Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 26


__ADS_3

"Neng, neng, eneng, bangun!" Sosok pria bertubuh tinggi dan ramping, berjingkrak di hadapan gadis yang tertidur di luar aperteman.


Pria berkaos sederhana dan celana panjang olahraga, mencoba membangunkan gadis di depannya.


Kedua kelopak mata sipit itu terus memindai wajah polos pun lugu si gadis. Tatapan yang terlihat kasihan.


"Kasihan amat, anak perawan orang di jadiin penjaga apartemen, kalau terjadi apa-apa sama nih, gadis, bijimane? Bisa dapat masalah tuh si bule." Pria yang masih terlihat muda dengan usia sekitar 20 tahunan ke atas berusaha membangunkan Amy.


"Buset, nih cewek, tidurnya nyenyak amat yah? Padahal tidur di tempat kotor dan banyak nyamuk." Pria bermata sipit lagi-lagi melontarkan kicauan.


"Kasihan amat, lu, neng. Tinggal laki lu, yang lagi senang-senang di luar ama perempuan." Pria itu lagi-lagi berkicau, menyela kelakuan atasannya yang masih bersenang-senang di club dengan beberapa rekan.


Pria itu mendapatkan telepon dari atasannya itu untuk membantu membukakan pintu, namun saat akan berangkat ke apartemen, pria itu mendapat telepon dari Alexander yang mengatakan, tidak perlu datang ke tempatnya, karena pria itu sedang berada di luar.


Namun pria sipit itu tahu sedang dimana atasannya itu, karena sejak tadi ia mendengar suara keramaian juga suara wanita terkekeh.


Pria sipit berniat untuk kembali tidur, karena jarum jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Namun baru saja kedua matanya tertutup, ia segera terbangun dengan wajah panik.


"Kalau Mr di club? Terus istrinya dengan siapa? Masa istrinya disuruh menunggu," pria itu bergumam dan sejurus kemudian ia segera berlari ke lemari, mengambil asal pakaiannya.


"Dasar bule semprul." Maki si pria sipit tersebut.


Dan ia tiba di apartemen atasannya saat menunjuk pukul 3 pagi dan pria itu tertegun, melihat sosok gadis mungil tertidur di luar dengan posisi punggung menyandar dan kepala berada di pintu.


"Neng, bangun," pria itu sekali lagi mencoba membangun, Amy, sambil menepuk telapak tangan Amy.


Gadis itu merespon sentuhan pria sipit, Amy terlihat menggeliat juga menggaruk rambutnya.

__ADS_1


"Eneng, udah bangun, belom?" Tanyanya si pria sipit.


Amy refleks menggangkukkan kepalanya dengan kedua mata masih terpejam.


Si pria sipit terlihat gemas, melihat wajah Amy yang begitu menggemaskan.


"Imut, amat nih anak," gumamnya yang terus memandangi Amy.


Ia tersenyum sambil melambai tangan di depan wajah Amy yang kedua matanya kini menatapnya heran.


"Koko siapa?" Amy yang begitu terkejut, mendapati seorang pria sipit berada di depannya. Mungkin Amy melupakan sosok pria sipit di kantor polisi.


"Koko?! Pria di depan Amy bergumam pelan.


"Koko, mencari bapak Mr?" Amy kembali bertanya sambil mengusap kedua matanya. Begitu terlihat wajah lelah juga masih mengantuk.


Pria itu masih diam, menelisik wajah Amy yang bertanya dengan begitu lugu-nya.


Mendengar itu, si pria sipit membantu Amy berdiri, sungguh ia begitu sedih melihat keadaan — Amy.


"Tidak, aku kesini untuk membuka kunci pintu ini," sahut si pria sipit membantu Amy berdiri.


Amy terlihat tercengang, melihat pria di sampingnya membuka pintu apartemen suaminya.


"Mr, orangnya pelupa neng, jadi sandi pintu apartemennya sendiri lupa," ujar sang pria sipit sambil terkekeh.


Amy hanya diam, ia seakan merasakan hal ganjal. Sejak tadi suaminya itu belum pulang.

__ADS_1


"Dia kan, dah tua, koh. Jadi rada pikun," Amy menimpali sambil mengikuti langkah pria itu memasuki ruangan di dalam sana.


Seketika, wajah mengantuk Amy hilang. Melihat penampakan isi dalam apartemen suaminya yang begitu luas juga mewah.


"Masya Allah … mewah bener. Gila … ini sungguh mewah, koh," Amy bersorak kagum.


Pria yang dipanggil kokoh hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Amy berlari kesana kemari memeriksa seisi ruangan apartemen suaminya itu.


"Suka kagak?" Pertanyaan berasal dari si pria sipit.


"Suka. Ini mah kayak yang ada di tv-tv," ucap Amy yang kini berdiri di dekat jendela.


Gadis itu semakin takjub, melihat pemandangan malam di kota Jakarta, pada malam hari. Ia sedikit kebingungan, tentang keberadaan suaminya.


"Syukurlah, semoga lu kerasan tinggal disini," ujar si pria sipit.


"Eh … emang kamu mesti kerasan, nih pan, rumah laki lu," pria itu melanjutkan ucapannya.


Mendengar itu Amy hanya terdiam, memikirkan bapak Mr yang katanya pamit sebentar.


Si kokoh, pun kini menatap wajah Amy dengan lekat, mengetahui pikiran si gadis yang masih di bawah umur.


"Koh, tahu bapak Mr, di mana?" Akhirnya pertanyaan yang sedari tadi ia simpan, akhirnya menjadi pertanyaan.


Si kokoh, terlihat terkejut dengan pertanyaan Amy, namun ia sebisa mungkin mencari alasan.


"Bapak Mr, sedang melakukan meeting kerjaan, neng." Si kokoh pun memberikan jawabannya.

__ADS_1


Mendengar jawaban si kokoh, Amy pun hanya bisa mengangguk paham.


"Mendingan, Amy pulang aja kali, koh. Di sini Amy sendiri, mana tempatnya luas lagi." Seloroh Amy.


__ADS_2