Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 25


__ADS_3

Berulang kali kepala Amy terbentur di pintu, gadis itu begitu mengantuk menunggu seorang yang belum juga datang sampai sekarang.


Amy kini menyandarkan tubuhnya di dinding dengan kepala sudah menempel di pintu. Gadis itu terlihat begitu nyenyak, ia hanya terganggu saat merasakan kulit mulusnya perih akibat gigitan nyamuk.


Sudah 2 jam Amy menunggu suaminya yang belum datang juga, padahal pria bule itu hanya berkata ingin membeli beberapa cemilan juga minuman untuk mengganjal perut.


Gadis itu pun menurut, saat disuruh diam di depan pintu apartemen — Alexander. Pria itu bahkan menyuruh istrinya untuk tetap berdiri di depan pintu hingga ia kembali.


Alexander menjadikan istri kecilnya, sebagai penjaga. Karena sudah tidak tahan berdiri selama 1 jam lebih, akhirnya Amy berjongkok dengan punggung mungilnya bersandar.


Lama kelamaan, ia pun tertidur dengan sendirinya. Gadis itu begitu terlihat menyedihkan tertidur di luar apartemen. Sungguh miris oanga melihat gadis manis tidur di luar.


Bahkan beberapa pasangan melewati unit apartemen Alexander, mereka terkejut melihat sosok gadis mungil dengan wajah imut, tertidur di atas lantai. Mereka menatap Amy dengan raut kasihan, bahkan salah satu dari pasangan ingin membawa Amy ke unit apartemen mereka, namun gadis itu begitu sulit untuk di bangunkan.


Pasangan suami-istri yang tinggal di sebelah apartemen Alexander, membawanya Amy selimut tebal. Sungguh mereka tidak tega melihat gadis secantik ini menjadi gelandangan.


"Kasihan, gadis ini!" Seru tetangga lain Alexander. Berjongkok di depan Amy, memandangi wajah imut gadis tersebut.


"Dia gadis yang imut," wanita itu kembali berkata, melirik suaminya yang nampak enggan berbicara.


"Mungkin dia terlalu bebas dan liar, jadi mereka mengucilkan gadis ini," pria itu kembali berkomentar.


"Itu tidak mungkin, mana ada orang tua menyakiti gadis secantik ini dan seimut ini. Kalau itu benar, mereka tidak bisa bersyukur, memiliki putri secantik ini." Wanita yang berjongkok mengutuk orang yang membuat Amy tertidur di luar unit apartemen.


"Sudahlah, gak usah urusin privasi mereka, mending kita segera pergi, anak-anak sudah pada menunggu!" Pria yang berdiri tidak jauh dari Amy mengajak temannya untuk segera pergi.


Mereka pun meninggalkan Amy, dengan wanita tadi masih menoleh ke belakang, memantau agar Amy aman dari gangguan lelaki bejat.


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Sedangkan Alexander kini berada di salah satu klab malam terbesar yang ada di kota Jakarta. Pria tinggi itu, berniat untuk mencari sesuatu untuk mengisi perutnya yang kelaparan, namun saat keluar dari minimarket, ia mendapat panggilan dari Klein-nya dan mengajak untuk bertemu di salah satu klab.


Pria berwajah tegas, kini tampak menikmati musik di dalam klab. Terlihat tubuhnya ikut bergerak lirih saat musik terdengar menghentakkan lantai dansa di bawah sana. Ia juga bisa melihat muda-mudi begitu menikmati irama musik keras itu.


Seketika Alexander mengingat istri kecil. Ia terlihat tersentak dan bermaksud untuk kembali ke apartemen. Pria bule, masih memikirkan keselamatan istrinya.


Tapi … niatnya urung ia lakukan, saat seorang wanita cantik dan terlihat seksi menyapanya. Wanita yang bekerja sama dengannya malam ini. Seorang wanita karir yang sukses. Meminta Alexander untuk merancang pembangunan hotel terbarunya yang ada di pusat kota Bali.


"Mr Alex!" Seru wanita yang sekiranya sudah berusia 40 tahun lebih, namun penampilannya masih begitu segar bak abg. Mungkin karena wanita itu rutin melakukan perawatan mahal juga canggih.


Alex yang sudah berdiri dari kursi yang ia duduki menoleh ke belakang, sekilas pria tinggi itu tersenyum simpel kepada klien-nya.


"Nyonya Bella," sahut Alex ramah dan kembali menduduki kursinya.


Wanita itu juga sudah duduk di sebelah Alex dengan kedua kakinya bersilang, memamerkan kedua paha mulusnya dan pakaian bagian atas memiliki leher rendah hingga di atas payudara yang tampak masih kenyal juga montok.


"Anda mau kemana?" Wanita itu pun bertanya, menggunakan intonasi suara manja.


"Saya ingin kembali ke apartemen, nyonya," Alex menyahuti pertanyaan si wanita dengan memasang raut salah tingkah.


Sang wanita dewasa tampak terkejut, mendengar ucapan Alexander. Ia tidak akan membiarkan pria tampan juga hot ini lepas dari genggamannya begitu saja.


"Kenapa cepat sekali? Seharusnya anda lebih menikmati malam ini agar anda bisa kembali fresh," sela nyonya Bella, sengaja meletakkan salah satu tangannya di atas paha Alex. Ia bahkan meremasnya lembut.


Alexander terkejut dan semakin salah tingkah, ia meraih gelas di depannya dan meneguk sekali habis.


Mungkin ini pengaruh minuman yang ia habiskan beberapa gelas, membuat suhu tubuhnya mendadak kepanasan. Apalagi mendapatkan pancingan dari seorang wanita seksi.


Nyonya Bella tersenyum puas, melihat reaksi goda yang ia lakukan kepada pria asing ini. Sudah lama wanita ini mendambakan sosok pria bule untuk menjadi partner ranjangnya. Karena para pria bule memiliki barang yang berkualitas original dan tentu saja panjang. Apalagi tenaga dan durasi yang akan bertahan lama. Oh … membayangkan itu saja sudah membuat nyonya Bella mendesah.

__ADS_1


"Maaf, nyonya. Saya harus segera kembali. Bukankah meeting kita sudah selesai? Dan sepekatan pun sudah dibicarakan, tinggal melakukan beberapa riset untuk pembangunan hotel anda." Alex menghindari nyonya Bella. Bagaimanapun Alex masih memiliki pikiran normal.


"Jangan dulu lah, Mr. Mari kita berpesta dulu. Ini terasa masih terlalu awal untuk kembali ke rumah dan tidur." Nyonya Bella terdengar terkekeh, dengan tubuh seksi yang meliuk-liuk seperti cacing yang disiram air garam.


Alexander tampak terdiam sesaat, melirik jam tangan mewahnya yang sudah memasuki waktu pagi dini hari.


Pria itu pun mengambil keputusan untuk tetap di klub, menikmati suasana klub sambil menghabiskan beberapa botol minuman bersama nyonya Bella dan beberapa rekannya.


Alexander bahkan kini berada di lantai dansa, ikut menggerakkan tubuh tingginya, menikmati musik sambil sesekali berteriak dan tertawa. Pria itu bahkan merengkuh tubuh nyonya Bella.


Tanpa pria itu sadar atau memang ia sengaja, melupakan istrinya di apartemen yang terlihat begitu kasihan.


"Masa bodoh dengan gadis ceroboh itu, yang penting malam ini aku harus menghibur diriku sendiri yang sejak tadi begitu stres." Alexander berkata dalam hati yang kini berdansa dengan nyonya Bella, menggiring pergantian musik menjadi melow.


"Dek, adek kenapa?" Di tempat lain, tepatnya di rumah yang terlihat asri. Tampak terlihat seorang wanita yang begitu gelisah. Wanita itu mondar-mandir di depan ranjang. Wajahnya sungguh terlihat begitu khawatir.


Pria yang baru saja akan terlelap, mendengar isakan istrinya juga gerakan sang istri.


Ia terbangun, mendapati istrinya yang begitu gelisah.


"Ada apa?" Tanya pria berwajah gagah, dengan suara lembut. Meraih kedua pundak mungil istrinya dan membawanya duduk di atas ranjang.


"Emak, kepikiran Amy, bab. Entah mengapa, emak merasa putri kita sedang tidak baik-baik saja." Emak pun menjelaskan masalah dari kegelisahaan yang tertuju kepada sang putri tercinta.


Baba ikut mendudukkan dirinya di sebelah sang istri, merengkuh kedua sisi bahu istrinya agar wanita yang sudah menemani selama belasan tahun dapat tenang.


"Insyaallah, putri kita, Amy pasti baik-baik saja. Kita sebagai orang tua harus selalu mendoakan keselamatan putri kita, agar terhindar dari bahaya." Baba memberikan kata-kata penenang buat istrinya ini.


Meskipun baba juga merasakan khawatir kepada putrinya yang begitu masih kecil juga lugu.

__ADS_1


"Aamiin, semoga putri kita Amy, selalu selamat dari bahaya dan bahagia," ucap emak sambil diiringi tangisan, kekhawatiran juga kerinduan sebagai seorang ibu.


__ADS_2