Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Gagah dan Buas


__ADS_3

Dukung novel ini dengan cara :


L I K E, K O M E N & V O T E ❤


..


..


..


Nana berjalan mengendap-endap menuju pintu, lalu membuka pintu itu perlahan. Ia mengintip, apakah suaminya itu sudah benar-benar pergi?


Nana menghela nafas lega setelah melihat, ternyata Djordi sudah pergi. Lalu, ia menutup kembali pintu kamarnya tanpa menguncinya.


Dengan cepat Nana membuka gaun pengantin yang ia kenakan itu. Lalu, ia berjalan menuju kamar mandi dengan hanya memakai bra tanpa tali dan celana pendek saja. Nana, langsung menyiapkan air hangat untuk Djordi.


...


Hampir tiga puluh menit telah berlalu. Air hangat pun sepertinya sudah dingin, dan Djordi tak kunjung pulang juga. Sampai-sampai, hampir saja Nana tertidur di atas sofa. Sesekali, ia mengintip, melihat ke luar jendela. Tapi, tidak ada tanda-tanda Djordi akan pulang. Membuat Nana kesal hati.


"Apakah dia membeli sup ke luar Negeri? Lama sekali...," gerutu Nana.


Nana menghentak-hentakkan kakinya kelantai, dengan kerutan di keningnya.


Tiba-tiba, Nana merasa tubuhnya sangat lembab dan gatal-gatal.


"Uh, tubuhku sedikit bau dan gatal. Djordi lama sekali sih ! Apa, aku pakai dulu saja airnya ya?" gumam Nana.


Kemudian, Nana berjalan menuju kamar mandi. Ia menghangatkan kembali air yang sudah dingin itu, lalu Nana melepas pakaian dalamnya dan berendam dengan rileks sambil menutup kedua matanya. Karena menunggu Djordi, membuatnya benar-benar kesal hati.


Selesai mandi. Nana ingin meraih handuk.


Deg !!


Nana lupa, tadi ia tak membawa handuk ke kamar mandi. Lalu, Nana mengintip keluar, melihat sekeliling kamarnya dengan pendengaran yang tajam.


Tidak ada siapa-siapa, kan? (Gumamnya dalam hati, dengan mata yang melirik kesana kemari)


"Hmbeerrr...." Nana langsung berlari keluar dari kamar mandi itu secepat kilat dengan telanjang bulat. Lalu, ia langsung mencari handuknya di lemari.


Setelah melihat keberadaan handuknya, ia langsung menariknya dari tumpukan kain-kain yang lain. Tapi, tiba-tiba saja,


Ceklek..

__ADS_1


Pintu terbuka.


"😲" Sontak, Djordi membulatkan matanya dengan mulut yang menganga. Pipinya memerah, jantungnya berdegup sangat dahsyat. Hampir saja, Djordi menjatuhkan sup yang telah ia susah payah mencarinya, karena melihat dengan jelas lekuk tubuh wanitanya itu. Kulitnya betul-betul putih dan mulus.


" aaaaa, " teriak Nana panik. Suara teriakkannya sudah bagaikan terjepit pintu saja. Nana langsung membelitkan handuk itu di tubuhnya dengan cepat.


Djordi langsung memalingkan wajahnya.


"Ah ! Emm, ma-maaf." Ucap Djordi yang membelakangi Nana.


"Aku, taruh supnya di atas meja, ya." Djordi berjalan seperti kepiting. Ia menghindari Nana dengan meletakkan sup itu di atas meja. Lalu, Djordi berjalan ke luar. Tapi, tiba-tiba ia tersadar dengan sedikit mengerutkan keningnya. Langkahnya terhenti begitu saja.


Kenapa aku harus menghindar? (Gumamnya)


Lalu Djordi berpaling, menatap Nana yang tubuhnya sudah dibalut handuk putih.


Glek..


Djordi menelan ludahnya, dengan cucuran keringat.


"Cepat kau makan, lalu pakai piyama tidurmu," ucapnya. Djordi sudah tak bisa menahan nafsunya, tapi ia juga tak bisa membiarkan wanitanya kelaparan.


Nana mengangguk, dengan raut wajah yang tersipu malu.


Teg !!


"Ah ! Aku ... aku memakainya, barusan. Sebentar, akan aku siapkan lagi air hangatnya untukmu," katanya, sambil menghindari suasana yang sudah membuatnya canggung itu. Nana berjalan cepat menuju kamar mandi, dengan handuk yang masih melilit ditubuhnya.


Selesainya menyiapkan air hangat, lalu Nana berpikir untuk mengecek ulang air itu dengan mencelupkan tangannya kedalam air.


Tiba-tiba, Djordi sudah berdiri di ambang pintu dengan memakai handuk yang menutupi bagian pinggang dan pahanya saja.


Sontak, wajah Nana memerah. Ia menjadi tidak fokus, sesekali berkedip panik karena melihat dada bidang Djordi yang begitu jelas.


"A-airnya sudah siap. Aku ... aku akan menyiapkan pakaian untukmu," ucapnya gugup, dengan wajah menunduk.


Nana berjalan melewati Djordi begitu saja.


Djordi berseringai, ia langsung menarik ujung handuk yang Nana kenakan. Hingga membuat tubuhnya memutar dan handuk itu seketika terlepas dari tubuh Nana.


"HEY, KAU !!!" teriak Nana. Ia langsung menutup bagian dada dan bawah pusarnya sambil berjongkok, menutupnya rapat-rapat.


"Apa? Kenapa harus di tutup-tutupi? Empat jam yang lalu, aku dan kau sudah sah menjadi suami istri," seru Djordi, sambil tersenyum nakal.

__ADS_1


"Ta-tapi kan, aku belum terbiasa." Nana memalingkan pandangannya. Djordi malah bersandar di ambang pintu toilet, dengan wajah santainya.


"Memangnya aku sudah terbiasa?" katanya, sambil melempar loofah (sikat mandi) ke arah Nana.


Spontan, Nana langsung menangkapnya dengan kedua tangannya.


"Cepat masuk ! Bantu aku menggosok tubuh. Biasakan hal yang seperti ini, mulai dari sekarang," ucapnya sambil tersenyum melihat kedua buah dada Nana yang terpampang nyata dan sangat jelas.


"Berikan dulu handuknya !" teriak kecil Nana.


"Tidak akan. Apa kau pikir, aku akan tergoda dengan tubuhmu itu?" celetuk Djordi. Senyuman di wajahnya semakin melebar. Ia terus saja menjahili Nana.


Hah ! Apa dia meremehkanku? (Gumam Nana, ia mulai geram dengan keusilan Djordi)


"Kau menantangku? ... Baiklah." Nana langsung berdiri tegak, berjalan mendekati Djordi dengan gagahnya. Ia sudah tak peduli dengan tubuh tanpa handuk.


Djordi langsung membulatkan matanya, kala melihat perubahan sikap Nana yang begitu drastis.


Semakin dekat dengan Djordi, Nana langsung menarik handuk Djordi, hingga handuknya pun terlepas jatuh ke lantai.


"A... HEY !!" Djordi terhentak kaget, dengan menggerakkan lututnya ke atas.


"Cih !!" Decak Nana dengan tatapan meledek, setelah melihat bagian kepunyaan Djordi.


"K-kau !! Apa kau balik menantangku?" tanya Djordi dengan raut wajah kesal, karena ia seperti diremehkan oleh wanitanya.


Djordi langsung memanggul tubuh Nana di bahunya. Membawa Nana masuk kedalam kamar mandi.


"Awas !! Pelan-pelan. Kamar mandinya licin," teriak Nana yang sedang berada di bahu Djordi saat ini.


"Apa? Pelan-pelan? Baiklah, aku akan bersikap lembut, agar kau menikmati tiap sentuhannya. Hihihi...." Djordi cekikikan, ia masih saja menggoda Nana.


"DASAR MESUM !! Aku tarik kembali ucapanku." teriak Nana di dalam kamar mandi, dengan tubuh yang meronta-ronta.


Cklek..


Pintu kamar mandi dikunci rapat-rapat.


Aku tidak tahu, ternyata wanitaku sangat gagah dan begitu buas. (Gumam Djordi, dengan senyum nakalnya)


..


Ayo dong Votenya, biar lebih semangat up nih huehehehee 😘

__ADS_1


__ADS_2