Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 78


__ADS_3

Amy dan Alex semakin mesra dan lengket di setiap waktu. Bahkan Alex pernah menemani istri kecilnya itu mengerjakan tugas di perpustakaan kota. Ia hanya takut, banyak pria yang tertarik dengan istri kecilnya.


Wajah pria itu semakin fresh dan senyum terus ia pamerkan kepada orang-orang. Mungkin efek resep dokter yang ia amalkan, yaitu, 3 kali sehari. Dan resep itu manjur untuk kesehatan tubuhnya juga kini ia dipenuhi aura positif.


Sementara Amy terlihat semakin manis, gadis itu terlihat tambah dewasa dari segi penampilan juga sikapnya lebih dewasa.


Belajar keras untuk bisa menjadi seorang istri yang baik, sesuai yang apa pesan emak Nani saat beliau dalam mode serius dan bijak.


Agar Amy terus memperbaiki diri, lebih dewasa, lebih cerdas dan bijaksana dalam mengurus rumah tangganya.


Emak juga selalu mengajar Amy agar pintar melayani suaminya di atas ranjang, bukan apa-apa, emak hanya memberikan tanda waspada pada putrinya soal yang namanya pelakor itu kaya hantu. "Datang disambut dengan baik, pulang bawa laki orang," ujar emak waktu itu, beliau mengucapkan dengan wajah berapi-api, sambil melirik ke arah tetangganya yang selalu mencari perhatian pada baba Asraf, yang ketampanannya masih terlihat sampai sekarang, padahal usianya tidak muda lagi.


Amy pun menerapkan ilmu itu dalam rumah tangganya, sampai-sampai saat suaminya pulang, ia menyambut dengan penampilan sangat menarik.


Membuat Alex hanya bisa tersenyum puas dan lelah seharian pun hilang.


"Sungguh sambutan yang membuat kedua mataku langsung segar," batin Alex setiap pulang selalu disambut berbagai macam pakaian menarik.


Pria itu bahkan lebih rajin memesan pakaian sambutan untuknya dan memerintahkan kepada sang istri dengan nada manja juga sedikit rengekan. Membuat sang asisten hanya diam dengan wajah melongo, melihat perilaku atasannya yang menurutnya terlalu berlebihan.


"Dasar bucin, dulu aja kayak robot, batu dinasti, es balok. Lah … sekarang kayak bocah minta permen," batin koko Alvin, setiap melihat ekspresi wajah atasannya saat melakukan video call bersama istrinya.


Sungguh pernikahan yang sudah berjalan setengah tahun lamanya, setiap harinya semakin mesra dan harmonis. Keduanya terlihat seperti sedang pacaran mode halal.


Membuat para remaja lainnya begitu iri dengan mereka berdua. Apalagi Alex yang tidak mengenal tempat untuk bersikap romantis dan manis kepada istri cantiknya.


🌹🌹🌹


Amy kini menelisik penampilannya di depan cermin. Gadis yang baru saja berusia 19 tahun itu tampak begitu anggun dengan gaun merah muda.


Gaun memilki model sabrina, di mana ia memperlihatkan leher dan punggung mulusnya.


Gaun yang memiliki panjang di atas paha, menampilkan kedua kaki Amy yang mulus. Tidak lupa mengenakan make up tipis di wajah. Rambut pendeknya dibuat ikal di ujung dan tetap seperti biasa, full poni selalu menghiasi wajah gadis itu yang membuatnya semakin manis.


"Sempurna," ucapannya sambil tersenyum lebar, membuat lesung pipi di sebelah kiri begitu jelas terlihat.


Amy meraih botol parfum yang beraroma manis, aroma yang selalu membuat suaminya betah memeluk.


Gadis itu meletakkan botol parfum di atas meja rias, ia berlari dengan wajah cerah saat mendengar pintu apartemen berbunyi, tanda seseorang akan masuk.


"Selamat datang!" Seru gadis itu, saat melihat punggung suaminya yang sedang menutup pintu.

__ADS_1


Alex yang tampak lelah, seketika tersenyum lebar saat melihat istri kecilnya dengan penampilan segar dan menarik.


Pria itu merentangkan kedua tangan, memerintah istri kecilnya segera datang ke pelukannya.


"Come on, baby!" Pinta Alex.


Amy segera berlari kecil dengan kedua kaki telanjang, membuat Alex begitu gemas.


"Sayang!" Seru gadis itu yang langsung melompat ke atas gendongan suaminya.


Tubuh Alex sedikit bergeser ke belakang, saat belum siap, ia segera menahan bobot tubuh istri kecilnya, sambil mengecup bibir mungil Amy.


"Kau terlihat cantik hari ini, dear," ucap Alex tulus, menyematkan pujian juga tatapan kagum.


Alex berjalan menuju meja makan, meletakkan tubuh mungil Amy di atas meja. Segera Amy membantu suaminnya itu melepaskan dasi yang seharian Alex pakai.


Dan gadis itu sesekali mencium rahang suaminya yang sedikit mendongkak.


Kedua tangan Alex bertumpu di sisi meja, mengurung tubuh istrinya di sana dengan tubuh tinggi yang sedikit membungkuk.


Alex tersenyum, menatap wajah cantik istrinya. Menghadiahi ciuman hangat di kening Amy.


Gadis itu memejamkan mata, merasakan hangatnya ciuman Alex yang begitu ia sayang.


"Apa yang seharian kau lakukan?" Tanya Alex, jari-jari tangannya tidak tinggalkan diam. Pria itu merapikan rambut Amy dan mengusap telinga istrinya.


"Menunggumu, merindukanmu" sahut Amy singkat, mengagungkan kedua tangannya di leher suaminya.


"Benarkah?" Sahut Alex yang memasang raut wajah tidak percaya.


"Hum, aku seharian hanya menunggu waktu cepat sore dan menyambutmu, melihat wajah tampan suamiku ini," seloroh Amy dengan ekspresi ceria.


Namun Alex sedikit berbeda hari ini. Ia seakan menyimpan sesuatu.


Amy bisa merasakan itu dan menangkap dari mimik wajah suaminya.


"Ada apa? Apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan, sayang?" Tanya gadis itu, menengok wajah suaminya yang sedang menoleh ke samping.


Alex hanya membalas senyuman, ia kembali menggendong istrinya dan berjalan menuju kamar mereka.


"Tunggu aku di sini. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu!" Pinta Alex, mendudukkan istrinya di atas ranjang.

__ADS_1


Setelah itu, Alex terlihat berjalan menuju kamar mandi, meninggalkan Amy yang di penuhi rasa penasaran.


Alex terdiam sejenak di depan wastafel yang ada di dalam sana. Memikirkan sesuatu yang mendesak.


Hari ini ia harus kembali ke negara mommynya, Alex menerima pesan dari wanita untuk segera kembali sekarang juga. Dan mommynya mengancam akan bunuh diri apabila Alex menolak.


Alex pun memikirkan semuanya dan pria itu mengiyakan, karena ia juga ingin mengatakan sesuatu kepada mommynya, perkara istri dan wanita yang ada di sana. Mungkin masih berharap padanya.


Alex segera menyelesaikan mandinya, ia tidak punya waktu banyak untuk bersama istri tercinta.


Memikirkan untuk berpisah dengan istri kecilnya, membuat Alex begitu gelisah dan tidak sanggup.


🌹🌹🌹


"Apa? Kau, akan berangkat malam ini? Kenapa begitu mendadak." Amy begitu syok, mendengar kabar suaminya akan berangkat ke Inggris malam ini juga.


Membuat kedua mata indah gadis itu di banjiri air mata. Wajahnya bahkan terlihat begitu sedih dan tidak rela.


Tidak sanggup akan hidup berpisah jauh dengan suaminya, membuat tangis gadis itu semakin menjadi.


Alex yang melihat juga mendengar tangisan istrinya, begitu tidak tega.


"Hei, sweetie," tegurnya dan segera memeluk tubuh istrinya itu.


"Stt, jangan menangis, aku hanya pergi sebentar. Mungkin 2-5 hari," terang Alex.


Namun seketika tangis Amy semakin menjadi, membuat Alex sebisa mungkin membujuk istrinya.


"2-3 hari," ucap Alex lagi, barulah istrinya mulai tenang.


Amy melepaskan pelukannya, dengan wajah sedih dengan sesegukan, ia menatap suaminya.


"Janji, hanya sebentar saja," ucapnya yang diiringi isakan.


Alex hanya mengangguk sambil tersenyum paksa, mungkin urusannya akan memakan waktu lama.


"Akh, aku tidak sanggup berjauhan denganmu. Sehari saja tidak melihatmu aku selalu gelisah," Amy terdengar merengek manja.


"Stt, jangan khawatir semuanya akan membaik, bukankah kita masih bisa melakukan panggilan video call?" Ujar Alex sambil mengusap wajah cantik istrinya itu.


Amy pun terdiam dan mulai tenang. Meskipun berat untuk hidup berjauhan dengan suaminya. Amy tetap tidak akan bisa. Ia sudah terlalu biasa hidup bersama Alex dan rasa sayang itu sudah mulai ada.

__ADS_1


"Selama aku tidak ada, kau bisa tinggal di rumah emak, agar kau tidak kesepian." Alex kembali berkata dan berpesan pada istrinya untuk tinggal sementara waktu di tempat sang emak.


Amy hanya bisa menganggukkan kepala di dalam pelukan suaminya itu. Sungguh ia tidak bisa berjauhan dengan suaminya.


__ADS_2