
Keduanya kini masih saling menatap dalam diam, Alex bahkan sedikit demi sedikit lebih mendekatkan wajah. Membuat Amy refleks menutup mata dengan erat-nya hingga kelopak matanya mengkerut.
Alex pun menyapa bibi ranum milik Amy yang sejak tadi terlihat begitu menggoda, pria itu beraksi ingin merasai, namun tiba-tiba sang pemilik belahan bibir menggoda itu mengatupkan kedua belahan bibirnya rapat. Membuat Alex menatap lekat sang istri yang masih memejamkan mata.
"Buka!" Pinta Alex dengan suara berat yang menggetarkan jiwa.
"Buka, aku akan memberikanmu hukuman kali ini," Alex melanjutkan ucapan dengan nada ancaman.
Amy menggelengkan kepala ia bahkan membawa salah satu telapak tangan untuk menutup mulutnya.
Alex pun semakin geram, atas kelakuan istri kecilnya ini. Pria itu pun memaksa Amy untuk menyingkirkan tangannya.
"Tidak mau, bapak Mr mau ngapain sih! Ujar gadis itu protes, saat Alex memaksa menyingkirkan tangannya dari atas mulutnya.
"Aku akan memberikan hukuman kepadamu," sahut Alex yang kini berhasil menyingkirkan tangan Amy dan mencekal kedua tangan istrinya itu ke atas kepala sang istri.
Alex pun mencoba untuk lebih mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya dengan posisi masih menindih tubuh mungil istrinya itu. Amy terus menghindar dengan menggelengkan kepala agar Alex tidak mudah untuk menciumnya.
"Ish … apa-apa si bapak Mr," sentak Amy kesal.
"Aku akan memberikan hukuman," jawab Alex geram.
"Iya, tapi jangan cium bibir juga kali, bibir Amy kan belum rasain kiss. Masa bapak Mr mau ngambil first kis …." Belum selesai ucapan Amy yang tanpa sadar terus berceloteh hingga bibirnya terekspos di depan wajah suamiku. Hingga kecupan lembut membuat Amy tidak mampu menyelesaikan ucapannya, membuat gadis itu hanya tercengang.
Alex kini menyesap lembut bibir manis istrinya yang begitu membuat pria itu lupa diri.
"Sial, ini sungguh lembut dan manis," Alex mengomentari rasa pada bibir perawan istrinya.
Alex terus menyesap bibir bawah sang istri dengan penuh kelembutan pun hati-hati, bergantian dengan bibir atas sang istri. Sungguh bibir Amy sukses membuat Alex ingin terus menyesap bibir ranum legit istrinya.
Sementara Amy masih membeku dengan keterkejutan, bagaimana tidak ia merasa aneh saat kedua belahan bibirnya disentuh untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Ada perasaan tidak rela namun perasaan aneh lebih mendominasi keadaan, Amy mulai menyukai sentuh bibir suamiku yang begitu lembutnya. Meskipun ia agak sedikit geli saat rambut-rambut halus di sekitar bibir suamiku menyentuh belahan kenyalnya itu.
Amy memejamkan mata sambil menahan nafas, ia bingung harus melakukan apa, ingin menyingkirkan sosok pria di atas tubuhnya oercumbuan. Tubuh Amy sangatlah mungil dibanding tubuh tinggi kekar sang suami yang sangat mudah membantingnya.
"Hm!" Alex melepaskan cumbuan lembut di bibir istrinya, saat merasakan pukulan ringan di dadanya pun mendengar leguhan menyiksa dari sang istri.
Amy meraup udara sebanyak mungkin saat bibir suaminya melepaskan ciuman mereka.
Alex masih memandangi wajah merah Amy, yang dalam pandangannya semakin menggemaskan dengan kedua pipi merona. Dan bibir yang baru saja ia cumbu kini kembali bergerak menggoda untuk meraup udara.
Alex tersenyum sambil membersihkan sisa-sisa saliva di pinggir bibir Amy, pria itu menyentuh bibir istrinya dengan gerakan sensual.
Lagi-lagi Amy hanya bisa terdiam dengan wajah kebingungan harus melakukan apa.
"Kenapa kau menahan nafas, hum?" Bisik Alex tepat di atas wajah merona istrinya itu.
Amy hanya bisa membuka kelopak mata lebar sambil menggeleng.
"Aku tidak tahu soal ciuman, ini kan first kiss Amy." Amy menjawab dengan wajah yang semakin membuat Alex mengeram dalam hati.
"Jadi kau selama ini belum memiliki pacar?" Tanya Alex yang kini menyingkir dari atas tubuh istrinya. Pria itu duduk, lantas berdiri lalu meraih kedua tangan Amy dan menariknya.
Alex bahkan mengangkat tubuh mungil Amy dengan mudah lalu berjalan menuju sofa.
Pria itu mendudukkan bokongnya di atas sofa dengan posisi Amy berada d atas pangkuannya.
Amy tampak terlihat malu dengan wajah setia menunduk, menyembunyikan wajahnya yang semakin merah merona.
"Kau belum menjawab pertanyaanku, bunny. Apa kau tidak pernah pacaran atau menyukai seorang pria?" Tanya Alex kembali sambil merapikan rambut istrinya, menyingkirkan bandana yang ada di atas kepala Amy.
Amy mengangkat pandangannya dan kini bertemu pandang dengan Alex, kedua kelopak mata lebar istrinya sungguh membuat Alex kagum.
__ADS_1
"I like your eyes, baby." Alex memajukan wajah dan berbisik di depan wajah diam Amy. Pria itu menyatakan kekagumannya dengan kedua mata istrinya. Alex juga meninggalkan kecupan di kedua kelopak mata Amy.
"Hah!" Amy hanya bisa melongo dengan wajah yang kurang memahami dengan ucapan sang suami. Percayalah jantung Amy sedang tidak baik-baik saja sekarang.
Berdekatan dengan sosok pria galak yang selalu memarahinya, membuat jantungnya berdetak kencang. Antara ketakutan juga gugup mendapat perlakuan manis dari Alex yang notabene-nya adalah sosok pria dewasa yang tentu saja memiliki banyak pengalaman tentang percintaan. Berbeda dengannya yang sang awam soal itu.
Amy bukan gadis bebas seperti remaja lainnya yang akan bersenang-senang saat malam hari atau merencanakan sesuatu rangkaian acara bebas dengan teman sekolahnya, no. Amy tidak akan bisa seperti itu, karena ia memiliki pengawasan ketat dari kedua orang tuanya, terlebih sang emak yang begitu posesif. Ditambah sang Abang yang selalu memantau dalam diam.
Boro-boro mau ikut bersenang-senang dengan para teman-teman sekolahnya atau bergaul, dekat dengan cowok saja, kedua mata Abangnya akan melotot tajam, membuat para pria menciut dan menjauhi Amy.
Padahal gadis itu ingin merasakan memiliki pacar, tapi … mau bagaimana lagi, melihat pengawasan emak dan Abangnya membuat Amy hanya bisa mengelus dada.
Mendengar kisah istrinya yang begitu dijaga ketat, membuat Alex tersenyum bangga. entah apa yang ada di pikiran pria dewasa itu. Hingga tatapannya terus mengarah di bibir ranum dan merekah Amy.
"Jadi kau belum merasakan jatuh cinta dan kasmaran?" Alex kembali bertanya sambil mengelus pipi tembem Amy yang kenyal.
"Amy tidak tahu apa itu cinta, namun Amy memiliki pria idaman," jawab Amy dengan wajah malu-malu mengingat sosok pria yang sejak dulu ia sukai.
Alex memicingkan mata, melihat wajah istrinya yang tiba-tiba terlihat malu-malu. Alex bahkan mengubah raut wajah tidak suka.
"Benarkah?! Ujar Alex dengan suara di tekan. Sungguh ia tidak suka ucapan gadis kecilnya ini.
"Hum, Amy dari dulu suka sama Abang sesar, dia tetangga kami. Dari dulu Abang sesar suka jagain Amy saat bermain di sekitar kompleks, sampai sekarang pun sering jagain Amy juga antar jemput Amy ke sekolah." Tutur gadis itu dengan senyum-senyum sendiri layaknya seorang gadis yang sedang kasmaran.
Alex yang tidak suka dengan cerita istrinya, segera mengangkat tubuh mungil yang ada di pangkuannya, meletakkan Amy di sofa lantas ia berjalan ke ranjang dengan mood yang sudah hancur.
"Cih, cerita yang membosankan,"celetuk Alex yang naik ke atas ranjang, mendelik ke arah Amy dengan kesal setelah itu merebahkan tubuh tingginya di atas kasur.
Amy hanya bisa melongo melihat suaminya yang tiba-tiba berubah dan meninggalkannya sendiri.
"Pria tua ini kenapa?" Ucapnya dalam hati.
__ADS_1
"Jangan tidur di ranjang, tidurlah di sofa!" Sentak Alex tiba-tiba. Amy pun semakin tercengang, tidak lama sebuah bantal dan selimut melayang ke arahnya dan pas mengenai wajah Amy.
"Astaghfirullah, kenapa bule tua ini berubah-ubah kayak bunglon?"