Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Kota Kecil


__ADS_3

Ayoo semangati author dan dukung novel ini,


dengan cara : L I K E, K O M E N & V O T E ❤


..


..


..


Sorotan mentari dan suara deburan ombak menyambut pagi ini. Nana masih tertidur dengan selimut bulu yang membalut disekujur tubuhnya.


Kemudian, dari jauh, nampak Djordi yang sedang berjalan menghampiri tenda berisis Nana di dalamnya.


"Sayang ... ayo bangun !" ucap Djordi membangunkan, sambil mengelus-elus pipi Nana.


Seketika Nana terbangun, karena wajahnya tersorot mentari saat Djordi membuka tenda itu. Ia mengerjapkan kedua matanya, lalu tersenyum saat melihat wajah Djordi berada di hadapannya.


"Uh, dingin sekali ! Udara ini menyiksaku," sindir Nana, sambil melirik ke arah Djordi dan lebih mengeratkan balutan selimutnya itu.


"Dibagian mana yang dingin?" tanya Djordi, cepat.


"Dibagian sini?" Djordi menyentuh telapak kaki Nana, kemudian naik ke telapak tangan.


"Apa ... di sini?" ucapnya, sambil mengusap-usap tangan Nana dengan lembut.


Nana mendatarkan wajahnya.


"Bukan ! Tapi, disini ...," ucap Nana. Ia langsung menarik lengan Djordi dengan cepat, dan menempelkanya di daerah bibir mungilnya.


Djordi terhentak kaget, dengan langsung menarik kembali tangannya itu.


"Aku mohon ... jangan memulainya, Nana. Apa kau tahu, aku sangat tersiksa dengan godaanmu itu !" Djordi membalikkan tubuhnya, ia takut tidak bisa mengontrol diri lagi seperti kemarin sore.


Nana mengerucutkan bibirnya. Wajahnya terlihat kesal, dengan perasaan hampa. Kemudian, ia beranjak dan menyenggol tubuh djordi yang sedang duduk membelakanginya di ambang tenda. Hingga tubuh Djordi terpantul ke tenda.


"Cih !" desis Nana, sambil berjalan cepat menuju The King Hotel dengan wajah masamnya.


Djordi menaikkan satu alisnya, terheran, dengan menatap punggung Nana yang sedang berjalan kian menjauh darinya.


"Cepat bersiaplah. Aku tunggu kau di sini !" teriak Djordi.


..


Kemudian, Nana berjalan memasuki kamar hotelnya. Saat Nana membuka pintu kamar itu, ada Kattie yang masih tertidur dengan balutan selimut putih.


"Kenapa dia ada di kamarku?" gumam Nana, terheran, dengan berlalu memasuki toilet untuk membersihkan diri.


Selesai nya dari toilet, Nana berpakaian dan berrias ala dirinya. Menatap ulang ke arah ranjang.


Tapi, Kattie masih belum bangun juga.


Ada apa dengan Kattie? Tidak biasanya dia bangun siang ! (Gumam Nana dalam hatinya)


Nana menghampiri sahabatnya itu, dengan lipstik yang masih di genggamnya.


"Kattie !" panggilnya, sambil menggoyangkan tubuh Kattie. Tapi, tidak ada respon darinya.


"Aku akan pergi jalan-jalan. Apa kau tidak ingin ikut?" tanya Nana. Kattie masih tidak meresponnya.


Nana mengerutkan keningnya, dengan melipat kedua tangan di atas perut. Menatap tajam ke arah Kattie.


"Ah sudahlah, mungkin Kattie kelelahan karena menghabiskan malam dengan Chan," gumam Nana dalam lamunannya.


Nana berlalu meninggalkan Kattie dengan mengambil topi pantainya, ke luar dari kamar itu. Nana ingin jalan-jalan dulu, sebelum pulang meninggalkan pantai yang indah itu.


...


Zzzzzz...


Suara Helikopter.


Saat Nana menjejakkan kakinya ke luar dari The King Hotel. Nana langsung di sambut hangat oleh Djordi dan helikopter dengan baling-baling yang bergerak memutar di belakang Djordi.


"Sayang ! Kemarilah ...," teriak Djordi, karena suara helikopter itu sangat berisik.


Nana terheran, ia menaikkan alis kirinya.


Apa lagi ini? (Gumam Nana, dengan mengernyitkan dahinya)


Djordi menggerakan tangannya, mengisyaratkan agar Nana segera menghampirinya.

__ADS_1


Dengan tidak pikir panjang, Nana pun mulai berjalan ke arah Djordi dan helikopter itu.


Saat Nana berjalan, Djordi menggerakan lagi tangannya itu, mengisyaratkan agar topi yang Nana pakai di lepas dulu. Karena kencangnya baling-baling, memudahkan topi untuk terbang.


Nanapun menuruti setiap apa yang diisyaratkan tangan Djordi.


"Ayo ! ... Awas hati-hati," ajak Djordi, sambil memapah Nana menaikki helikopter pribadinya.


Setelah mereka masuk dan duduk di bangku helikopter, Djordi memakaikan kembali topi di kepala Nana. Lalu, Djordi memasangkan sabuk pengaman dan headphone yang tersedia di dalam helikopternya.


Headphone ini membantu Djordi dan Nana agar mudah dalam berkomunikasi, karena suara baling-baling yang sangat berisik, bisa menghilangkan suara saat akan berkomunikasi.


Perlahan, helikopter itu pun mengudara tinggi.


Nana membulatkan matanya, kedua bola matanya berbinar, wajahnya berseri-seri setelah melihat pemandangan pantai dan gedung-gedung, dari jarak yang begitu tinggi. Djordi menatap ke arah Nana yang sedang tersenyum melihat pemandangan di bawah.


"Apa kau menyukainya?" tanya Djordi, sambil tersenyum lebar.


"Ya, aku sangat-sangat menyukainya. Pemandangan dari atas sini sangat indah," sahut Nana, dengan wajah yang berseri-seri.


Helikopter melaju, dengan menambah sedikit kecepatannya. Tiba akhirnya pada kejutan yang sebenarnya.


"Nana, lihat ke arah sini...," ucap Djordi, tiba-tiba sambil menunjuk ke arah yang dirinya maksud.


Spontan saja, Nana langsung melihat kemana arah jari Djordi menunjuk.


Sontak, Nana di buat sedemikian rupa terkejutnya, dengan mulut menganga dan membulatkan kedua bola matanya. Nanapun di buat tak bisa berkutik, setelah melihat suatu pulau dengan indahnya berbentuk love, ditambah lagi dengan kebun luas yang di ukir bertuliskan ..


🌹 I ❤ U, Bae Nana 🌹


Tak pernah terbayangkan, Djordi akan menyiapkan banyak kejutan romantis untuknya.


"Bagaimana? Kau ... tidak mungkin mengatakan tidak menyukai semua kejutan dari ku, kan?" tanya Djordi, sambil tersenyum menatap ke arah Nana.


"E'em ...." Nana tersenyum haru, dengan menganggukkan kepalanya. Djordi langsung menyentuh lembut tangan Nana, mengusapnya perlahan.


Setelah berlama-lama melihat pemandangan yang membuat Nana takjub, akhirnya helikopter pun mendarat. Djordi memapah Nana keluar dari helikopternya itu.


"D-dimana ini?" tanya Nana, terheran, karena tempatnya mendarat bukan di The King Hotel. Melainkan di suatu Kota kecil dengan struktur bangunan-bangunan yang unik dipenuhi warna.


"Aku ingin bembawamu bersenang-senang, sayang" ucap Djordi dengan senyuman lebarnya. Djordi langsung menarik tangan Nana, menjauh dari helikopter itu.


..


Tak pikir panjang, Djordi pun langsung menyewa sepeda tandem itu. Dan mulai membawa Nana menggoes, menelusuri setiap sudut Kota kecil yang penuh warna itu.


"Nana, berpeganganlah ... jika kau tidak ingin terjatuh," celetuk Djordi, dengan taktik licik agar Nana memeluk tubuhnya.


Nana langsung mengikuti saran yang Djordi katakan, karena memang benar, Nana takut jika dirinya terjatuh.


Djordi menggoes sepeda itu dengan penuh perasaan, agar Nana bisa menikmati suasana indah di Kota kecil itu.


Dan memang ya, Nana sangat-sangat menikmatinya. Kedua matanya dipejamkan, lalu Nana menghirup nafas perlahan dengan satu tangan di lentangkannya. Merasakan udara segar yang menusuk kedalam tubuhnya. Djordi yang sedang menggoespun merasakan aura kebahagiaan yang terpancar dari tubuh Nana.


Kemudian, Nana mengedarkan pandangannya. Kedua bola mata Nana dibuat takjub, kala melihat di sepanjang jalanan yang panjang itu, terdapat pohon cherry blossom yang sedang bermekaran bunganya dengan sangat indah.


Warna merah muda dan putih bunga itu bermekar, layaknya sedang menyambut hangat kedatangan Djordi dan Nana di Kotanya.


Tiba-tiba, satu bunga cherry blossom yang mekar dengan sempurna itu terjatuh, tepat di telapak tangan Nana yang sedang di lentangkannya. Nana tersenyum menatap bunga cantik yang berada di genggamannya sekarang. Kemudian, tanpa persetujuan dari Djordi. Nana menempelkan bunga itu di sela-sela telinga kirinya.


Djordi yang sedang menggoes, sedikit terkejut dengan sentuhan lembut mengenai telinganya. Apa yang Nana lakukan?


Nana malah tertawa kecil di belakang Djordi, setelah berhasil menempelkan bunga itu di telinganya.


...


Setelah puas menelusuri kota kecil itu. Djordi langsung membawa Nana membeli ice cream rasa coklat dan membelikannya beberapa bungkus roti bakar. Tapi, Nana menolak ice cream itu. Karena Nana menyukai olahan es, dengan rasa buah yang dominan. Sedangkan di toko ice cream itu, tidak menyediakan ice cream dengan fariasi yang Nana maksud. Maklum saja, mereka sedang menjelajahi hidangan kaki lima yang ada di pinggiran kota. Bukan di tempat-tempat mewah dengan fariasi dan menu yang lengkap.


Pada akhirnya, Nana hanya menyantap beberapa roti bakar dengan selai strowbarry yang lumer.


Kemudian, tidak sengaja pandangan Nana menatap iba pada Djordi, yang sedang mengerucutkan bibirnya, karena Djordi merasa gagal tidak bisa memenuhi semua keinginan Nana.


"Sayang, ayo kita kesana ...," ajak Nana mengalihkan, sambil menunjuk ke sebuah toko pakaian. Nana pun langsung menarik tangan Djordi, menuju toko yang berada di persimpangan itu.


..


Setelah memasuki toko itu, mata Nana melirik kesana kemari. Mencari sesuatu yang membuat matanya terpikat.


"Wah, disana ada baju pasangan musim panas." Nana langsung menuju apa yang membuat matanya terpikat itu.


"Lihat ! Yang ini sangat cocok untukmu," ucap Nana, sambil menempelkan baju musim panas pria, di tubuh Djordi.

__ADS_1


"Jika aku memakai ini, apakah kau akan lebih mencintaiku?" tanya Djordi, sambil tersenyum.


"Ya, tentu saja." Nana meyakinkan Djordi. Membuat Djordi langsung tersipu malu.


"Bungkus !!" titahnya langsung pada karyawan toko.


Para pengunjung wanita dan karyawan-karyawan toko di buat terpanah, saat melihat Djordi tersenyum. Membuat hati para kaum wanita, berdebar tak karuan. Mereka melihat iri pada Bae Nana yang mendapat senyuman khusus itu dari Djordi.


..


Nana mencari-cari lagi baju untuk dirinya, karena baju pasangan yang tadi kurang cocok di tubuh mungilnya. Kemudian, matanya tertuju pada setelan pakaian cropped top berwarna putih tulang yang dipadukan dengan rok pensil berwarna merah darah.


"Hey, lihat ini !" Nana menempelkan setelan itu di tubuhnya.


"Bagaimana menurutmu? Apa aku akan terlihat cantik, jika memakai setelan ini?" tanya Nana, dengan sorotan mata berharap Djordi menyukainya.


Djordi memasang tampang wajah yang sangat serius, untuk menilai setelan yang Nana pilih. Ia menciutkan matanya. Melihat dengan seksama.


Kemudian, Djordi melangkah, mendekat ke arah Nana.


"Sayang, aku menerimamu apa adanya. Bahkan jika kau tidak memakai apa-apa pun, aku akan senang hati menerimanya," bisik Djordi sambil tertawa nakal.


Setelah mendengar perkataan itu keluar dari mulut Djordi. Nana yang tadinya tersenyum bahagia, langsung mendatarkan ekspresi mukanya itu.


Dasar mesum !!! (Gumam Nana dengan pipi yang memerah)


Djordi malah semakin meledek Nana, sambil tersenyum lebar dengan menyubit dan menarik pipi Nana yang sudah memerah bagaikan tomat itu.


...


Kriingg... Kriingg...


Tiba-tiba saja, ponsel Djordi berdering.


Djordi langsung merogoh kantung celananya dan melihat siapa yang berani mengganggu moment indahnya dengan Nana.


Dari ayah? Apa ini masalah perusahaan? (Gumam Djordi kala melihat ternyata Tn.Kim lah yang meneleponnya)


"Nana ! Kau lanjutkan saja memilih bajunya. Aku akan menjawab telepon dulu," ucap Djordi. Kemudian, Djordi berlalu meninggalkan Nana mencari tempat yang sedikit tenang.


...


"Halo, ayah ! Ada apa ...," tanya Djordi terheran.


"Sedang apa kau? Aku meneleponmu beberapa kali tapi tidak di angkat," bentak Tn.Kim dari balik telepon itu.


Djordi mengerutkan keningnya dengan langsung memeriksa ponselnya.


Tujuh panggilan tak terjawab.


"Halo !! Halo !!" teriak Tn.Kim dari balik telepon.


"Emm, ya. Ada apa?" Djordi mengulang pertanyaannya.


"Djordi, pulanglah kerumah ayah. Ibumu bersikap tidak seperti biasanya. Sudah dua hari ini, dia tidak mau makan dan tidak berbicara dengan siapapun. Hanya terus melamun dan sesekali mengunci dirinya di dalam kamar," jelas Tn.Kim, dengan nada bicara yang sedih.


"Apa ayah sudah membawanya ke dokter?" tanya Djordi, cemas.


"Aku sudah menyarankan itu beberapa kali. Tapi, ibumu bersikekeh menolaknya. Pokoknya ... kau cepat kemari, bujuk ibumu" Tn.Kim langsung mengakhiri panggilan itu.


Djordi langsung membatu, setelah mengetahui keadaan ibunya.


Ada apa dengan ibu? (Gumam Djordi dalam lamunannya)


Djordi mengerutkan keningnya dengan pandangan yang kosong. Tiba-tiba, Nana menepuk punggung Djordi dari belakang. Membuat Djordi tersadarkan.


"Siapa yang menelepon?" tanya Nana, dengan senyumannya.


Perasaan Djordi menjadi tidak karuan.


"Nana, kita pulang sekarang !" ucapnya, sambil menarik tangan Nana meninggalkan toko itu.


Hingga membuat Nana terburu-buru mengikuti langkah kaki djordi yang begitu cepat.


...


BERSAMBUNG ...


Marhaban Ya Ramadhan 🙏


Selamat Dan Semangat Menjalankan Puasa ❤

__ADS_1


__ADS_2