Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 77


__ADS_3

Amy berjalan menuju pintu gerbang, saat urusan di kampus telah selesai, gadis itu bersama kedua sahabatnya berjalan sambil bercanda juga menikmati minuman yang terkenal di kalangan remaja kampus.


"Bruk." Tiba-tiba Amy merasa kepalanya menabrak sesuatu keras tapi lunak.


"Akh, astaga," gumam gadis itu sambil meringis sakit juga kaget saat minum di tangannya tumpah dan mengenai pakaian seseorang di depannya.


"Ya Allah, maaf, Amy tidak sengaja," ucap gadis itu menyesal, sambil mencari sesuatu di dalam tasnya untuk membersihkan pakaian orang di hadapannya.


Gadis itu melupakan melihat wajah rupawan sosok pemuda di depannya yang kini sudah menatapnya lekat dengan kepala menunduk.


Kedua sahabat Amy bahkan tercengang melihat sosok di depan mereka hingga tidak bisa berkata-kata.


"Sekali lagi, Amy minta maa …." Belum sempat Amy membersihkan pakaian berwarna putih di depannya, tiba-tiba tangannya di cekal oleh pemuda tersebut.


Jelas saja Amy terkejut dan mengangkat pandangannya, seketika kedua kelopak mata lebarnya membola sempurna, melihat sosok yang ia kenal.


"Kakak!" Pekik gadis itu tidak percaya ia bertemu lagi dengan sosok pemuda bar-bar seperti Kelvin.


"Hai, manis, ternyata lu, kuliah di sini juga?" Tanya pemuda di depan Amy, meraih tissue basah di tangan gadis itu untuk membersihkan pakaiannya.


"Eh, Amy minta maaf kak, serius, Amy kagak sengaja," ucap gadis mungil itu sambil tersenyum tidak enak.


"Tenang aja, cuma kotor sedikit kok," sahut Kelvin.


Amy menoleh ke arah kedua sahabatnya yang sejak tadi menyenggol lengannya.


"Lu, kenal kak Kelvin?" Tanya Sasa sambil berbisik.


"Dia adik tiri bang bule," balas Amy juga dengan berbisik.


Putra tidak berkedip melihat sosok Kelvin yang begitu tampan. Sungguh sosok yang patut diperjuangkan, eh, maksudnya patut dijadikan motivasi untuk menjadi sosok pria rupawan. Begitulah kira-kira isi hati seorang Putra Gunawan.

__ADS_1


"Lu, ngambil jurusan apa?" Kelvin bertanya sambil terus menatap gadis di hadapannya itu.


"Design, bang. Kebetulan Amy suka coret-coret di kertas," jawab Amy sambil menampilkan senyum lebarnya.


Kelvin terdiam terus mengamati wajah manis Amy, pemuda itu serius menyukai gadis di hadapannya.


Tapi mengingat pesan sang mama agar tidak membuat masalah dengan kakak tirinya. Akhirnya Kelvin hanya bisa mengubur dalam perasaan sukanya.


"Kalau begitu, Amy duluan yah, kak. Takut bang bule nungguin," sela Amy, membuyarkan lamunan — Kelvin.


Pemuda itu hanya bisa mengangguk, terus mengikuti langkah gadis mungil yang kini sudah menghilang dari hadapannya.


"Apaan tuh, pada rame? Kayak pada nunggu antrian tunjangan," celetuk Putra, saat melihat ramai-ramai di gerbang kampus.


Amy dan kedua sahabatnya itu begitu penasaran, apa gerangan yang membuat para mahasiswa yang kebanyakan para gadis berkerumun di depan sana.


"Ada selebritis kali, kampus ini kan, tempatnya para artis," sahut Sasa mencoba menebak dengan wajah penasaran.


Amy hanya diam, mengamati dari tempatnya, ia juga mendengar sorakan kagum para mahasiswa lainnya.


Alex mengabaikan tatapan kagum para gadis-gadis, bahkan terlihat beberapa artis remaja di sana yang mencoba mengambil perhatiannya.


Juga musuh Amy yang tidak bisa menyembunyikan kekagumannya kepada sosok Alex yang berdiri layaknya seorang aktor atau model majalah kenamaan.


"Astaga, cakep banget yah," ucap Sisil, musuh Amy.


"Cowok keren and seksi kayak dia, pantasnya sama gue, iyakan?" Selorohnya pada ketiga sahabatnya yang hanya memutar bola mata mereka.


"Coba liat, dia natap ke gue terus dan oh … OMG, dia senyum ke arah gue. Gue yakin, dia tertarik dengan kecantikan gue ini," selorohnya dengan tingkat kepedean tinggi.


Padahal yang sebenarnya terjadi, Alex tersenyum kepada istrinya, Amy yang berada di belakang Sisil.

__ADS_1


Gadis itu tidak percaya suaminya kini menjadi pusat perhatian, membuat gadis itu terbakar api cemburu.


Wajah begitu cemberut ke arah suaminya yang kini menyambutnya dengan senyum tampan.


"Laki lu, noh, jadi pusat perhatian," bisik Sasa.


"Datangin gih, mau lu, di embat mah pelakor," timpal putra.


Mendengar ucapan kedua sahabatnya, Amy pun kini memasang wajah bahagia, berjalan dengan langkah lebar untuk mendekati suaminya.


Sisil yang terlihat malu-malu saat ia berpikir Alex menatap ke arah. Dan gadis itu ingin berjalan mendekati pria tampan itu, ketika Alex merentang kedua tangan kekarnya.


"Sayang!" Seru seorang gadis di belakang Sisil, membuat gadis berdandan berlebihan itu tertegun dan terdiam di tempatnya.


Ia melihat Amy melintas di sampingnya, ia bahkan di senggol oleh gadis itu dengan sengaja.


"Dia laki gue," Amy menyempatkan diri berbisik pada Sisil.


"Ahk, aku kangen," tandas Amy saat berada di pelukan hangat suaminya. Gadis itu bahkan sengaja mengendus aroma tubuh suaminya di depan semua mahasiswa yang menatap kagum pada suaminya.


Alex hanya tersenyum, pria itu kini mengecup kening istrinya dengan sayang.


Amy melepaskan pelukannya, lalu mendongakkan kepala menatap wajah tampan Alex.


Alex kembali menciumi wajah kesayangannya itu, membuatnya Amy tersenyum puas, melihat wajah geram Sisil juga gadis lainnya.


"Cih, lebay, baru juga dapat bule udah belagu, gue yang dapat oppa-oppa Korea kagak songong tuh," ketus Sisil dengan wajah sinis.


"Pulang sekarang?" Tanya Alex. Keduanya kini sudah berada di dalam mobil.


"Boleh makan di luar? Aku mau makan-makanan cepat saji. Ayam goreng penyet pasti enak," seloroh gadis itu yang membayangkan makanan kesukaannya.

__ADS_1


Alex hanya tersenyum, mengacak rambut istri setelah itu meninggal area kampus.


Pasangan itu terlihat begitu bahagia, Alex bahkan terus tersenyum, ia sudah terikat perasaan dengan gadis kesayangannya ini. Oleh sebab itu ia akan mengambil keputusan untuk mempertahankan istrinya dan memutuskan hubungan dengan sang kekasih.


__ADS_2