
Amy yang sedang bersantai di depan tv terkejut saat mendengar suara bel berbunyi. Gadis itu sejenak diam, mengingat pesan suaminya sebelum berangkat bekerja. Yang menyuruhnya untuk tidak membuka pintu meskipun bel berbunyi.
Amy pun kembali memposisikan dirinya nyaman di atas sofa santai dan menulikan bel yang terus berbunyi secara terus-menerus.
"Kemana cucu menantuku?" Neda yang sejak tadi berdiri di depan pintu sambil menekan bel, merasa heran saat pintu di depannya belum terbuka, padahal sejak tadi punggung juga kedua lututnya begitu pegal.
"Mungkin nona tidur kali, Bu." Pelayan setia neda menimpali memberikan jawaban tepat.
"Wes, telepon cucuku, katakan Neda ada di depan pintu!" Perintah Neda kepada pelayan setianya.
Pelayan wanita berusia 40 tahun itu pun segera menghubungi Alex untuk meminta pintu dibuka.
"Tuan tidak mengangkat teleponnya, Bu," lapor sang pelayan.
Neda Pun yang sudah tidak tahan lagi untuk berdiri, kini duduk di lantai dua depan pintu sambil mengusap kedua lututnya yang begitu pegal.
"Bu, disini kotor," sela sang pelayan, melarang nyonya tua itu duduk di lantai.
"Aku pegal Sum," sahut Neda sambil sesekali mengeluh kesakitan.
Pelayan Sum pun merasa tidak tega kepada majikan baik hatinya ini, dia pun mencoba untuk mengetuk pintu dan memanggil Amy.
Amy yang merasa namanya dipanggil terdiam, mengamati suara perempuan di luar sana.
"Dari suaranya kayak kenal?" Gumamnya sambil berpikir.
"Coba Amy liat aja kali, ya. Siapa tau orang penting," ucap gadis itu dengan suara lirih.
Amy kembali melangkah mendekati pintu apartemen suaminya, mengintip dari lubang yang ada di tengah pintu tersebut.
Betapa terkejutnya gadis itu melihat bibi Sum yang ia kenal tadi pagi adalah pelayan setia — Neda.
"Astaghfirullah! Seru gadis itu segera membuka pintu.
Namun gerakannya malah membuat Neda yang bersandar di daun pintu hampir terjatuh ke belakang saat pintu itu terbuka, beruntung bibi Sum segera menahan bobot tubuh nyonya itu.
"Ya Allah, neda! Pekik Amy saat melihat Neda yang hampir terjerembab ke belakang. "Maafkan Amy, Neda. Amy nggak tahu kalau Neda yang ada di luar, Amy hanya menuruti perintah bapak Mr, kalau ada bunyi bel nggak usah dibuka." Amy menjelaskan kepada Neda sesuai pesan cucunya.
Wanita itu pun hanya bisa menghela nafas panjang dan menghembuskannya secara pelan-pelan.
"Tidak apa-apa cu," sahut Neda yang masih terlihat terkejut.
"Amy jadi nggak enak sama Neda," sela gadis itu dengan wajah rasa bersalah sambil menundukkan kepala.
Neda pun mendekati cucu menantunya itu sambil mengusap rambut Amy yang berantakan dengan sayang.
"Kamu sudah makan siang?" Tanya Neda penuh perhatian.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Neda, Amy pun refleks menggelengkan kepalanya. Sejak tadi gadis itu menahan rasa lapar. Walaupun ia terus mengunyah roti dengan berbagai selai, Amy tetap kelaparan tanpa mengkomunikasi nasi dan lauk pauk.
"Kamu lapar?" Tanya Neda sekali lagi sambil melirik tas belanja berwarna putih dengan logo makanan terkenal.
Amy sekali lagi menganggukkan kepala sambil memamerkan cengiran khas gadis itu yang membuat wajah manisnya semakin mani.
"Subhanallah, kamu manis sekali sayang!" Seru Neda, mengagumi wajah manis Amy yang ternyata mewarisi kecantikan almarhum sang nenek.
Neda meraih tas berwarna putih itu dengan logo restoran terkenal, memberikan kepada Amy yang terlihat antusias.
"Makanla, setelah itu temui Neda di kamar, okeh!" Pinta Neda setelah itu meninggal Amy yang berjalan menuju meja makan.
Membuka tas tersebut yang terdapat tempat makan yang begitu mewah dan semakin tercengang saat melihat isi tas itu ternyata beberapa menu masakan mewah nan mahal.
Amy pun tersenyum kegirangan dapat merasakan makan-makanan mewah seperti di hadapannya ini. Kapan lagi ia akan mendapat kesempatan untuk mencicipi menu makanan yang sedang viral.
Amy ingin mengambil momen keberuntungan ini, untuk bisa dibagikan juga di media sosial pribadinya. Namun sayang ponselnya hilang saat menghindari kejaran Satpol pp dua hari yang lalu.
Gadis itu lupa memberitahu kepada baba,. Amy hanya berani melaporkan kepada sang baba yang akan menanggapi dengan bijak keluhannya. Tidak seperti emak yang akan kembali mengomel hingga satu kompleks mendengar Omelan emaknya itu. Belum lagi ia akan mendapatkan jari kepiting pedas dari sang emak yang pasti akan membuatnya menangis.
"Hah, tiba-tiba ingat baba dan emak, sama babang Alif juga bibi." Amy yang menatap menu masakan mewah hanya bisa menikmati dengan raut sedih akan kerinduan terhadap keluarganya.
Amy pun memakan menu restoran itu dengan wajah sendu, selera dan minatnya tadi hilang begitu saja, saat mengingat keluarganya.
__________
Neda mengalihkan perhatian ke arah pintu di mana Amy berdiri di luar sana. Sungguh gadis yang memiliki etika dan kesopanan yang baik.
Kemarilah, cu. Duduk dekat Neda!" Pinta wanita paruh baya itu dan menarik tubuh lembut tangan Amy agar segera duduk di sampingnya.
Tampak wanita paruh baya itu terlihat antusias sekali membuka beberapa tas yang berisikan beberapa potong pakaian untuk Amy.
"Lihat, ini sangat pas dengan size kamu sayang," ucap Neda yang begitu senang saat mencocokkan sebuah gaun khusus remaja di tubuh Amy.
"Pakai cepat, cu! Neda mau melihatnya terpasang di tubuhmu!" Pinta Neda dengan wajah yang tidak sabar.
Amy yang sejak tadi hanya bisa diam, melihat pakaian dan gaun-gaun indah depannya, ia pun begitu kagum dengan gaun yang Neda belikan untuknya.
"Masya Allah, kau terlihat semakin menggemaskan dengan gaun indah ini sayang!" Seru Neda, memuji penampilan Amy yang tampak anggun dan menggemaskan dengan gaun berpotongan di bawah paha dan berlengan sabrina, warnanya pun kontras dengan kulit Amy yang putih juga tubuh gadis itu yang agak berisi di bagian tertentu. Sungguh Amy terlihat begitu sangat berbeda.
"Sekarang, kita tinggal menunggu seseorang untuk mengubah penampilanmu semakin sempurna," ucap Neda antusias dan tidak sabar.
Amy pun hanya diam dan menurut saja, meskipun gadis itu tidak nyaman dengan gaun yang terlalu indah untuknya, gadis itu menyayangkan memakai gaun seindah ini untuk sehari-hari.
Dan gadis itu pun mencoba beberapa potong gaun juga pakain untuknya, ada juga beberapa sepasang dalaman plus baju aneh di pandang Amy.
Sebuah baju setelan yang terlihat seperti pakai anak TK. Amy mengamati pakaian tersebut, yang bajunya berwarna putih dan bawahan rok sedikit lebar di atas paha. Juga ada sesuatu yang membuat Amy kebingungan, yaitu kain berbentuk segitiga sangat kecil.
__ADS_1
"Ini baju apa? Kok kayak baju pas Amy TK?" Monolog gadis itu terheran-heran.
"Terus yang hitam kecil ini apa? Dasinya yah? Kok kesannya kayak baju pilot?" Lanjut gadis itu lagi dengan wajah yang sangat terlihat bingung. Baru pertama kali ini ia melihat model baju seperti yang ada di tangannya.
"Ngapain Neda beliin Amy pakaian seperti ini? Emangnya Amy mau ke mana makai pakaian begini?" Gadis itu pun terus bertanya-tanya dalam hati dengan wajah mengkerut.
Namun kini tatapan Amy tertuju kepada satu pakaian yang sama dengan warna pakaian yang ia pegang. Namun kali dengan model potongan kayak seragam seorang maid.
"Lah, inikan baju pembantu yang di sering Amy liat di komik anime? Ngapain Neda beli ini?" Amy menatap dalam pakaian yang satu ini yang memiliki bentuk lucu apalagi bando yang bentuk telinga kelinci.
"Wah ini mah pas sama Amy, dari dulu Amy pengen punya baju model kayak gini? Pake ah," seloroh Amy yang segera beranjak untuk mencoba baju yang ada di tangannya.
"Astaghfirullah!" Pekik Neda, melihat penampilan Amy yang mengenakan pakaian ala-ala maid yang ada di komik anime.
"Bagaimana? Cocok nggak sama Amy?" Tanya Amy yang menginginkan pendapat Neda.
Neda sendiri begitu pangling melihat penampilan Amy yang begitu menggemaskan dengan pakai tersebut, Amy tampak menggemaskan plus menggoda.
"Aku yakin, bule gila itu pasti ngiler liat istrinya berpenampilan seperti ini." Kata Neda dalam hati dengan seribu rangkaian cara licik untuk membuat cucunya itu tidak lepas dari pernikahan yang sudah ia rencanakan.
"Kau terlihat sangat lucu dan … hot," sahut Neda girang dan sedikit bergumam di akhir kalimat.
"Benarkah, Neda," jawab si gadis lugu yang tidak tahu apapun.
"Tapi lebih menarik lagi kalau Amy memakainya saat malam hari, saat Amy bertugas di kamar untuk suami kamu sayang." Celetuk Neda, membuat gadis itu mengkerut dahi kebingungan.
"Di kamar? Baju dinas? Suami?" Gumam Amy dengan pertanyaan yang ada di pikirannya.
"Pokoknya, pakai ini saat kamu mau tidur dan saat bule pemarah itu ada di dalam kamar, Neda dengar-dengar siapa saja yang mengenakan pakaian ini saat tidur, dia akan bermimpi jadi tokoh anime yang digemari," ujar Neda, memberikan pengaruh kepada otak dan pikiran polos gadis di depannya.
"Benarkah!" Sahut Amy antusias.
"Hum, tapi sebelum itu kita melakukan beberapa perawat khusus untukmu sayang, agar Amy semakin cantik dan glowing," lanjut Neda yang sangat bersemangat.
jadi Uma mau revisi usia si bapak Mr menjadi 35 gais, cocok ngk. dari dulu mau revisi itu sebabnya uma mau tak hapus dulu, namun udah di kontrak jadi.... ya lanjut 😁😁
kita ganti visual nya bapak Mr lebih fresh.
ini cocok kali yah, jadi bule Indonesia 🤭
pas kan? jadi bapak Mr yang mabok marah-marah mulu🤭😁
jangan lupa dukungannya gais, uma butuh komentar kalian, buat uma semangat update 🤗, kalau bapak Mr mabok marah-marah, Uma mau mabok komentar kalian. janji deh, entar habis ini ada part bikin panas dingin 😁😁🤭
__ADS_1