Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 72


__ADS_3

Alex menyambut pagi cerah dengan senyum lebar dan wajah berseri. Tampak begitu jelas sesuatu yang tersalurkan kini menghilang dari pikiran juga jasmani pria itu.


Alex kini menggosok rambutnya yang baru saja ia cuci sembari keluar dari kamar mandi.


Pria itu terbangun terlebih dahulu dari istri kecilnya yang masih berselimut nyaman di atas ranjang.


Alex bersiul mendekati ranjang mewahnya yang menjadi saksi atas apa yang sudah ia lakukan semalam.


Senyum lebar itu tidak hentinya terlihat di wajah tampannya, melihat sosok berwajah manis yang masih tertidur lelap.


Melihat penampilan istrinya yang masih berantakan, membuat wajah pria itu semakin senang.


Ia menunduk sedikit tubuh tegaknya, untuk mendekati wajah imut sang istri.


Pria itu menyingkirkan helaian rambut yang menutupi telinga istrinya ke belakang.


"Bunny, wake up!" bisik Alex, sambil mengecup pipi tembem dan kenyal istrinya itu.


Amy belum merespon, gadis itu hanya menggeliat sebentar, setelah itu mengubah posisinya, menjadi telentang yang sebelumnya miring.


Alex kembali menyingkirkan helaian rambut yang berada di wajah istrinya, mengusap bibir mungil yang sedikit membengkak itu dengan senyum manis.


"Baby, wake up!" Pinta Alex sekali lagi, yang kali ini mengubah posisinya setengah berbaring di samping istrinya itu, Alex menghujami bibir mungil itu dengan kecupan. Memainkan bibir lembut dan kenyal itu, bagaikan mainan yang begitu menyenangkan.


"Hi, wake up, dear!" Perintahnya, yang kali ini Alex sengaja memencet hidung manggir istrinya itu yang sama sekali tidak merespon seruannya.


Amy beraksi dengan mulut terbuka dan kedua matanya langsung terbuka lebar. Gadis itu bahkan segera terbangun dengan wajah masih linglung dan nyawanya belum berkumpul dengan raganya.


Amy terengah-engah dengan deru nafas memburu, meraup begitu banyak oksigen. Wajahnya bahkan merah hingga ke kedua telinganya.


"Good morning, little wife!" Seru Alex yang masih dengan posisinya, menatap wajah menggemaskan istrinya itu dengan senyum semakin lebar. Membuat wajah pria itu terlihat lebih fresh dan tidak kaku lagi.


Amy menolehkan wajahnya ke samping, di mana Alex mengambil kesempatan untuk mencuri ciuman selamat pagi untuk sang istri.

__ADS_1


"Cup, ritual di pagi hari, honey," bisik Alex yang kembali mendaratkan kecupan berulang kali di atas permukaan bibir istrinya.


Amy jelas saja membulat sempurna kedua kelopak matanya, melihat wajah tampan abang bulenya ini.


Amy belum sadar dengan lingerie yang ia kenakan semalam kini terlihat berantakan.


Gadis itu terlalu terpesona dengan ketampanan sang suami di pagi ini.


Amy bahkan mengenduskan hidungnya ke arah Alex.


"Wangi," gumam gadis itu tampak sadar, menyukai aroma tubuh suaminya yang begitu kuat dan lembut.


"Kau, menyukainya wanginya, darling?" Tanya Alex, kini pria tinggi itu duduk di samping istrinya. Merapikan rambut Amy yang pendek sebahu itu. Menyampirkan jepitan di belakang rambutnya.


"Hum, wanginya enak, nggak bosenin," sahut Amy, yang begitu bingung dengan sikap suaminya yang tumben begitu manis.


"Baiklah, kalau begitu, aku akan menggunakan aroma ini saat bersamamu," seloroh Alex, membantu istrinya merapikan pakaiannya.


"Pakaian laknat ini kepada jadi kagak waras kayak gini?" Celetuk Amy, melihat lingerie yang ia kenakan tidak sempurna lagi.


"Mandilah, kau mengatakan akan mendatangi kampus hari ini," sela Alex, mencoba menarik perhatian sang istri.


Amy pun mengangguk kepala mengiyakan perkataan suaminya itu.


Gadis itu berjalan menuju kamar mandi dengan langkah yang masih begitu berat.


Alex terus menatap punggung ramping istrinya hingga menghilang, ia lalu bangkit dan berniat untuk mengenakan pakaian.


Baru saja Alex mengenakan celananya, tiba-tiba terdengar suara teriakan sang istri.


Buru-buru pria itu berlari keluar dari ruangan ganti, mendekati kamar mandi dengan wajah panik.


"Baby, what happened to you?" Teriak Alex sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi tersebut.

__ADS_1


Wajah pria itu terlihat jelas begitu panik, mendengar istri kecil kesayangannya berteriak.


"Apa sesuatu terjadi denganmu? Babe! Kau mendengarku!" Teriak Alex kali ini, saat tidak mendengar sahutan dari istrinya.


"Honey, kau dengar aku!" Seru Alex yang menempel telinganya di daun pintu.


🌹🌹🌹


Sementara Amy masih tertegun di depan cermin, melihat seluruh tubuh bagian depannya, tepatnya, di area leher turun ke dada atas dan bawah di penuhi bekas-bekas merah yang kini berubah warna.


Gadis itu mencoba berpikir, apa yang membuat tubuhnya itu dipenuhi bekas merah yang seperti ruam.


"Apa di ranjang banyak serangga beracunnya? Kok, gue ngeri ya, liatnya?" Gumam gadis itu, mengabaikan panggilan suaminya.


"Astaga, ini kok ngeri sih," gadis itu mencicit, sambil menyusuri seluruh bagian tubuh lainnya.


Amy melemparkan pandangan, ke arah pintu saat mendengar suara keras di sana.


Dengan wajah sedikit badmood, Amy membuka kamar mandi dengan sebuah handuk, melilit di tubuhnya.


"Apa yang terjadi? Mana yang terluka? Apa kau terjatuh? Atau kau merasa kesakitan?" Cerca Alex segera, saat pintu kamar mandi terbuka.


Amy hanya diam, wajah gadis itu terlihat cemberut. Alex memegang kedua pundak mungil isterinya sambil menatap lekat wajah imut itu.


"Why?" Tanya Alex lembut. Mimik wajah pria itu tersirat keingintahuan.


"Amy tidak tahu, tapi pas di kamar mandi, Amy bekas merah di tubuh Amy. Apalagi di sekitar sini," tandas gadis itu mencoba mengadu dan memperlihatkan bekas merah itu kepada sang suami.


Amy juga memperlihatkan bekas merah di atas kedua gunung kembarnya.


Jangan tanyakan respon wajah Alex yang menjadi bingung sendiri juga salah tingkah. Melihat wajah heran istri kecilnya yang dipenuhi bekas merah.


"M-mungkin, kau sedang alergi," timpal Alex, dengan memperlihatkan wajah biasa saja, padahal perasaannya begitu kacau.

__ADS_1


"Alergi?" Sahut Amy pelan.


Alex mengangguk mengiyakan sambil tersenyum aneh. Pria itu begitu gugup, ketahuan dengan apa yang dilakukannya semalam terhadap istrinya.


__ADS_2