Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 45


__ADS_3

Amy dan Alex kini berjalan memasukinya pintu masuk salah satu restoran mewah yang ada di pusat kota. Saat masuk ke dalam restoran sambil berjalan dengan saling bergandengan tangan.


Alex mengatur kembali pertemuan penting dengan kliennya di restoran tersebut. Yang sebelumnya ia akan melakukan pertemuan di kantor.


Karena Alex yang takut istrinya digoda oleh pria lain, ia membawa istri kecilnya bertemu dengan klien.


Amy sendiri meskipun merasa kebingungan, ia hanya bisa diam, apalagi sejak tadi telapak tangan mungilnya terus berada di telapak tangan besar sang suami.


Saat berjalan menuju ruangan private, semua tatapan mata tertuju kepada keduanya. Mungkin anggapan orang-orang di sana, mengira keduanya adalah ayah dan anak.


Yang mana Alex berjalan dengan penampilan gagah dan rapi, sedang Amy tampak begitu imut berjalan di samping suaminya.


Namun mata mereka kini tertuju di bagian leher Amy yang begitu banyak tanda sensitif di sana. Tanpa gadis itu ketahui ia begitu percaya diri berjalan di samping suaminya.


Alex hanya tersenyum puas, beranggapan yakin kalau Amy adalah istrinya. Tanpa ia ketahui hal buruk tentang anggapan mereka.


Sekarang saja terdengar bisikan lirih dan atau ungkapan sunggingan yang ditujukan kepada Amy yang mereka pikiran Amy adalah gadis tidak memiliki harga diri.


Amy yang mendengar samar gunjingan mereka diam, selain tidak terdengar jelas, Amy kurang memahami ucapan orang-orang yang ia lalui.


"Adeh, perasaan saat umur sepertinya mainan gue boneka Barbie dan bongkar pasang. Lah … anak jaman sekarang mainannya, om-om, ih … ngeri ***." Komentar salah satu pengunjung restoran yang baru saja Amy lewati.


Gadis itu bisa mendengar dengan jelas, tapi … Amy memilih diam, nyatanya pria yang terus menariknya lembut adalah suaminya.


"Bodo amat, dengan nyinyiran mereka," gumam Amy pelan, mendelik ke arah sang wanita yang mencibirnya barusan.


"Kau mengatakan sesuatu, baby?" Alex menunduk kepalanya, melihat wajah kesal istri kecilnya itu.


Keduanya kini memasuki lift untuk membawa ke lantai paling atas di mana Alex sudah memesan satu ruangan private di sana.


Amy mendongak dengan tatapan kesalnya sambil menggeleng kepala.


Alex mengangkat kedua alisnya, membuat kerutan di sekitar dahi.


"Apa kau yakin?" Tanyanya lagi, sambil merapikan poni Amy yang sedikit mengganggunya melihat kedua mata bulat lebar gadis kecilnya.

__ADS_1


Amy lagi-lagi ngangkuk yakin dan memegang perutnya.


"Amy lapar," ucap gadis itu dengan wajah menunduk malu.


Alex tersenyum, lalu merangkul leher istri mungilnya itu dan meletakkan di bawah pundaknya, Amy terlihat menggemaskan berada di posisi seperti itu.


Alex kembali menggenggam lembut telapak tangan kecil Amy dan membawanya ke arah pintu yang ada paling pojok.


Amy menatap penuh kagum pemandangan saat berada di lantai atas, gadis itu bisa menyaksikan keramaian kota padat dari lantai lima restoran.


"Kau suka?" Alex menghentikan langkahnya sejenak, saat melirik istrinya yang menatap takjub pemandangan.


Amy hanya bisa mengakukkan kepalanya dengan senyum lebar, membuat kedua lubang di pipi tampak jelas, gadis kecilnya ini sungguh begitu manis dan imut.


Tidak tahan melihat wajah manis gadis kecil, Alex menghujami kecupan di puncak kepala istrinya yang mungil.


"Kita masuk ke dalam little girl!" Alex mengajak istrinya masuk ke dalam ruangan saat membuka pintu.


Amy bisa melihat ruangan itu tampak begitu mewah dan lumayan luas, cukup untuk 50 orang ada di dalam.


Wanita yang menjadi klien, Alex, langsung jatuh hati kepada sosok mungil Amy.


Wanita berusia 40 tahun itu segera mendekati Amy dengan sikap penyayangnya itu. Memperlakukan Amy layaknya putri kecilnya.


"Mr Alex,. Putri Anda begitu imut dan manis. Aku sungguh menyukainya. Bagaimana kalau aku melamarnya untuk menjadi menantuku!" Wanita itu mengucapkan kata-kata dengan ekspresi antusias di depan Alex yang hanya bisa tercengang dengan wajah menahan kekesalan.


"Anak? Apa mereka tidak melihat cap bibirku di leher istri kecilku ini?" Alex memasang senyum canggung.


Melirik istrinya yang berada di pelukan wanita yang sejak tadi begitu terobsesi dengan Amy. Wanita yang merupakan seorang artis senior terkenal dan memiliki suami seorang pengusaha kaya raya dan ingin melakukan pembicaraan penting tentang proyek pembangunan hotel yang akan di bangun di luar kota Jakarta.


Namun pembicaraan penting itu harus terjeda terlebih dahulu, melihat sang nyonya besar hanya fokus kepada Amy yang sejak tadi tidak merasa nyaman. Kedua pipinya bahkan merah akibat dicubit gemas.


Alex pun tidak tega melihat kedua mata lesu istrinya itu dan ia baru ingat kalau gadis mungilnya sedang kelaparan.


Pria yang bersama dengan wanita yang berpenampilan modis dan elegan itu, mengerti dengan raut tidak nyaman Alex dan Amy. Pria berwajah tegas itu berdehem dan memerintahkan istrinya untuk melepaskan Amy yang ada di pelukannya.

__ADS_1


"Mah, lepaskan dia. Kasihan gadis itu bisa sesak nafas," ujar pria berusia sekitar 50 tahun itu, mencoba membujuk istrinya.


Wanita itu menurut, namun tidak membiarkan Amy menjauh darinya. "Habisnya dia imut banget, pah. Pengen mama bungkus dan bawa pulang. Lumayan buat mainan mama kalau capek," seloroh wanita itu yang seketika membuat Alex tersenyum kaku.


"Emangnya, istriku barang. Enak saja pengen dibungkus," Alex berkata dalam hati sambil menatap wajah sendu istrinya.


"Oh my little girl," gumamnya yang menatap sendu sang istri.


"Mah!" Pria itu kembali bersuara, kali ini terdengar sedikit tegas.


Wanita itu terpaksa melepaskan Amy dengan tidak rela. Ia berencana akan mengenalkan Amy kepada putranya, dalam pikiran wanita cantik itu, putranya sangat cocok dengan Amy yang begitu imut mengemaskan.


Amy segera berpindah duduk di dekat suaminya, sambil memegang ujung jas suaminya. Gadis itu tampak tidak betah berada di sana.


"Sabar, hanya sebentar. Setelah ini kita pulang, oke," bisik Alex sambil mengusap rambut istrinya.


"Oh, manisnya," seru wanita itu yang sungguh begitu terobsesi dengan Amy.


"Mah, jangan seperti itu. Lihat, dia ketakutan seperti anak-anak yang kena sawan," celetuk suami wanita itu diiringi kekehan.


Membuat wanita berkelas tersebut kesal dan masih memandangi Amy. Ia begitu menyukai anak perempuan yang modelan kayak Amy. Apalagi wanita itu tidak memiliki anak perempuan dan hanya memiliki tiga putra.


Membuat wanita itu ingin menjadi Amy putrinya.


"Lebih baik kita pesan makan siang terlebih dahulu, sebelum melakukan diskusi," pria berjas hitam pun mengambil keputusan yang membuat Alex sedikit lega. Setidaknya istri kecilnya tidak menahan rasa lapar.


Keempatnya pun mulai melakukan diskusi, meskipun awalnya ingin menyantap makan siang terlebih dahulu, namun tiba-tiba wanita itu harus menghadiri undangan penting di salah satu stasiun televisi ternama yang ada di Jakarta.


Namun menu yang sudah dipesan tertata rapi di atas meja, membuat mereka pun memulai diskusi sambil menikmati makan siang dengan santai.


Sedangkan Alex sejak tadi menyuapi istrinya dengan menu steak yang sudah di pesan. Alex yang mengetahui istri kesusahan memotong daging. Berinisiatif untuk menyuapi Amy.


Gadis itu kini terlihat sedang memainkan ponsel suaminya sambil menerima suapan lembut dari sosok pria dewasa di sebelahnya.


Pria yang sejak tadi menatap mereka begitu tersentuh dengan perhatian Alex kepada Amy yang dalam sudut pandang adalah putri Alex.

__ADS_1


"Anda begitu menyayangi putri anda tuan Alex!" Seru pria itu lembut, membuat Amy tersedak sepotong daging yang baru di masuk ke dalam mulutnya.


__ADS_2