
Alex memasuki kamar tidur menjelang tengah malam, disaat semua orang yang ada di apartemennya terlelap.
Pria jangkung itu baru saja menyelesaikan tugas berkas proyek di beberapa daerah yang harus ia selesaikan akhir tahun.
Kedua alis tebal pria itu terangkat ke atas saat tidak mendapati keberadaan istri kecilnya di dalam kamar.
Ia menutup pintu kamar dengan perlahan, berjalan mendekati ranjang dengan wajah mengerut bingung.
"Dia ke mana?" Tanyanya pelan melihat ke dalam ruangan ganti dan tidak menemukan istri mungilnya di dalam sana.
Alex menoleh ke kamar mandi, saat mendengar suara air yang berasal dari kran di wastafel.
Pria berwajah tampan itu pun melangkah ke arah ranjang, melepaskan kimono dan menyisakan kaos polos tanpa lengan.
Alex duduk sejenak di pinggir ranjang, sembari meraih sebuah botol vitamin juga gelas berisi air putih.
"Kau, sedang ap … byur," Alex tidak dapat melanjutkan kata-katanya, pria itu bahkan menyemburkan air yang baru saja ia teguk.
Melihat penampilan istri mungilnya yang terlihat begitu seksi dan menggemaskan.
__ADS_1
Alex menelan ludahnya susah payah, saat melihat wajah istrinya terlihat berbeda juga wangi parfum yang membuatnya semakin tidak karuan.
Amy sendiri masih tersimpan dengan wajah menunduk, merasa tidak nyaman dengan pakaian menerawang yang ia kenakan.
Gadis bertubuh mungil itu berjalan perlahan mendekati suaminya yang masih membeku di tempatnya dengan tatapan begitu tercengang.
Alex segera menggelengkan kepala dan berdehem, untuk membuat perasaan gugup tiba-tiba muncul di dalam dirinya.
"Pakaian apa yang kau kenakan ini?" Tanya Alex yang segera menegakkan punggung hingga dadanya membusung, menatap istrinya dengan tatapan selidik dan berpura-pura tidak terima.
Amy menjadi salah tingkah dan semakin gelisah, ternyata suaminya ini tidak menyukai tubuh mungilnya mengenakan pakaian kurang sopan.
Gadis itu menjadi malu sendiri dan wajahnya semakin menunduk, namun, ia mengingat pesan emak dan bibi, kalau dirinya harus menjalankan kewajiban sebagai istri. Tidak masalah dirinya yang lebih dahulu memulai saling terbuka lebih dalam.
"Ayo Amy, lu, pasti bisa. Ingat, pahalanya sangat besar." Gadis itu begumum sambil melirik ke arah suaminya, kedua tangan mungilnya kini saling menggenggam.
Sedikit demi sedikit, Amy melangkah dengan wajah terangkat ke atas, ia juga memperlihatkan wajah sedikit genit dan gaya liar yang diajarkan emak tadi.
"A-apa, ini. Kenapa dia menjadi seperti ini?" Tanya Alex yang terkejut melihat istrinya melangkah ke arahnya dengan gaya seksual juga senyum menggoda.
__ADS_1
Ia memundurkan punggungnya dengan wajah melongo tidak percaya dengan apa yang sang istri lakukan.
Amy terus melangkah, sambil membuka lapisan kain tipis yang menutupi lingerie yang sekarang memperlihatkan lekuk tubuh indah gadis itu.
Alex mengikuti semua pergerakan istrinya, ia menoleh saat melihat Amy melemparkan kain tipis itu sambil meneguk ludahnya kasar.
Dan semakin melongo melihat penampilan terbuka istri mungilnya, yang jelas-jelas memperlihatkan area sensitif sang istri yang membuat seluruh aliran darah pria itu mendidih hingga terasa ke ubun-ubun.
Alex mengerang tertahan dengan kedua rahangnya yang tegas kini mengeras, tatapannya kini berubah puas, saat istrinya berhasil memancing jiwa liarnya.
"Kata, emak dan bibi, Amy harus melayani bapak Mr, mulai sekarang. Jadi … Amy siap, kalau bapak Mr, ingin minum susu Amy," ucap gadis itu yang kini berdiri tepat di hadapan suaminya.
Mendengar ucapan istri kecilnya yah terlihat begitu lugu, Alex tersedak air liurnya sendiri. Sungguh pria itu tidak percaya dengan jalan pikiran ibu mertuanya.
"Minum susu?" Alex terdengar membeo, tatapannya sungguh begitu tidak percaya.
"Hum, emak nyuruh Amy nyusuin bapak Mr, supaya kagak stres, katanya," sahut gadis itu yang kini duduk di depan Alex yang hanya bisa melongo dengan kedua mata liarnya, menelisik lekuk keindahan yang ada di istrinya.
"A-ap?" Alex hanya bisa tercengang dengan setiap diucapkan sang istri.
__ADS_1
"Nyusu, bapak Mr. Masa, pria dewasa seperti anda tidak tahu menyusu. Sini, biar Amy, susuin!" Celetuk Amy yang bergerak lebih dekat ke arah Alex.
Alex hanya bisa terbatuk-batuk melihat kelakuan istrinya ini. Sungguh pembelajaran ibu mertuanya sukses membuatnya terlihat bodoh.