Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Makan Malam


__ADS_3

Jangan lupa klik J E M P O L,


kemudian L I K E & V O T E sebanyak-banyaknya ❤


Mohon dukungannya untuk novel ini 🙏


..


..


..


Vila kediaman Aganor.


Djordi berjalan memasuki vila pribadinya.


"Tuan sudah kembali". Ucap pelayan yang membukakan pintu, sambil membungkukan tubuhnya.


Djordi melihat seluruh sudut ruangan itu. Rasa penasarannya tertangkap jelas di wajah pria gagah itu.


"Dimana Bae Nana?". Tanya Djordi, bola matanya melirik kesana kemari.


"Nona Bae berada di kamarnya". Jawab pelayan itu, sungkan.


"Bagaimana ke adaannya sekarang? Dan, apakah dia menurut?". Tanyanya lagi.


"Nona Bae sangat penurut, keadaannya pun sudah membaik". Jawab pelayan itu.


Perasaan gelisah dan rasa penasarannya sudah teratasi, Djordi menghela nafas lega.


Dan sekarang, jiwa ingin menemui Bae Nana menggebu-gebu di lubuk hatinya. Kemudian, ia berjalan di atas anak tangga.


"Ah, Tuan. Saya sudah menyiapkan makan malamnya". Teriak kecil pelayan itu.


"Bawa, makan malamnya ke kamar atas". Titah Djordi, acuh. Matanya berbinar, ia terus saja melangkahkan kakinya menuju kamar dimana Nana sedang beristirahat.

__ADS_1


..


🌻🌻🌻🌻🌻


..


Pintu kamar yang tidak tertutup rapat, membuat Djordi membukanya begitu saja, tanpa sepengetahuan Bae Nana.


Nampak, Bae Nana yang sedang duduk di atas ranjang menghadap jendela, membelakangi Djordi sedang memegang sebuah bingkai emas, berisi foto seseorang. Wajah Bae Nana menjadi ciut.


"Nana, apakah aku boleh masuk?". Tanya Djordi.


Nana sangat terkejut, karena tiba-tiba mendengar suara bosnya bergema di dalam kamar itu. Kemudian, dengan cepat bingkai foto itu di selipkannya di bawah bantal.


"Ah,, ya ya. Emm, ada apa bos?". Bicara Nana gugup, sambil memalingkan wajahnya, lalu menatap mata Djrodi.


Djordi memperhatikan tangan Nana yang sedang menyelipkan sesuatu di bawah bantalnya, dengan wajah yang sedikit panik. Tingkah Nana menjadi kaku, dan gugup. Membuat Djordi salah sangka.


Bingkai foto? Foto siapa itu? Sampai membuat Nana bersedih lagi seperti itu. Jangan-jangan .. (Gerutu Djordi dalam hatinya, sambil mengerutkan keningnya).


"Apa yang kau sembunyikan di bawah bantal?". Tanya Djordi sangat penasaran, kedua matanya menciut.


Djordi menaikan alis kirinya, ia tak percaya dengan ucapan Nana, kemudian Djordi berjalan mendekatinya. Nana dibuatnya gugup, ketakutan.


Apa lagi yang akan di lakukan pria brengsek ini?. Gumam Nana dalam hatinya..


Dengan cepat Djordi mengangkat bantal itu. Ia terheran, karena di dalam foto itu terlihat dengan jelas wanita dewasa yang sedang terbaring di atas ranjang, sambil menggendong seorang bayi.


"Foto wanita?". Gumam Djordi, sambil menaikkan kedua alisnya.


Ah.. Tunggu tunggu, sepertinya wanita di foto ini tidak asing.. (Gumam Djordi dalam hatinya, terheran)


"Emm,, siapa ini?". Tanya Djordi, ia merasa malu karena dugaannya salah.


"Oh, emm itu .. ".

__ADS_1


Tok.. Tok.. Tok..


Tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu.


"Tuan, saya membawakan makan malam nya". Ucap pelayan dari luar pintu.


"Nana, bukakan pintunya". Titah Djordi, sambil duduk di atas sofa yang ada di kamar itu.


Dengan cepat Nana membukakan pintunya. Lalu, ia tersenyum ramah pada pelayan yang membawakan makan malam itu.


Pelayan itu langsung menyimpan makan malam di atas meja, tanpa berucap sepatah kata apapun. Lalu, pelayan itu berjalan meninggalkan Nana dan Djordi.


Kedua mata Nana berbinar, saat melihat isi makan malam itu yang sangat menggoda.


Wah, makan malam ini terlihat sangat lezat. Eh, tapi kenapa ada nasi di makanannya, bukankah bos fobia pada nasi? Ah, jangan-jangan makan malam ini khusus untukku. Uh, sangat perhatian sekali bosku itu padaku, aku sangat tersentuh. (Gumam Nana dalam hatinya, sambil tersenyum kecil).


"Cepat bawa kesini". Titah Djordi, yang sedang duduk manis sambil menumpangkan kaki kanan di atas kaki kirinya.


Hah? Bawa sini?. Gumam Nana, terheran.


"Apa yang kau tunggu?". Ucap Djordi.


"Emm, bukannya ini untukku?". Tanya Nana sambil menaikan kedua alisnya.


"Itu makan malamku. Jika kau mau, aku akan menyuapimu". Ucap nya, sambil tersenyum usil.


"Ah, tidak tidak. Tapi bos, di makanan itu ada nasi". Nana semakin penasaran.


"Ya, sekarang aku sedang berusaha membiasakan makan dengan nasi. Jadi, aku tidak perlu memarahi orang lain lagi, jika di dalam makanannya terdapat nasi". Jelasnya, sambil melewati Nana, dan mengambil piring makan malamnya itu.


Nana hanya diam terpaku, mendengar perkataan Djordi.


Apa bos melakukannya demi aku atau karena aku?. (Gumam dalam hatinya)


Kemudian, Djordi memakan makan malamnya itu dengan lahap, sepertinya ia sangat kelaparan.

__ADS_1


Nana yang melihat Djordi yang sedang fokus memakan makanan itu dengan lahapnya, ia hanya bisa menelan air liurnya, dengan mata yang mengharapkan sesuatu.


Aku tarik kembali ucapanku yang mengatakan bahwa bos sangat perhatian 😤. (Geram Nana dalam hatinya, sangat jengkel).


__ADS_2