Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 21


__ADS_3

Suara tangisan lirih terdengar di dalam mobil yang sedang berjalan menyusuri jalan raya yang tampak masih senggang. Membuat mobil mewah itu melaju sedikit kencang.


Terlihat gadis yang duduk di kursi depan, tepat di samping pria asing. Gadis itu menyatukan tubuhnya di pinggir kursi sambil menekuk boneka kesayangannya.


Wajah gadis itu begitu terlihat sedih, saat harus hidup berpisah dengan keluarga tercinta dan sekarang gadis bertubuh mungil, harus tinggal bersama pria asing yang baru ia kenal tadi siang.


Sedangkan sosok di balik kemudi hanya bisa menahan wajah jengah, mendengar tangisan gadis di sebelahnya yang membuatnya muak.


Ingin rasanya pria berwajah bule dan dewasa itu, menurunkan si gadis di jalan sepi, agar ketenangannya tidak terganggu. Tapi sang pria asing itu memikirkan nasibnya juga, apa yang terjadi kalau keluarga gadis ini mengetahuinya, bisa-bisa si bule bermasalah.


"Emak, baba, bibi, babang Alif, Amy takut tinggal jauh dengan kalian," ucap Amy di tengah tangisannya.


Gadis itu semakin menangis kencang, merasakan begitu kehilangan hidup jauh dari kedua orang tuanya untuk pertama kalinya.


"Emak … baba, Amy kagak mau tinggal berpisah dengan kalian." Gadis itu akhirnya menangis meraung-raung di dalam mobil.

__ADS_1


Sang pria bule pun, terkejut. Ia dengan mendadak menginjak rem. Hampir saja hidup mancung Amy terbentur dasbor mobil, begitu juga Alex yang keningnya hampir mencium setir mobil.


Dengan wajah garang, Alex membentak istri mungilnya itu dan mengeluarkan ancaman.


"Diam!" Bentak Alex lantang, Amy seketika berhenti menangis, menatap wajah suaminya yang begitu menakutkan, apalagi di tempat gelap.


Amy bergidik ketakutan, semakin menyusutkan tubuh mungilnya di pintu mobil.


Tangisannya berhenti seketika, mendengar bentakan suami, Amy juga begitu takut melihat wajah sang suami yang sangat mengerikan di kedua mata bulatnya.


"Bawa mobil, jangan kekencangan, Amy takut!" Pinta gadis itu yang masih terdengar sesegukan sekali-kali.


Alexander tidak menjawab permohonan istrinya, pria itu kembali menjalankan mobil, tanpa memperdulikan istri kecilnya yang terlihat kedinginan akibat AC di dalam mobil.


Amy menaikkan kedua kakinya di atas kursi mobil dan memeluk tubuhnya sendiri, gadis bertubuh mungil, hanya mengenakan setelan piyama tidur kesayangannya, tanpa memakai jaket.

__ADS_1


Amy terdengar menggigil, akibat begitu kedinginan. Padahal Alex sengaja membuat istrinya menderita dengan hawa dingin di dalam mobil.


Dapat terlihat senyum sinis di wajah pria dewasa di samping Amy. Alex tidak memperdulikan kondisi istri mungilnya itu, pria dewasa itu bahkan kembali menggertak sang istri dengan suara tajam.


"Turunkan, kedua kakimu! Kau akan mengotori mobilku." Tanpa terlihat berempati terhadap istrinya yang kini menggigil, Alex bahkan kembali membentak istrinya,. Bahkan mengulurkan salah satu tangannya untuk mendorong ke bawah kedua kaki mungil sang istri.


Amy yang mulai memejamkan kedua mata, terkejut dan hampir kembali keningnya terbentur, beruntung ia refleks melakukan aksi.


Amy membenarkan letak posisinya sambil menatap sang suami dengan raut berkaca-kaca.


"Amy dingin, bapak Mr," ujar gadis itu yang kembali meletakkan kedua tangannya di dada dengan bersilang.


Alexander hanya mendelik jengah sebentar lalu fokus kembali menyetir, tanpa memperdulikan Amy yang semakin kedinginan.


"Dasar kampungan." Alex berkata dengan wajah dinginnya dan meremehkan istrinya sendiri.

__ADS_1


Amy terdiam, namun suara isakannya begitu terdengar jelas di telinga Alex. Pria itu lagi-lagi mulai muak. "Jangan menangis, diam!" Sentak Alex tiba-tiba, membuat Amy menjadi ketakutan.


__ADS_2