Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 47


__ADS_3

Alex terjaga saat indera pendengaran menangkap suara grasak-grusuk di sekitarnya. Dengan berat, kedua kelopak tajam pria itu terbuka.


Samar-samar pria berkulit putih pucat itu melihat sosok mungil yang sudah rapi mondar-mandir di depan ranjang.


Alex bangun sambil menguap dan merenggangkan otot-ototnya tubuh kekarnya yang terasa kaku.


Ia mengernyit melihat tampilan rapi gadis mungilnya itu. Wajah pria itu berkali-kali tampan saat bangun tidur, bibir berwarna pink natural terlihat begitu sensual.


Mata tajam dengan netra biru itu terus mengikuti langkah istrinya.


Sedangkan Amy, sudah terbangun jam 06.30 pagi tadi. Menyiapkan keperluan sekolah juga suaminya. Seperti yang terlihat sekarang, Amy sedang menyiapkan setelan kerja untuk suami besarnya ini.


Tanpa ia sadari kedua netra tajam suaminya terus memantau layaknya predator buas.


"Good morning, little girl!" Alex menyapa sambil bangkit, membawa kedua kaki panjangnya mendekati tubuh mungil yang sudah terbalut seragam sekolah itu.


Amy yang memunggungi suaminya segera membalikkan badan, menatap lekat wajah rupawan yang kini berada di hadapannya itu.


"Kau sudah siap?" Alex bertanya sambil menelisik penampilan sang istri yang sudah rapi.


Amy mengangguk sambil terus memandangi wajah tampan suaminya. "Ya Allah, laki gue cakep banget pas bangun tidur." Amy bermonolog sendiri mengagumi wajah suaminya.


"Ada apa?" Amy tersentak, mendengar suara bariton suaminya.


"Hum … tidak! Bapak Mr tidak berangkat kerja hari ini?" Amy bertanya dengan gugup dan wajahnya terlihat begitu merah.


Melihat wajah istrinya, Alex tersenyum dan memerintahkan istri mungilnya mendekat.


"Kemarilah!" Pinta pria itu dengan kedua tangannya terbuka lebar.


Amy mengikuti perintah suami nya untuk segera mendekat. Alex segera menarik tubuh mungil istrinya, mengangkat ke gendongannya dan berjalan menuju sofa.


"Ee … apa yang bapak Mr lakukan? Turunkan Amy, nanti Amy terlambat ke sekolah!" Gadis itu terus bergerak gelisah di gendongan suaminya.

__ADS_1


"Diamlah, masih ada setengah jam untuk berangkat. So … sebelum itu aku harus mengajarkan sesuatu kepadamu, cara menyenangkan suami saat bangun tidur." Alex kini sudah duduk di sofa, dengan si Amy yang duduk di pangkuannya. Alex bahkan mengecup sekilas bibir mungil sang istri.


"Setidaknya, bapak Mr butuh cuci muka dulu juga gosok gigi. Ya … kale nyium Amy bau cingong." Gumam gadis itu dengan sudut bibir mencibir.


Alex tersenyum dan tidak tersinggung dengan cibiran gadis mungilnya ini. Ia bahkan mengecup seluruh wajah menggemaskan istrinya itu dengan gemas, bahkan menggigit salah satu pipi Amy.


"Ahk… bapak Mr mah. Kan muka Amy jadi kusut. Mana bau cingong lagi. Ist … jorok!" Amy yang tidak terima wajahnya yang sudah ia pakain skincare pemberian Neda dan dengan seenaknya si suami bulenya ini membuat penampilannya berantakan.


Alex tidak memperdulikan teriak istrinya, ia bahkan semakin mengacak-acak wajah imut istri mungilnya itu, bahkan sengaja menggesekkan jambang nya di wajah Amy. Membuat gadis itu semakin berteriak antara geli dan perih.


Melihat wajah kesal Amy, pria itu tampak senang dan terkekeh puas.


Amy sendiri memperbaiki rambut dan wajahnya yang masih berada di pangkuan suaminya.


"Sekarang, kau harus melakukan satu cara menyenangkan untuk aku di pagi hari!" Pinta Alex dengan tatapan serius kali ini.


Amy tampak bingung dengan kalimat suaminya, gadis itu diam menunggu instruksi dari sang suami.


"Apa yang harus Amy lakukan? Amy sudah menyiapkan keperluan bapak Mr, juga menyiapkan sarapan. Apa ada lagi?" Cerca gadis itu penasaran.


"Kok perasaan Amy jadi kagak nyaman, ya?" Gadis itu meremang, melihat senyum suaminya.


"Pertama-tama, sebelum kau bangun, kau wajib mencium seluruh wajahku, memelukku dan … aku rasa itu saja, nanti aku akan memikirkannya lagi," pungkas Alex dengan entengnya. Sedangkan Amy tampak menganga tidak percaya dengan keputusan menyenangkan si bule tua.


"Nyaman di dia, kagak nyaman di akulah," Amy mengerutut di dalam hati, mendengar penjelasan suaminya.


"Well, sekarang lakukan tugas pertamamu!" Sentak Alex menatap Amy dengan wajah puas.


Amy pun menjadi tidak nyaman berada di pangkuan suaminya. Ia harus mencium pria ini terlebih dahulu.


"Ya Allah, gini amat dapat suami yang tingkat kemesuman parah," ucap Amy kembali dalam hati.


Meringis tidak nyaman melihat senyum suaminya. "Jangan sekarang, Amy kan, mau berangkat sekarang," tolak Amy yang berusaha turun dari pangkuan suaminya.

__ADS_1


"No, little girl. Sekarang, aku ingin kau melakukan tugasmu sekarang!" Alex pun memaksa dan menikmati wajah gugup Amy.


"Come on, bunny!" Sentak Alex. Saat Amy terlihat diam seperti menimang sesuatu di pikirannya.


"Kamu hanya perlu mencium di sini," Alex berkata sambil menunjuk bibir sensualnya itu.


"Ayo cepat, waktu tidak terlalu banyak, sweetie. Kita akan segera berangkat," lanjut Alex yang merasa geram melihat wajah Amy yang masih terpaku.


Amy mencoba menarik nafas, menatap lekat bibir suaminya yang tampak berwarna cerah itu. Ia pun sedikit demi sedikit, memajukan wajah. Hingga hidung keduanya saling bertemu, gadis itu memiringkan kepala agar memudahkan menempelkan bibir mereka.


Mata Amy terpejam, saat ia merasakan lembutnya bibir suaminya ini. Ia mengecup lembut, namun ia merasakan bibir Alex terbuka dan pria itu menyesap bibirnya.


Alex menahan tengkuk Amy, menekan tubuh istrinya di dada bidangnya.


Pria itu kini ******* lembut bibir yang begitu candu untuknya. Manis, lembut, legit. Itu lah yang Alex rasakan setiap merasai bibir sang istri.


Cumbuan lembut itu kini menjadi lebih ganas dan membuat sesuatu di dalam tubuh keduanya terpancing gairah.


Alex membenarkan posisi sang istri dengan lebih menekan tubuh mungil Amy agar lebih menempel di dada bidangnya.


Kedua tangan besarnya kini meremas rambut istrinya, turun sedikit demi sedikit untuk membelai punggung mungil sang gadis mungilnya.


Amy yang mulai terbiasa dan mampu mengimbangi ciuman suaminya, entah mengapa ia merasakan sesuatu lebih. Apalagi berada di dekapan hangat suaminya dan mencium aroma kuat dari suami besarnya.


Alex melepaskan tautan bibir mereka, saat mendengar pintu kamar diketuk berulang kali dan mendengar teriakkan Neda di luar sana.


Keduanya saling memandang dengan kening yang bertemu, hidung mancung mereka bahkan saling bergesekan. Alex bisa merasakan hangat nafas istrinya. Mereka saling melempar senyum dengan nafas tersengal-sengal.


Alex menggesekkan hidungnya di hidung Amy, mengecup sekilas hidung istrinya itu, bahkan menggigit nya gemas, melihat wajah Amy yang merona merah.


"Tunggu aku di meja makan, setelah itu aku akan mengantarmu!" Bisik Alex tepat di wajah memerah istrinya itu.


Amy hanya mampu mengiyakan dengan anggukan kepala. Jantung Amy terlalu berdetak kencang, membuatnya gugup. Apalagi menerima perlakuan manis juga menyenangkan dari suaminya.

__ADS_1


"Ya Allah, baru juga pagi, dah di buat spot jantung." Amy berkata dalam hati, keluar dari kamar ketika suaminya memasuki kamar mandi.


__ADS_2