Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 40


__ADS_3

"Stop! Where are you going, dear?" Alex menghentikan langkah Amy yang melewatinya begitu saja menuju pintu apartemen.


Amy memutar tubuh mungil sintalnya itu sambil menatap suaminya dengan hidung mengkerut bingung.


"Apa?! Sahut Amy yang kurang memahami ucapan sang suami.


Alex diam menelisik penampilan Amy yang menggunakan style casual, atas kaos oversize dengan bawahan yang seketika membulatkan kedua mata pria itu, bagaimana tidak, Amy hanya mengenakan jeans short pants, memarkan kedua kaki pendek istrinya yang begitu mulus dan bagian montok Amy jelas terlihat menggoda.


Alex pun tidak berkedip melihat penampilan gadis kecilnya, yang tampak begitu imut dengan topi ala pemain baseball. Alex meneguk ludahnya susah dengan wajah melongo.


Amy pun mengikuti arah kedua mata suaminya itu yang sedang menilai penampilannya yang terlihat begitu santai namun terkesan seksi. Amy tampak terlihat lebih imut.


"Ada apa?" Tanya gadis itu yang menatap lekat wajah merah suaminya.


"Ganti!" Sentak Alex tiba-tiba dengan wajah tidak suka dengan penampilan Amy.


Amy pun semakin bingung, bibirnya bahkan mengerucut karena tidak mengerti apa maksud suami bulenya ini.


"Amy mau keluar sebentar. Amy udah janjian sama sahabat Amy di cafe langganan kami. Hari ini putra mau ngasih buku catatan tugas buat ujian." Amy menjelaskan kepada suaminya sekalian gadis itu ingin meminta izin terlebih dahulu sebelum bertemu dengan kedua sahabatnya di salah satu tempat tongkrongan mereka yang ada di kawasan dekat sekolah.


Amy tadi sempat meminjam ponsel Neda untuk melakukan panggilan telepon kepada keluarganya juga kedua sahabatnya untuk menanyakan tentang pelajaran pun catatan untuk ujian akhir.


Alex diam ia masih memperhatikan penampilan gadisnya itu. Sungguh ada perasaan tidak suka dengan penampilan Amy. Namun ia tidak ingin terlihat sok posesif kepada istrinya yang akan membuat Amy besar kepada.


"Terserah," sahut Alex ketus dan kembali berpura-pura mengerjakan pekerjaannya di ruangan tv.


Amy pun tersenyum puas, akhirnya ia mendapat izin dari pria pemarah di hadapannya.


Amy tersenyum sambil berjalan ke arah Alex sambil mengarahkan salah satu tangannya.


"Why?! Tanya Alex dengan alis terangkat sebelah melihat telapak tangan istrinya yang dalam pikirannya sang istri meminta uang.


Alex pun meraih dompetnya yang ia letakkan di atas meja, sambil melirik sinis ke arah istrinya, Alex memberikan lima lembar uang ratusan kepada istrinya yang terlihat membelalakkan kedua matanya.


"Apa itu cukup?" Tanya Alex ketus yang masih melirik kedua paha istrinya.


Amy yang tidak berniat meminta uang, terkejut saat suaminya memberikan uang kepadanya. Amy pun menatap lembaran uang di tangannya dengan senyum bahagia.

__ADS_1


"Ya Allah, baru kali ini Amy pegang uang segini. Biasanya emak ngasih uang jajan sepuluh ribu." Amy berkata dalam hati dengan perasaan senang.


Alex yang melihat ekspresi Amy hanya menampilkan wajah cuek dan bermaksud melanjutkan pekerjaannya sambil sesekali melirik paha mulus Amy.


Alex mengangkat kembali pandangannya, saat melihat tangan mungil Amy terulur ke depan wajahnya lagi.


"Apa? Apa yang tadi kurang?" Tanya Alex dengan wajah bingung, pria itu pikir Amy meminta uang lagi.


"Salim," sahut Amy, segera mengambil telapak tangan besar suaminya dan menciumnya takzim.


Alex hanya bisa melongo menatap punggung istrinya yang sudah berada di depan pintu apartemen.


Seketika Alex bangkit dan berlari ke arah lift, pria itu baru mengingat sesuatu, kalau di sebelah unit apartemen nya tinggal seorang remaja kuliah yang memiliki wajah tampan.


Pria itu tentu saja tidak ingin istrinya menjadi santapan mata liar pemuda di samping apartemennya yang terkenal playboy.


Amy kini berdiri di dalam lift untuk menuju lantai dasar, saat pintu akan tertutup, Amy segera menekan tombol buka dan saat pintu lift kembali terbuka tampak lah, pemandang yang seketika membuat kedua mata Amy silau.


Terlihat lima remaja pria masuk ke dalam lift dengan wajah mereka sangat tampan. Amy tidak bisa berhenti memandangi ke-lima pria tampan yang kira-kira seusai Abang Alif.


Kelima pria berwajah rupawan itu belum menyadari kehadiran Amy yang terlihat sangat imut di antara mereka. Amy bahkan harus mendongak untuk bisa melihat wajah tampan kelima pria ini.


Para pria tampan itu bersamaan menoleh ke belakang di mana Amy berada, seketika mereka berseru melihat sosok gadis imut berada di dalam lift.


Mereka begitu terkesima dengan wajah imut Amy yang begitu menggemaskan.


Bahkan sosok berwajah dingin yang lebih dominan di antara kelima pria itu, terus menatap Amy tanpa berkedip.


"Steve, dia begitu imut dan menggemaskan!" Seru di antara mereka yang merupakan sosok pria humble.


"Hey girl, nama kamu siapa? Apa kamu juga tinggal di sini? Astaga … kenapa ada gadis seimut kamu sih!" Seru pria itu yang begitu bersorak kegirangan.


Membuat Amy menjadi salah tingkah terus ditatap oleh kelima pria tampan.


"Siapa nama kamu?" Tanya salah satu di antara mereka yang berpenampilan cool.


"A-a …." Belum selesai ucapan gadis itu tiba-tiba pintu lift yang akan tertutup itu kembali terbuka, tampaknya sosok pria dewasa dengan raut wajah merah saat melihat istrinya berada di tengah-tengah kelima pria-pria tampan dan muda.

__ADS_1


"Bapak Mr?" Cicit Amy dengan wajah terkejut.


🌹🌹🌹🌹🌹


Hening, kini di dalam lift yang diisi oleh enam pria tampan dan satu gadis mungil berada di tengah-tengah pria tampan itu.


Amy hanya bisa menundukkan kepala melihat bapak Mr terus menatapnya tajam yang berdiri di sampingnya.


Sedangkan kelima pria itu masih mencuri pandang ke arah Amy, sosok pria yang terkenal dingin kini menyandarkan punggung di dinding dengan kedua tangannya berada di saku celana sambil terus menatap wajah Amy.


Sosok pria remaja itu ingin sekali menarik kedua pipi menggemaskan Amy dan menarik hidung gadis itu apalagi bibir mungil yang sejak tadi telinga mengerucut.


"Akh, sial. Dia terlalu menggemaskan untuk di biarkan begitu saja," ucap pria itu di dalam hati.


Menyadari istrinya menjadi pusat perhatian kelima pria tampan, Alex menggenggam tangan Amy dan menyembunyikan istrinya itu di balik punggung kekarnya.


"Astaga, daddynya posesif amat." Pria yang tepat d samping Amy terus memperhatikan gerak-gerik Alex. Kelima pria itu berpikir Alex adalah ayah dari Amy.


Meskipun tidak ada kemiripan sedikitpun diantara mereka, "bisa saja emaknya cantik, kayak nih cewek," ucap salah satu diantara mereka dalam hati.


"Om!" Panggil salah satu pria berwajah tampan ala-ala boyband Korea.


Alex hanya melirik tajam dan semakin menggenggam telapak tangan istrinya.


"Buset, galak amat nih bapak-bapak," gumam pria yang terlihat sangat tampan dan penampilannya begitu rapi.


"Dia anak om bule yah?" Tanyanya penasaran.


"Soalnya wajah kalian tidak ada mirip-miripnya," lanjutnya sambil tersenyum lebar.


Alex pun semakin kesal, mendengar perkataan pria muda yang mengira Amy adalah putrinya.


"Bukan urusan kalian," jawab Alex ketus, menarik tangan Amy keluar dari lift dengan wajah masam.


"Enak aja istriku mau di goda," gumam Alex yang wajahnya bak kepiting rebus begitu merah menahan emosi.


"Imut amat ya' tuh cewek, pengen gue cubit kedua pipinya! Ihh … gemas gue," komentar salah satu pria tampan itu yang begitu gemas melihat wajah imut Amy.

__ADS_1




__ADS_2