
Amy terlihat berlari ke arah mobil mewah yang kini berhenti tepat di depannya.
Wajah gadis itu begitu ceria, suaminya datang menjemput di tempat biasa dengan waktu yang tepat.
Sudah satu Minggu ini, Alex bersikap hangat dan lembut terhadap istri kecilnya.
Mungkin hari ini adalah hari terakhir untuk Amy berada di sekolah, setelah menerima lembaran pengumuman kelulusan.
Dan gadis itu akhirnya bisa lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Hasil belajar setiap malam dalam pengawasan suaminya.
"Yeii … Amy lulus!" Teriak gadis itu dengan raut yang sangat bahagia. Amy bahkan memeluk tubuh suaminya.
Alex pun menyambut dengan wajah bahagia, melihat istrinya terlihat sangat gembira hari ini.
"Good girl, kau memang terbaik," ucap pria itu, menghadiahi seluruh wajah istrinya dengan kecupan.
Dengan perlahan kendaraan mewah Alex meninggalkan area sekolah. Menuju apartemen mereka.
"Kau, mau melanjutkan kuliah di mana?" Alex bertanya, sembari terus menggenggam tangan istrinya itu.
Mendengar pertanyaan suaminya, Amy terdiam, memikirkan tempat yang bagus untuknya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan.
Alex menoleh, saat istrinya hanya diam sambil berpikir. Pria itu mengusap pipi sang istri, yang berhasil membuat Amy tersentak kaget.
"Kenapa diam, hum?" Ucap pria itu begitu lembut.
__ADS_1
"Amy, masih bingung memilih tempat kuliah di mana? Begitu banyak kampus bagus yang direkomendasikan dari pihak sekolah. Jadinya, Amy bingung deh," Amy menjelaskan dengan raut bingungnya.
Alex hanya bisa tersenyum, mendengar celotehan istrinya ini. Ia juga sudah mendaftar Amy ke kampus terbaik yang ada di kota Jakarta, tanpa sepengetahuan istrinya.
"Apa ini?" Tanya gadis itu saat menerima amplop putih dari suaminya.
"Bukalah!" Pinta Alex sambil tetap mengemudi dengan hati-hati.
Amy membuka amplop yang diberikan suaminya itu, ia mulai membacanya dan seketika kedua kelopak mata lebarnya itu terbelalak.
"Jadi, bapak Mr, sudah mendaftar Amy di kampus terkenal itu!" Ucap Amy dengan respon yang begitu bersemangat dan bahagia.
"Kau keberatan melanjutkannya di sana?" Tanya Alex, sambil menggenggam kembali telapak tangan istrinya.
"Tidak, Amy, malah seneng. soalnya, Sasa dan Putra, juga kuliah disana," pungkasnya dengan wajah yang sangat berseri-seri.
Kini mobil mewah Alex sudah terparkir di salah satu rumah makan khusus menu masakan tradisional Indonesia.
Amy yang turun dari mobil menatap bingung bangun yang terlihat asri itu. Gambaran bangunan restoran yang tata bangunannya terlihat pada zaman dahulu.
Alex menarik lembut tangan mungil Amy, memasuki rumah makan tersebut. Pria itu begitu gagahnya berjalan masuk, sambil menggandeng istri kecilnya.
Amy terdiam dengan kedua mata sibuk menatap sekitar rumah makan yang begitu terkesan menyejukkan.
"Kenapa kita kesini?" Tanya gadis itu, saat berjalan di tengah-tengah tanaman hijau, untuk menuju sebuah rumah kebun di depan sana.
__ADS_1
"Ada apa? Kau tidak menyukai tempat ini?" Tanya pria itu yang terus melangkah.
Amy hanya menggeleng sambil menikmati pemandangan di sana. Gadis itu merasa sedang berada di kebun.
"Aku memiliki kejutan buatmu," ucap Alex dengan suara berbisik.
"Benarkah? Apa itu," sahut Amy yang begitu bahagia juga penasaran.
Alex hanya mengedikkan kedua bahu lebarnya dan terus melangkah, hingga kini berhenti di salah satu rumah kebun yang paling besar.
"Ayo!" Ajak Alex yang segera masuk, saat seorang pelayan rumah makan mewah itu, mempersilahkan keduanya untuk masuk.
"Emak, baba!" Teriak Amy, saat melihat keberadaan anggota keluarganya di dalam sana.
Ternyata suaminya itu sudah menyiapkan kejutan spesial untuk istri kecilnya dalam rangka kelulusan Amy dengan nilai cukup memuaskan.
Alex sengaja mendatangkan anggota keluarga istrinya itu, karena Alex tahu, setiap hari istri mungilnya selalu merindukan keluarganya.
"Anak emak," seru emak Nani yang begitu bahagia dapat bertemu dengan putri satu-satunya itu.
Keduanya kini saling berpelukan untuk melepas rindu. Tangis haru dan rindu membuat suasana berkesan melow.
Setelah beberapa bulan lamanya mereka tidak bertemu, karena gadis itu sedang menyiapkan ujian akhir dan tentunya harus izin dari suami, walaupun itu hanya melepas rindu dengan kedua orang tuanya.
"Baba," serunya, segera memeluk sosok pria yang merupakan cinta pertama Amy.
__ADS_1
"Apa kabarmu, nak?" Tanya sang baba yang langsung mencium kening putranya.
"Alhamdulillah, baik baba," sahut Amy yang masih terlihat memeluk sang baba tercinta.