
Jangan lupa L I K E, K O M E N & V O T E ❤
..
..
..
🎶 Kukukik Kuikuk 🎶
'Temui aku di cafe 86'
Sebuah pesan singkat yang sangat bermakna, terpampang di layar ponselnya. Membuat perasaan dan hati seorang wanita yang bernama Selena Bella, sangat bahagia. Jantungnya berdegup kencang, wajahnya berseringai. Ia melompat kesana kemari, kegirangan. Pasalnya, pesan singkat tersebut datang dari lelaki yang sudah lama ia damba'kan. Yaitu Djordi Aganor.
"Akhirnyaa..". Gumam Selena. Tersenyum lebar, sambil menempelkan ponsel itu di dadanya. Jiwa bahagianya memuncak.
Selena yang baru saja keluar dari kamar mandi, langsung bergegas untuk berdandan. Memilih baju yang paling baik menurutnya. Berrias secantik mungkin dengan alat make up yang sangat lengkap. Biasanya Selena selalu memanggil perrias profesional, tapi kali ini tidak banyak waktu baginya. Ia ingin cepat-cepat berjumpa dengan Djordi.
"Pak Lee, antar aku ke cafe 86". Ucap Selena pada supir pribadinya. Ia membuka sendiri pintu mobil dan masuk begitu saja. Aura bahagianya terpancar begitu jelas dari dalam tubuhnya. Membuat Pak Lee terheran-heran.
..
Setelah sampai di cafe 86. Selena berjalan cepat masuk kedalam cafe, melihat kiri kanan. Mencari lelaki idamannya itu.
Seketika, kedua bola matanya berbinar. Karena, pengunjung cafe yang sepi membuat Selena tidak lama untuk bisa mencarinya.
Selena merangkul kan kedua tangannya di leher Djordi dari belakang. Bagian dada Selena bersentuhan dengan punggung Djordi. Djordi terkejut, tanpa berucap, matanya membulat.
"Lepaskan !!". Ucap Djordi acuh. Djordi memasang wajah kesal.
Perlahan Selena melepaskan rangkulannya itu dengan ragu, sambil mengerucutkan bibirnya. Ia terhenti sejenak, memandang sebal ke arah Djordi.
"Duduk". Ucap Djordi begitu singkat. Ia bersandar pada kursi dan melipat kedua tangannya di atas perut.
Selena mengerutkan keningnya, sambil duduk di kursi yang berhadapan dengan Djordi. Perasaannya mulai tidak tenang. Ada apa dengan Djordi? Kenapa ia memasang wajah seperti itu?.
"Ehem. Kau belum memesan apapun? (berusaha tersenyum) Biar aku yang pesankan ..". Ucapan Selena terpotong.
"Aku mengajakmu kesini bukan untuk makan dan minum, atau berbasa basi yang tidak penting". Ucap Djordi, aura menakutkannya perlahan muncul.
Selena menelan kasar ludahnya. Ia menunduk, menatap tajam ke lantai sambil mengerutkan keningnya.
"Ah! Emm.. (matanya melirik, panik) tapi aku sangat haus. Bagaimana jika kita pesan minuman saja (senyum terpaksa) Aku yang akan memesannya. PELAYAN!!". Ucap Selena dengan kecepatan bicaranya, berusaha mengalihkan pembicaraan karena sangat panik.
__ADS_1
"Selena ! Aku peringatkan kau, untuk tidak menyentuh Bae Nana". Ucap Djordi dengan tegasnya.
Selena mematung mendengarnya. Ia melirik tajam ke arah Djordi. Djordi menangkis tatapan Selena.
"Heh (tersenyum sinis) Kita ini sebentar lagi akan bertunangan. Aku hanya menyingkirkan satu krikil yang menghalangi kita berdua untuk melangkah bersama". Ucap Selena.
"Jika bukan karena orang tuaku, aku tidak akan sudi bertunangan dengan mu". Ucapan yang di lontarkan Djordi, menembus dada Selena.
Seketika, air mata Selena membendung.
"Sudah !! Aku hanya memperingatkan mu satu hal itu saja. Aku akan memikirkan cara pembatalan pertunangan itu, tanpa perlu melibatkan dua perusahaan dan orang tua kita". Ucap Djordi, tegas. Kemudian, ia beranjak dari tempat duduknya dan berpaling melangkah, meninggalkan Selena yang masih mematung.
"Jika kau terus melindunginya, aku punya beribu cara untuk membuatnya meninggalkanmu". Geram Selena, air matanya mulai menetes. Karena Djordi terang-terangan memilih wanita lain di hadapannya.
Langkah kaki Djordi terhenti. Ia berbalik, mendekatkan mulutnya ke kuping Selena.
"Apa kau percaya? Aku bisa membunuh, tanpa menyentuh!". Bisik Djordi.
Selena membulatkan matanya dengan sempurna, ia tak bisa berkutik. Hampa terasa. Mendengar lelaki yang di damba'kannya berani melakukan hal keji itu, hanya untuk melindungi wanita lain.
Sosok lelaki itu meninggalkannya begitu saja, bersamaan dengan derap langkah yang semakin menjauh. Perasaannya sudah ter-iris, tanpa mampu mengejar dan meraihnya. Hanya dapat mengamati dari jauh. Lelaki yang menjadi penyemangat hidupnya itu, perlahan menghilang dari pandangannya bersamaan dengan air mata Selena yang mengalir di kedua pipinya.
"Kenapa? Kenapa kau malah berpaling pada wanita lain, saat aku sudah siap bersanding denganmu? Aku sudah menantimu bertahun-tahun lamanya. Kau yang mengobati luka lamaku, kala itu. Membuat pelangi baru di hatiku. Kenapa bukan aku yang ada di hatimu?". Ucap Selena, lirih. Tatapan matanya kosong, dengan air mata yang terus saja mengalir.
..
..
Di kediaman Aganor.
Nampak, langit sudah mulai gelap.
Perasaan Djordi sudah sedikit lega, karena orang yang menjebak Nana sudah di atasi. Tapi, lain lagi dengan Selena, ia merupakan hal rumit baginya. Djordi takut, jika Selena benar-benar nekat untuk melakukan hal-hal aneh lagi pada Nana.
Djordi tidak boleh gegabah meluncurkan aksi balas dendam untuknya. Karena Selena adalah calon tunangan yang orang tuanya pilihkan untuk dirinya. Dan, dua keluarga itu sudah bersahabat sangat erat, sejak Djordi kecil. Keluarga Selena pernah membantu perusahaan ayah Djordi saat perusahaannya itu sedang di ambang kehancuran.
..
Djordi berseringai sambil berjalan menuju rumahnya, karena ia akan memberitahukan pada Nana bahwa dirinya sudah mengatasi orang-orang yang menjebaknya.
Pengurus Feng membuka pintu dan mempersilakan tuannya masuk. Baru saja menjejakkan kakinya di dalam rumah, pikiran Djordi langsung tertuju pada Bae Nana. Tak pikir panjang, Djordi mengambil langkah menaikki anak tangga menuju kamar Nana.
Tok .. Tok ..
__ADS_1
Ketukan pintu yang sedikit ragu.
Hening.
Tidak ada jawaban. Djordi mengerutkan keningnya. Lalu, Djordi membuka pintu kamar Nana begitu saja.
Saat Djordi membuka kamar Nana, ia terkejut, matanya membulat. Karena melihat kamar Nana yang setengah kosong. Barang-barang milik Nana hilang. Hanya tersisa barang-barang yang memang dari dulu sudah menetap disitu.
Djordi melangkah masuk, ia memperhatikan seluruh ruangan itu dengan wajah yang terheran-heran. Kemudian, tak sengaja pandangannya melihat ke arah kaca besar yang tertempel di lemari baju. Terdapat coretan lipstik merah merona di kaca itu, yang membuat kedua mata Djordi terfokuskan hanya pada kaca itu saja.
Djordi mendekati kaca itu.
Beberapa kata, tertulis di kaca itu.
'Jika orang lain yang membaca ini, tolong sampaikan kepada Tuan Djordi !!
Aku minta maaf, aku pamit. Aku mengundurkan diri dari asisten pribadimu. Terimakasih banyak untuk semua perlakuan baikmu padaku selama aku tinggal di rumahmu. Aku berharap kau mencariku, tapi sebaiknya jangan. Karena itu akan sia-sia. Mungkin saat ini, aku sudah berada di luar kota'
"SIAL !! Ada apa lagi ini? Mengapa, tiba-tiba Nana mengundurkan diri?". Gumam Djordi, bertanya-tanya. Emosinya sedikit naik.
Brak..
Djordi menonjok kaca itu hingga pecah. Beberapa serpihan kaca menusuk kedalam kulitnya. Cairan kental berwarna merah mulai menetes dari tangan yang masih ia kepalkan.
"FENG !! FENG !!". Teriak Djordi.
Pengurus Feng mendekat.
"Ada apa Tuan?". Tanya lembut pengurus Feng.
"Periksa rekaman dari siang sampai saat ini. Atau lacak keberadaan Nana. Sekarang juga !!". Titah Djordi, panik.
..
..
Kenapa Bae Nana, tiba-tiba mengundurkan dirinya?
Ayo jawab di kolom komentar 💋
.
Eh, pasti lupa ya klik jempol, komen, dan vote ❤
__ADS_1