Suamiku pria dewasa

Suamiku pria dewasa
bab 30


__ADS_3

"Bagaimana keadaannya, dok?" Neda segera melayangkan pertanyaan dengan wajah khawatir kepada dokter pria di depan mereka. Alex pun terpaksa mengikuti sang neda keluar kamar, meninggalkan gadis mungil di dalam sana sendirian.


Dokter yang usianya lima puluh ke atas itu, menarik nafas sejenak, lalu membuangnya. Melirik ke arah neda dan Alex.


"Apa dia cicit nyonya Mahesa?" Tanya sang dokter, ia hanya menebak saja. Karena gadis itu begitu sangat muda.


Kedua nenek dan cucu itu telah saling menatap dan salah tingkah. Bagaimanapun, Alex harus merahasiakan pernikahannya, apalagi memikirkan nasib sekolah Amy. Dan neda menyetujui pendapat Cucun itu.


Neda tanpa tertawa terpaksa, sambil mencubit pinggang cucunya untuk segera menjelaskan kepada sang dokter.


"D-dia putri sahabat saya dokter, di menitipkan putrinya disini." Ungkap Alex dengan nada gugup dan terbata-bata.


Sang dokter menatap Alex begitu lekat dan menelisik penampilan pria bule di depannya.


"Benarkah? Apa dia berasal dari keluarga broken home?" Pertanyaan dokter, membuat Alex terdiam. Mengingatkan kehidupannya masa kecilnya dulu.


"Aku tidak tahu!" Sahut Alex dengan sedikit merasa aneh.


Neda mengusap punggung besar cucunya, mencoba untuk menenangkan Alex.


"Sepertinya dia tertekan dan membuat kejiwaannya sedikit terganggu, dia butuh penanganan khusus psikiater, bisa saja saat terbangun ia akan ketakutan juga histeris." Sang dokter menjelaskan kondisi Amy yang ternyata mengalami trauma dari kekerasan yang ja dapatkan.

__ADS_1


Neda dan Alex terkejut, apalagi si pria bule yang tidak menyangka perbuatannya mampu membuat seorang gadis menjadi trauma.


Alex pun begitu menyesal melakukan hal kasar kepada istri mungilnya ini.


Alexander menatap wajah Amy dengan tatapan bersalah, bagaimana kalau kedua orang tua Amy mengetahui itu semua, bisa-bisa dia akan berakhir di penjara dengan tuduhan kdrt pun melakukan tindakan kekerasan terhadap gadis di bawah umur.


Mendengar ucapan sang neda, menyadarkan Alex dan tidak lama kemudian, sebuah pukulan di belakang kepalanya kini begitu sakit.


"Lihatlah, apa yang terjadi atas perbuatan yang kejam sudah kamu lakukan kepadanya," sentak neda yang begitu marah kepada Alex.


"Maaf, Alex menyesal neda," gumam Alex yang terus menatap wajah Amy.


"Apa yang harus Alex lakukan neda?" Tanyanya kepada sang neda.


"Pikir saja sendiri. Ingat, setelah dia pulih, bawa neda untuk menemui keluarga besarnya!" Pinta neda yang tidak terbantahkan,


Setelah itu neda pun keluar dari kamar sang cucunya, wanita itu begitu lelah, dan butuh istirahat.


Alexander kini kembali memandangi wajah istrinya, pria itu begitu bersalah hingga tidak berani menatap wajah Amy yang keningnya terluka.


"Maaf," ucap pria tampan itu begitu menyesal sudah melakukan kekerasan kepada istri kecilnya.

__ADS_1


Alexander merotasi kamarnya yang sudah di bersihkan oleh bibi dan mamang Ajis. Tidak hentinya Alex menghembuskan nafas beratnya.


Pria itu berjalan ke arah kamar mandi, ia butuh menyegarkan tubuh agar pikirannya kembali jernih.


Alex pun meraih selembar handuk yang ada di pojok kamar, tergantung di baling jendela kamar, setelah itu Alex kembali berjalan ke arah kamar mandi.


Alexander sekali lagi melihat Amy yang masih tertidur di ranjangnya, meyakinkan gadis itu tidak terbangun oleh suara pintu kamar mandi terbuka dengan nyaring.


Alexander bernafas lega dan ia benar-benar masuk ke dalam kamar mandi mewahnya.


____


"Apa kalian tahu asal-usul gadis itu?" Neda kini terlihat berbincang-bincang dengan seseorang di seberang sana melalui panggilan telepon di ponsel masing-masing.


" …


"Aku mau kalian secepatnya mencari tahu tentang gadis itu!" Pinta neda dengan raut penasaran mengenai keluarga Amy.


" …


"Ya sudah, besok aku ingin laporan tentang gadis itu," ujar neda dengan nada tidak sabar.

__ADS_1


Panggil pun terputus, neda kini kembali membaringkan tubuh lelahnya kembali. Neda harus bersiap untuk mengetahui asal-usul cicit menantu itu.


__ADS_2