
Amy kini duduk di kursi lain di samping suaminya. Gadis berwajah imut itu sedang belajar untuk ujian esok hari. Sementara Alex, tampak begitu serius memeriksa beberapa dokumen penting tentang perusahaan milik Neda.
Tapi, sesekali Alex akan terlihat menjahili si imut, Amy yang sedang serius belajar.
Membuat istrinya itu terlihat begitu kesal. Alex akan mencuri kecupan di bibir mungil istrinya, saat bibir mungil itu mengerucut. Atau, Alex akan menarik-narik rambut pendek istrinya atau bahkan mengacak-ngacak nya.
"Iih … bapak Mr!" Pekik si imut, Amy yang begitu kesalnya.
Alex terkekeh dan semakin menendang bagian kaki kursi yang Amy duduki. Membuat Amy terganggu dengan gerakan kursi tersebut.
"Bapak Mr! Iiih, nyebelin!" Pekik Amy kembali.
Melihat wajah kesal istrinya, membuat Alex semakin senang. Apalagi melihat wajah cemberut istri mungilnya itu.
"Bapak Mr, berhenti! Amy kan, lagi belajar!" Pinta gadis itu dengan suara rengekan manja.
Karena terlalu gemas mendengar suara istrinya itu. Alex membalikkan kursi Amy, menghadap dengannya. Pria tinggi itu bahkan menarik gagang kursi mendekat ke arahnya.
Hingga mereka kini saling berdekatan. Alex memajukan wajah membuat wajah keduanya begitu dekat dan hanya hidung mancung keduanya yang menjadi jarak.
__ADS_1
Alex memainkan terlebih dahulu hidung mancungnya d hidung sang istri, setelah itu mencuri kecupan di bibir mungil — Amy.
"Aku sangat menyukaimu, saat cemberut," bisik Alex, tepat di atas bibir mungil istrinya. Alex bahkan kini mengecup bertubi-tubi bibir Amy.
Gadis itu hanya bisa melongo dengan wajah kebingungan, mendapatkan serangan mendadak dari suami bulenya ini. Yang berubah menjadi mesum tingkat dewa.
"Bapak Mr!" Sentak Amy protes, sambil menutup mulutnya. Namun, Alex tidak kehabisan akal, kini pria itu menyerang kedua pipi tembem Amy yang menggemaskan sambil tertawa puas.
"Ih … bapak Mr! Usil," keluh gadis itu menatap sengit ke arah suaminya.
Alex sendiri hanya tertawa melihat wajah kesal istrinya, ternyata begitu menyenangkan saat bersama istrinya ini.
Karena terlalu asyik saling bercanda dan bercengkrama di ruangan terbuka, membuat keduanya tidak menyadari kedatangan dua orang yang kini berdiri membeku di depan pintu melihat wajah bahagia — Alex dengan seorang gadis berwajah imut.
"Ehem!" Sosok pria penuh dengan kharisma dan Wina itu berdesir sambil memperbaiki letak dasinya.
Sementara wanita di sampingnya menjadi malu, melihat adegan romantis di pandangannya.
Alex dan Amy menoleh, seketika Alex merubahnya raut wajahnya melihat kedatangan sang ayah juga ibu sambungnya itu.
__ADS_1
Amy menatap pasangan suami-istri yang kini berjalan ke arah mereka dengan tatapan penasaran, melirik sang suami yang malah terdengar, berdecak lidah.
"Halo sayang! Bagaimana kabarmu? Kamu sudah sehat?" Istri tuan Mahesa, segera mendekati Amy.
Bahkan wanita itu memeluk Amy, mencium kedua pilihan kenyal Amy.
Amy masih melongo dengan tatapan bingung, melihat sikap akrab pasangan tersebutlah.
"Jangan menyentuhnya!" Titah Alex yang menarik Amy ke arahnya.
Istri tuan Mahesa hanya terenyuh tipis, menerima penolakan dari putra sambung yang tersedia kalinya.
"Tante siapa?" Tanya Amy dengan penasaran.
"Ah, iya, kamu tidak mengenal kami, padahal beberapa hari yang lalu aku merawatmu," ujar nyonya Mahesa sambil tersenyum.
"Merawat Amy?" Gadis itu berkata lirih sambil memperhatikan wajah nyonya Mahesa.
"Iya, kamu terkena demam, akibat terlalu lama kehujanan di luar. Jadi … putra Tante yang …." Ucapan nyonya Mahesa menjelaskan tentang bahaya yang didapat Amy.
__ADS_1