Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 76


__ADS_3

"Kau, yakin ingin masuk hari ini? Bagaimana dengan dia?" Alex kini bertanya sekali lagi kepada sang istri dengan kedua matanya tertuju ke inti tubuh istrinya.


Amy mengikuti arah pandang Alex, refleks gadis itu menutupi bagian bawahnya dengan kedua telapak tangan.


"Mesum!" Pekik gadis itu dengan nada merengek.


Alex terkekeh, melihat reaksi mengemaskan istrinya ini. percayalah, Alex begitu ingin membawa istrinya ke atas ranjang, lalu kembali melakukan adegan menyenangkan yang beberapa hari ini rutin pria itu lakukan, di pagi hari, siang, sore dan malam hari.


Alex seakan melakukannya dengan resep anjuran dokter, agar pikiran dan staminanya menjadi stabil.


Amy hanya bisa menurut, jujur gadis itu sudah bisa menerima penyatuan tersebut dengan wajah yang terlihat masih malu. Alex bahkan begitu gemes mendengar ******* lirih istrinya.


"Kenapa harus di tutupi? Aku bahkan sudah mengenalnya dengan baik, meskipun di ruangan gelap pun aku bisa menemukannya, karena kebanggaanku sangatlah ajaib," pria itu memajukan wajah, hingga tanpa jarak dan berbisik. Semburan rona merah seketika menghiasi wajah imut istrinya yang sudah tidak memliki label perawan lagi.


Setelah suaminya sudah melakukan aboxing 2 hari yang lalu dan pengalaman itu tidak akan pernah Amy lupakan. Ia bahkan menyimpan tanda selaput darahnya hilang yang ada di atas sepri.


Alex dengan semangat, akan membeli brankas berlapis emas hanya untuk menyimpan kenangan menegangkan juga menyenangkan itu.


"Ish, mesum!" Sekali lagi Amy berseru dengan wajah kesalnya. Memudarkan wajah, saat Alex ingin mengecup bibirnya yang di poles dengan lipstik warna lembut.


"Hari ini terakhir orientasi mahasiswa baru, jadi … Amy harus hadir," ujar gadis itu yang menyanggah wajahnya dengan kedua tangan di atas meja makan.


Alex menarik nafas, ia sungguh tidak rela jauh dari istrinya ini. Pria itu bahkan sengaja mengambil cuti hanya untuk menghabiskan waktu menyenangkan dengan istri kecilnya.


"Serius? Kamu tidak kesakitan lagi?" Tanya Alex untuk kesekian kalinya untuk meyakinkan kesehatan sang istri.


"Cih, tanya sakit terus, giliran pengen aja, kagak pernah nanyain, langsung nyosor tuh," celetuk Amy dengan bibirnya yang bersungut-sungut lucu.


Alex mengetatkan kedua rahang tegasnya karena begitu gemes melihat wajah imut sang istri.


Pria itu memiringkan tubuhnya mengarah kepada Amy, memanjangkan tangan meraih ujung kursi yang Amy duduk dan menariknya hingga berada dekat kepadanya.


"Ish, aku gemes tau, sini biar aku menciumi terlebih dahulu!" Ucap Alex yang berusaha untuk mencium wajah Amy. Gadis itu terus menghindar dengan menahan wajah tampan suaminya.


Keduanya pun terlihat saling bercanda, terkadang Amy terdengar memekik keras saat Alex mengigit salah satu pipinya atau gadis itu akan terkekeh saat pria itu mengendus di sekitar leher sang istri.


🌹🌹🌹


"Stop!" Sentak Alex saat melihat Amy yang ingin keluar dari mobil.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya gadis itu dengan wajahnya mengerut heran.


Alex melepaskan sabuk pengamannya, memiringkan tubuh tingginya itu hingga mendekat tubuh mungil Amy.


"Apa?" Tanya Amy dengan suara mencicit.


Melihat tingkah suaminya yang menatapnya lekat. Amy sedikit berpikir, kira-kira apa yang membuat suaminya ini bersikap begini.


"Salim?" Tanyanya sambil meriah telapak tangan kanan Alex, menciumnya dengan takzim.


Alex menganga melihat tindakan istrinya, pria itu kini mengarahkan wajah lebih dekat kepada Amy.


"Apaan lagi sih," ketus Amy yang mulai hilang kesabaran.


"Sweetie, apa kau lupa peraturan yang aku berikan kepadamu? Ritual sebelum dan setelah sampai di depan kampus," jelas Alex sambil kedua tangannya di lipat di depan dada dan kedua alis terangkat ke atas.


Amy mencoba mengingat-ingat, beberapa detik berikutnya, gadis itu terdengar menarik nafas panjang dan menghembuskan sambil memonyongkan bibirnya.


Alex tersenyum puas, ia kembali memajukan wajah lebih dekat ke arah sang istri, menunggu ciuman rutin yang harus gadis itu lakukan.


Amy pun memulai dari salah satu pipi Alex, di lanjutkan pipi lain, kening, hidung mancung pria itu dan terakhir bibir sensual Alex.


Alex tersenyum, lantas mendorong punggung mungil Amy dan membuat ciuman bibir itu berubah intens.


Keduanya terlibat saling bercumbu di dalam mobil yang diakhiri Amy saat ponselnya berbunyi.


Gadis itu terdengar ngos-ngosan dengan wajah tampak merona merah, Alex pun menarik nafas panjang, merapikan penampilannya.


"Yank, aku masuk dulu yah," ucap Amy setelah mendapatkan panggilan dari salah satu sahabatnya.


Alex mengangkuk, namun sebelum itu ia membersihkan pinggiran bibir mungil istrinya dan sekali lagi meninggal kecupan sayang.


"Baiklah, aku akan menjemputmu nanti, jadi tunggu aku! Jangan kemana-mana dan ikut dengan orang asing, apa kau mengerti, little wife?" Alex memberikan wejangan kepada istri kecilnya sambil merapikan rambut Amy dengan lembut.


"Hum," Amy hanya bergumam sambil memperlihatkan senyumannya yang begitu manis.


"Masuklah, aku menyayangimu," ujar Alex dengan wajah tulus dan ucapan begitu yakin.


Amy akhirnya keluar dari mobil mewah suaminya, saat ia baru melangkah 2 langkah, pekikan kedua sahabatnya membuat gadis itu terkejut.

__ADS_1


"Amyyyy!" Teriak suara cempreng di samping Amy. Gadis itu ikut gembira sambil berlari kecil menghampiri kedua sahabatnya.


"Akhh, aku kangen kalian," ucap Amy saat berada di depan kedua sahabat baiknya ini.


"Alah, paling juga lu, lagi happy mah laki, lu," sahut Sasa dengan wajah mendelik kesal.


"Lu, ******* terus mah laki lu. Mana di tempat parkiran lagi," seloroh Putra tiba-tiba.


Membuat Amy terbelalak dengan ungkapan sahabatnya ini.


"Kelihatan, emang?" Tanya Amy dengan wajah panik.


"Ya, enggak. Tapi gue bisa melihatnya dengan mata tembus pandang," celetuk pemuda itu sambil tersenyum.


"Sue, lu!" Sela Sasa, mendorong kening sahabatnya itu.


"Lu, bikin kita iri tau, gue aja pengen rasain ******* kayak Mane rasanya?" Sasa tiba-tiba menceletuk. Membuat kedua sahabatnya itu saling pandang.


Ketiganya kini sambil berjalan memasuki area gedung kampus.


Sementara Alex sejak tadi sudah meninggal area kampus tersebut dengan senyum bahagia.


"******* lu, Sono mah, patung manekin," tandas Amy sambil tertawa puas melihat wajah Sasa yang begitu kesal.


"Mending, lu, ******* mah, gue. Daripada mah patung manekin, iya kan," timpal Putra yang memasang gaya untuk bersiap menerima ******* Sasa.


"Idih, najis gue sama lu," sentak Sasa dan gadis itu akhirnya berjalan terlebih dahulu. Meninggalkan kedua sahabatnya.


Putra yang tertawa geli, mengejar Sasa sambil masih tertawa.


Amy hanya menggeleng kepalanya, melihat tingkah kedua sahabatnya itu.


Namun tiba-tiba langkah gadis berwajah imut itu terhenti, saat seseorang menghadang jalannya, di susul beberapa remaja yang menatap Amy dengan sinis.


Gadis berambut sebahu dengan pull poni itu hanya mendesah panjang, melihat musuh bebuyutannya juga berada di kampus ini.


"Ternyata, lu, jadi simpanan?" Tanya gadis bergaya modis di depannya dengan dandanan begitu berlebihan.


"Iya, gue jadi simpanan harta dan uang suami, gue, puas." Balas Amy dengan wajah santai, gadis itu tidak merasa perlu lagi menyembunyikan pernikahannya dengan Alex.

__ADS_1


__ADS_2