
"Ingat, jangan kemana-mana tetap di rumah dan jangan buat neda kesusahan!" Sebelum bangkit dari kursi makan setelah sarapan, Alex memperingati istrinya yang diam sejak tadi.
"Kalau di ajak bicara itu lihat orangnya, bukan malah nunduk. Emang kamu anggap aku papan meja!" Sentak Alex yang sangat geram melihat Amy yang terus menunduk.
"Emang," sahut Amy keceplosan.
"Apa!" Gertak Alex dengan alis terangkat keatas.
Amy pun jadi kelabakan juga salah tingkah, sungguh berhadapan dengan suami bulenya membuat nyali Amy menciut.
"Katakan, apa yang kamu bilang?" Alex kembali mengeluarkan suara dengan keras sambil memukul meja makan.
"Astaghfirullah, bapak Mr wajah kaku kayak papan meja," sahut Amy lagi-lagi keceplosan, akibat terkejut dengan suara suaminya pun gebrakan meja.
Amy sadar dengan perkataannya, segera menutup rapat mulut mungilnya yang sangat mudah keceplosan, menggelengkan kepala saat melihat wajah suaminya mulai merah, seakan mengeluarkan dua tanduk di atas kepala juga telinga berasap. Kalau Amy gambarkan, suaminya kini mengekspresikan wajah tokoh salah satu komik yang sering dibacanya.
"Waduh, aku keceplosan," monolog gadis itu. Berangsur bangkit dari meja sambil melirik suaminya yang masih terus menatapnya.
"Mau kemana, kembali kau!" Teriak Alex, melihat istrinya itu berlari ke arah ruangan keluarga. Alex pun mengejar istrinya dengan wajah begitu emosi jiwa dan raga.
"Kemari kau gadis nakal, aku akan memberikan hukuman untuk. Cepat kemari!" Teriak Alex yang saling mengejar bahkan menghadang satu sama lain.
Sungguh pemandangan yang begitu indah, keduanya terlihat seperti seorang ayah dan anak perempuan yang sedang bermain kejar-kejaran.
Amy begitu gesit menghindar saat tangan panjang suaminya ingin menarik tubuhnya, membuat Alex akhirnya kewalahan dan ngos-ngosan.
__ADS_1
Pria itu menjatuhkan tubuh tingginya di atas sofa sambil mengatur napas, melirik tajam ke arah istrinya yang berdiri di belakang partisi. Wajah Amy terlihat senang, melihat suaminya kalah telak. "Siapa suruh ngejar Amy, udah tahu dah tua, masih aja pengen ngejar Amy, rasain tuh, bengek kan?" Ujar Amy sambil tersenyum lebar.
Melihat wajah bahagia istri kecilnya yah begitu lincah dan cerdik, Alex pun menjadi semakin geram. Ia berusaha mengatur nafas sambil memantau istrinya. Ia akan menyerang saat melihat istri mungilnya itu lengah.
Sungguh pasangan yang sangat langka, mereka ibarat, seperti kancil si cerdik dan singa si buas dan tangguh, namun selalu kalah telak dengan kelincahan juga kecerdikan si kancil.
"Awas kau gadis mungil," gumam Alex yang berpura-pura tidak memperhatikan istrinya. Sibuk mengotak-atik tablet canggih di tangan.
Amy yang kini berdiri menatap suaminya remeh, terbelalak saat melihat tablet dengan merk terkenal kini dimiliki oleh suaminya. Wajah Amy begitu syok dengan mulut terbuka, tidak percaya suaminya memiliki tablet yang berharga selangit itu.
"Wah, itu kan tablet canggih, bapak Mr!" Seru Amy. Tanpa sadar melangkah mendekati suaminya yang kini tersenyum miring.
"Kena kau gadis kecil, mendekat lah, little bear," gumam Alex yang terus melirik istrinya.
"Ya Allah, akhirnya Amy bisa melihat benda mahal ini," sorak Amy antusias dan kini duduk di sebelah Alex yang siap menerkam istrinya. Pria itu seakan puas, mangsanya masuk ke dalam jebakan.
"Akh … s*hit!" Pekik Alex, mengusap tangannya yang sakit.
Sedangkan Amy terlihat kebingungan dan berniat untuk menjauh dari Alex, tapi tiba-tiba telapak tangan besar kini menariknya hingga tubuh mungil sintalnya jatuh di atas pangkuan suami t-rex nya.
"Astaghfirullah, bapak Mr turunkan Amy!" Pekik gadis itu yang terus memberontak.
"Kena kau little rabbit, kali ini kau tidak akan lepas dariku aku akan menghukummu," ucap Alex sambil berbisik di dekat telinga istrinya itu.
Posisi Amy kini duduk miring di atas pangkuan suaminya, dengan kedua tangannya ditahan dari belakang oleh Alex, lalu tangan yang lain pria itu menahan pinggul sintal Amy yang terus bergoyang-goyang.
__ADS_1
"Oh s*hit," erang Alex saat merasakan sesuatu dibawah sana mulai terkoneksi kembali, membuat pria itu frustasi.
"Diam!" Bentak Alex, menyuruh Amy diam di atas pangkuannya yang terus bergerak.
"Tidak mau, lepaskan Amy!" Tolak gadis itu yang terus bergerak liar di atas pangkuan suaminya dan tanpa sadar kaos kebesaran yang ia kenakan kini tersingkap ke atas, memperlihatkan paha mulus Amy yang berisi di bagian paha atasnya.
Tatapan Alex pun fokus ke arah paha istrinya, seakan ada aliran listrik yang menarik tatapannya untuk melihat paha mulus istrinya itu.
"Oh Tuhan, ini sungguh menyiksa, akhh!" Pria itu pun berteriak frustasi, lantas berdiri tiba-tiba membuat istrinya terjatuh ke lantai.
Niat hati ingin menjebak istrinya, namun jebakan malah membuatnya uring-uringan, saat si antena miliknya bangkit saat mendapat koneksi sinyal dari gadis yang amat ia benci.
"Dasar pria bule gila, sinting, suami t-rex!" Teriak Amy marah saat suaminya sudah menghilang.
Gadis itu bangkit sambil mengusap bokong montoknya yang begitu sakit.
Ia berjalan menuju dapur, untuk mencuci piring bekas sarapan mereka tadi. Hari ini neda pamit untuk ke sesuatu tempat, katanya ingin menemui seorang teman lama, juga ingin mengurusi berkas pernikahan mereka.
Meskipun sulit neda akan tetap mengurus akte pernikahan cucunya itu, menurut neda, Amy adalah gadis yang sangat tepat untuk cucu semata wayangnya. Dan dengan cara ini, ia bisa terus bersama Alex, tanpa gangguan dari mommynya Alex yang selalu memerintahkannya kembali ke negaranya, dan neda juga tidak ingin memiliki cucu menantu bule.
Alex berlari ke kamar mandi, dengan mengerang kesal, ia juga terdengar berteriak frustasi di dalam kamar mandi.
Amy yang mendengar teriakan suaminya hanya bergidik bahunya ngeri. "Bule gila," ucapnya dengan wajah mencibir.
Sementara Alex kini sedang berjuang untuk sesuatu yang membuat kepalanya berdenyut sakit, apalagi kepala bawah yang terus berdenyut-denyut ngilu akibat istri kecilnya itu.
__ADS_1
"Awas kau gadis kerdil, aku akan membuat perhitungan denganmu," tandas Alex dengan tatapan nyalang, saat sesuatu pun sudah keluar dan si antena yang tadinya tegang dan menjulang kini kembali dalam mode non aktif. Membuat perasaan Alex lega. Meskipun ia begitu menyayangkan para kecebongnya harus terbuang percuma. "Bukankah, itu sama saja membuang sia-sia dan tidak menjadi berkah?" Keluh Alex, menatap nanar para benih berkualitas tinggi itu.
Selesai mencuci piring yang hanya beberapa saja, Amy melanjutkan menyapu seluruh ruangan demi ruangan, sudut ke sudut dan membersihkan debu di setiap benda yang ada di sana. Semua ini tentu saja atas titah suami t-rex nya, Amy begitu takut bila membantah, takut suami t-rex nya itu mengaung ucapan pedas.