Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Alat Kejut


__ADS_3

Dukung terus novel ini dengan cara :


Klik J E M P O L, L I K E & V O T E


Sebanyak-banyaknya ya ❤


..


..


..


Sebenarnya dalam lubuk hati Nana, ia pun sangat menyayangkan jika usaha dan gelar yang di damba'kannya selama ini harus ikut terkubur dengan masa lalunya. Karena Nana sudah tidak di harapkan lagi di keluarganya, dan ia juga tidak ingin merepotkan bibinya, jadi Nana harus merelakan itu semua.


"Ah, sudahlah. Pokonya aku tidak ingin meneruskannya". Bantah Nana, sambil memalingkan wajahnya dari Djordi.


"Kau harus mengubur dalam-dalam masa lalumu. Buka hati dan lembaran baru. Besok pagi kita akan pulang ke Korea. Dan senin depan, kau harus menyiapkan diri untuk masuk ke Universitas terbaik di Korea, aku sudah memasukkan mu ke sana dan sudah mengurus surat pindahnya dari Universitas lamamu". Jelas Djordi, sambil meletakkan cermin kecil di atas meja, mengarah pada wajah Nana.


"Tapi bos ..".


"Aku benci orang yang tidak menurut. Bersihkan mulutmu dan segeralah beristirahat". Ucap Djordi, ia langsung berjalan keluar meninggalkan Nana.


Nana terpaku, mulutnya menganga, ia tak percaya dengan ucapan yang Djordi lontarkan barusan, mengenai kepindahannya ke Universitas terbaik di Korea. Matanya memperhatikan punggung Djordi yang kian menjauh.


Kemudian, Nana menurunkan pandangannya, tidak sengaja wajahnya nampak di dalam cermin kecil yang Djordi letakkan di atas meja tadi. Sontak Nana terkejut.


"Aaaaa~". Teriaknya, karena Nana melihat wajahnya sangat berantakkan di dalam cermin itu. Apa lagi dengan mulutnya yang belepotan, penuh dengan krim di mana-mana.


Sial !! Memalukan sekali sifat menjijikan yang tertanam di diriku ini. (Gumamnya dalam hati, sangat jengkel pada dirinya sendiri).


Kemudian, Nana membersihkan dengan kasar krim kue yang menempel di sisi mulutnya menggunakan tisu.

__ADS_1


..


🌻🌻🌻🌻🌻


..


Pukul sembilan pagi.


Dengan cuaca yang sangat cerah.


Nampak Djordi Aganor dengan pakaian yang sangat rapih, sedang terduduk di atas sofa menatap seorang wanita yang sedang tertidur pulas di atas ranjangnya, yang tak lain adalah Bae Nana.


Dari kejauhan, sekretaris Yan menghampiri Djordi, ia berhenti melangkah sampai depan pintu kamar itu.


"Presdir, jika kita tidak pergi sekarang, mungkin kita akan terlambat menghadiri rapat". Ucap sekretaris Yan, di depan pintu kamar.


"Ssttt ..". Djordi mengisyaratkan sekretaris Yan untuk tidak berisik, karena Nana masih tertidur pulas.


Kemudian, Djordi melangkah ke luar dari kamar itu perlahan, mendekati sekretaris Yan.


"Tapi, Presdir ..". Sekretaris Yan merasa resah, tapi apa boleh buat, jika Djordi bilang tidak, ya tidak.


....


Djordi kembali duduk sambil memandangi Nana.


Wanita ini seperti koala saja tidurnya. (Gumam Djordi dalam hatinya, ia mulai kesal).


Tidak lama kemudian, Nana membuka kedua matanya secara perlahan, sambil meregangkan otot-otot di kaki dan tangannya. Nana terdiam, dengan posisi tubuh yang masih terlentang diatas ranjang. Ia menatap langit-langit kamar itu, dengan perasaan tenang dan damai.


Tiba-tiba saja ...

__ADS_1


Bledag Bledug💥


Dar Der Dor💢 Crakcak Pyarrr💥


Suara kebisingan.


"Aaaaa~". Teriakan Nana, dengan spontan.


Nana sangat terkejut, ia langsung loncat dari atas ranjang, dan bersembunyi di pojokan sambil menutup kedua telinganya dengan tangannya.


Djordi sangat ingin meluapkan tawanya, karena melihat tingkah panik Nana yang sangat membuat gelak tawa baginya, tapi ia memilih untuk menahan tawanya itu.


"Ssss". Djordi berdesis, menahan tawanya.


Nana membalikkan pandangannya, dan mendapati Djordi di dalam kamar itu yang sedang berdiri dengan tertawa geli karena tingkahnya, sambil mengenggam suatu benda berbentuk tabung di tangannya.


Dengan cepat Nana berjalan mendekati Djordi, dan merampas benda itu dari tangannya.


Kemudian, Nana memperhatikan, alat apa itu.


Apa? Alat prank, untuk mengejutkan seseorang?. (Gumam Nana dalam hatinya, sambil membulatkan kedua bola matanya dan mengerutkan keningnya).


"Bos, apa kau mengerjaiku dengan alat ini?". Tanya Nana, serius.


Djordi menghentikan tawanya.


"Nana, apa kau tahu ini jam berapa? Aku sampai harus mengundurkan rapatku di Korea karena menunggu kau bangun". Ucap Djordi, sambil masih tertawa kecil.


Nana yang tadinya berwajah sangat jengkel, seketika merubah mimiknya itu. Ia tersadarkan dan menaikan kedua alisnya, lalu melirik ke arah jam dinding.


Apa? Pukul sembilan lewat lima belas menit?. (Nana tercengang).

__ADS_1


"Cepat bersiap, aku tunggu kau di bawah dalam sepuluh menit, jika tidak, terpaksa aku harus meninggalkanmu di Negara ini dengan pahitnya masa lalumu itu". Ucap Djordi, sambil berjalan melewati Nana, ke luar dari kamar itu.


Nana membulatkan bola matanya dengan sempurna, kemudian, dengan cepat ia berlarian kesana kemari untuk bersiap.


__ADS_2