar begitu saja.


Amy pun mendengar nama makanan, segera berlari mengejar pria sipit itu.


"Koh!" Amy memanggil dengan suara nyaring.


"Astaghfirullah!" Ucap pria itu terkejut.


Ia melihat Amy yang memperlihatkan wajah antusias nya. "Ada apa? Lu kagak usah teriak-teriak di mari, Mr paling kagak suka suara ribut-ribut," tutur Juna, memberikan ultimatum kepada gadis imut di hadapannya.


Amy pun hanya mengangguk kepala, mendengarkan ucapan kokoh Juna. Amy pun mengatakan keinginannya kepada, kokoh.


"Koh, Amy pesan ayam lalapan sama ayam penyet yah! Juga minumnya teh hangat aja dan kerupuknya tiga, ayam penyet nya kagak usah pedes amat, sedanglah." Cerca Amy dengan menyebut pesanan makanan.


Juna pun hanya bisa mengedipkan kedua matanya dengan mulut menganga, sungguh gadis ini begitu langka.

__ADS_1


"Buset, dikata pesan di gofood warung lalapan kaki lima apa? Komplit bener, pesanan si bocil," gumam Juna pelan dan ia pun memesan sesuai pesanan sang nyonya kecilnya.


Sedangkan Amy kembali ke dalam kamar, menelisik ke sana kemari dengan perasaan bahagia.


Ia pun membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalamnya dengan tatapan tercengang, ia sesekali mengerutkan dahinya heran melihat interior kamar mandi yang begitu mewah.


"Mana bak mandinya? Masa kamar mandi sebesar ini kagak ada bak mandi mah, gayung?" Gadis itu berkata pelan, heran karena tiadanya bak mandi ia temukan di sana. Juga kloset duduk yang seketika membuatnya bergidik.


"Terus kalau Amy mau boker bijimane? Kagak ada airnya," ujarnya lagi semakin kebingungan.


Amy pun berjalan keluar lagi dan ia melihat kokoh Juna sedang menikmati acara di depan tv berukuran sangat besar di depannya. gadis itu pun berjalan mendekat dan segera melompat di atas sofa di sebelah,. Juna.


"Astaghfirullah, neng!" pekik Juna yang lagi terkejut mendapati Amy tiba-tiba melompat.


Amy hanya memperlihatkan senyum manisnya kepada kokoh Juna lalu ikut menikmati siaran di tv.


"Koh!" seru Amy.


"hum," Juna menjawab dengan gumaman tanpa melihat sang majikan kecilnya.


"Di sini kagak ada air yah? masa gendong setinggi ini dan sebagus ini, kagak ada airnya," pungkas Amy keheranan.


Juna pun ikut terheran mendengar perkataan Amy. "kagak ada Aer?" batin Juna kebingungan.

__ADS_1


"Yah ... malah bengong," sentak Amy kesal.


__ADS_2