
Jangan lupa klik dulu J E M P O L,
kemudian K O M E N & V O T E ❤
Dukung terus novel ini ya 💋
..
..
..
Nampak dari luar pintu gedung, Daren Hilton, si calon pengantin pria berjalan memasuki gedung dengan jas putihnya.
Saat berjalan di atas karpet merah, Daren tidak sengaja melirik ke arah Nana. Sontak dia terkejut, raut wajahnya menjadi sangat takut dan kebingungan.
"Bukankah itu Nana?". Gumam Daren, matanya membulat sangat sempurna, sambil terus melangkahkan kakinya.
Nana yang mengetahui Daren sedang berjalan melewatinya, ia hanya tertunduk, tak kuasa untuk menatap wajah lelaki masa lalunya itu.
Kemudian tidak lama, datang pengantin wanita yang tak lain adalah Bae Rona dengan gaun putihnya, berjalan di atas karpet merah yang membentang sangat panjang, di dampingi dengan Bae Senjo, ayahnya sekaligus ayah Bae Nana.
Bae Senjo dan ibu tirinya, Berlinda, tidak mengetahui bahwa putri bungsunya berada di acara pernikahan tersebut, sebagai pasangan seorang tamu VIP. Karena tampilan Nana yang memang sangat berubah drastis.
__ADS_1
Nana terlihat murung, jiwa keberaniannya menciut kembali.
Lalu, Djordi mencuri-curi untuk menggenggam tangan Nana, tanpa di ketahui oleh tiga sekawan itu.
Nana terkejut dengan sentuhan lembut yang menempel di tangannya, ia melirik ke arah Djordi. Djordi membalasnya dengan senyuman.
Senyuman itu seolah mengisyaratkan *kau harus tenang, ada aku di belakang yang akan mendorongmu untuk tetap tegar*.
Kemudian, Nana tersadarkan, ia mulai mengembangkan senyuman yang tadinya sudah mulai meredup.
Proses upacara pengikatan janji suci dan tukar cincin berlangsung. Suasana yang sangat bahagia terpancar di pernikahan tersebut, para tamu undangan bersorak memberi selamat kepada kedua pengantin.
"Rona, apa kau yang mengundang Nana?". Tanya Daren, dalam keributan para tamu.
"Seseorang? Siapa?". Tanya Daren serius.
"Hey, ayolah mana senyuman pengantin baru? Aku akan memotretnya". Ucap seorang rekan mereka.
🌻🌻🌻🌻🌻
Semua tamu VIP menyapa hangat Djordi Aganor. Kemudian Sean, Chaning dan Jai, memulai pertunjukkannya, dan Kattie masih berburu makanan.
Nana merasa terkucilkan, jiwanya kesepian, lalu tanpa sadar ia meminum minuman yang berada di depannya. Sebenarnya, minuman itu di khususkan untuk beberapa kelompok tamu undangan VIP, karena terdapat kadar alkohol di minuman itu yang cukup tinggi.
__ADS_1
Hanya saja Nana tidak tahu. Satu tegukkan membuat dirinya ketagihan, Nana meminum lebih dari empat gelas..
Bae Rona memperhatikannya dari jauh sambil tersenyum jahat. Ia berjalan mendekati Nana.
Nana terlihat sudah agak sempoyongan, pandangannya menjadi tidak jelas.
Nana menciutkan matanya, berusaha melihat siapa yang datang mendekat padanya.
Tiba-tiba, dengan kasarnya Bae Rona mendorong tubuh Nana, hingga membuat beberapa puluh piring dan gelas pecah.
Crakcrak pyaaarrrrrrr....
"Ah". Rintihan Nana.
Nana tersungkur, hidangan dan pecahan kaca berhamburan di lantai. Gaun yang Nana kena'kan menjadi kotor, karena noda kue yang menempel.
Suasana yang tadinya ribut dengan obrolan, seketika saja menjadi hening. Semua pandangan menuju pada suara pecahan tersebut.
Berlinda (ibu tiri Nana) yang sedang menyambut tamu undangan pun di buat terkejut.
"Siapa yang berani membuat keributan di pesta pernikahan putriku?". Gumamnya sambil berjalan mendekati sumber kegaduhan itu.
Berlinda, melihat seorang gadis bergaun hitam yang sedang menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Nana sudah kehilangan kesadarannya.