Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 24


__ADS_3

Sosok pria tinggi tegap itu, terdengar berulang kali berdecak lidah. Raut wajahnya begitu kesal, tubuh tinggi itu, tidak hentinya berlalu lalang di hadapan seorang gadis remaja cantik.


Kedua kelopak mata bulat si gadis, terus mengikuti setiap pergerakan si pria yang memiliki wajah bule.


Gadis itu kini sedang berjongkok di depan pintu sambil meletakkan kedua siku tangan di atas lututnya, menyanggah kedua pipi bulatnya.


Amy terus menatap lekat suaminya yang sejak tadi terus mengomel dengan bahasa asalnya. Amy yang mendengar komelan suaminya hanya bisa mendengarkan sambil sesekali menguap.


Hanya ada kesunyian di sana, hanya Alexander yang sesekali terdengar mengomel. Kembali suasana menjadi hening, bahkan suara nyanyian para nyamuk terdengar.


"Plak." Tepukan kuat terdengar, Alexander yang menyandarkan tubuh tingginya di dinding, melirik Amy yang sibuk menggaruk leher juga kedua tangannya.


Kepalanya pun ikut menjadi bahan garukan si Amy, terkadang ia akan melihat jarinya yang terlihat mendapat sesuatu di atas kepala.


"Astaghfirullah, besar amat kutunya di rambut Amy? Ini akibat, emak jarang nyariin kutu Amy, jadinya mereka berkembang biak sampai gemuk kayak gini," oceh gadis itu mengenai perkara kutu di atas kepalanya.


Amy pun melanjutkan kegiatan menyusuri kepalanya dengan jari-jari ahlinya dalam mendapatkan, para prajurit mahkota kepalanya.


Gadis itu tidak memperdulikan tatapan heran suaminya, melihat kelakuan istri kecilnya yang begitu aneh dalam sudut pandang seorang Alexander.


"Aneh, dia berbicara dengan kepalanya," menolog Alexander dengan wajah mencibir sinis.


Keduanya masih di luar unit apartemen Alexander, menunggu bawahannya untuk membuka pintu apartemen yang bule itu lupa dengan password unit-nya sendiri.


Pasangan itu saling diam, Alexander yang sibuk dengan ponselnya, Amy yang sejak tadi menahan rasa ngantuk dengan sesekali mengulisik kepalanya.

__ADS_1


Belum lagi ia sejak tadi menahan lapar, gadis itu baru saja ingin menyendokkan nasi ke dalam piringnya, sebelum sang emak menariknya untuk segera mengikuti pria tinggi di depannya ini.


Kepala Amy mendongak sempurna, melihat wajah jutek suaminya itu.


"Meski, mukanya jutek, kok kelihatan tampan, ya? Coba kalau putra yang muka jutek, alamak dikatain ibu kos kompleks,"celetuk gadis itu pelan.


Sedangkan Alexander begitu fokus dengan ponsel di tangannya, pria itu bahkan terlihat tersenyum.


Yah, Alexander kini sedang berbalas pesan di aplikasi hijau dengan seorang wanita yang merupakan kekasih pria itu.


Begitu manis kata-kata, Alexander untuk kekasihnya yang sedang berada di negaranya. Wanita itu bahkan mengirimkan Alexander sebuah foto dengan pose anggun.


Alexander mengusap ponselnya, betapa ia merindukan kekasihnya itu. Namun perasaan rindu yang begitu dalam sambil berbalas pesan, tiba-tiba terdengar suara gerobakan dahsyat, Alexander sendiri hampir menjatuhkan ponselnya saking terkejutnya.


"Prettt, prett, prettt." Suara letusan sesuatu yang berasal dari gadis yang berjongkok.


"Bunyi apa itu?" Gumam Alex yang keheranan, menengok kiri kanan.


Kini pandangannya tertuju kepada istrinya yang kembali berdiri dengan gelisah.


Karena terlalu lama berjongkok, Amy tidak merasakan sesuatu akan keluar dari bawah. Gadis itu sendiri begitu kaget dengan suara kentutnya yang tersendat-sendat.


Ternyata gadis imut, merasakan perutnya sakit dan ingin segera ke toilet.


"Bapak Mr!" Seru Amy yang berdiri gelisah.

__ADS_1


Alexander mendengar Amy memanggil hanya melirik saja, tanpa menyahuti istri mungilnya itu.


"Bapak Mr!" Panggil Amy kembali, kali ini suaranya naik satu tingkat.


Alexander hanya mendelik sinis dan berdecak kasar. Tidak memperdulikan Amy yang sudah berkeringat dingin menahan hajat.


"Bapak Mr!" Kali ini Amy berteriak nyaring, berhasil mengejutkan Alexander.


Pria itu tidak terima dengan tingkah Amy, yang mengganggunya melakukan chat mesra bersama kekasihnya.


"Apa-apaan kamu, hah!" Bentak pria bule itu yang suaranya menggema di penjuru koridor tersebut.


"Amy kebelet," sahut Amy yang menanggapi bentakan Alexander dengan santai.


"Kebelet?! Alex tampak kebingungan, melihat wajah Amy yang begitu mewah.


Amy terus bergerak gelisah, gadis itu sungguh ingin membuang sekarang juga.


"Amy mau ke toilet, bapak Mr," ujar Amy sambil memegang perutnya.


"Sabar, jangan melakukan hal menjijikkan di sini," sela Alexander sengit.


"Tapi Amy sudah tidak tahan," pungkas Amy.


"Jangan berisik dan menurut lah, atau aku akan melemparkanmu dari lantai ini ke bawah sana." Kecam Alexander, membuat Amy hanya diam gelisah.

__ADS_1




__ADS_2