
Klik dulu J E M P O L nya, biar ga lupa 😁
V O T E & K O M E N nya juga ya ❤
..
..
..
Sesampainya di kediaman Aganor.
Djordi, Sean, dan Presdir Kim membuka pintu mobil. Mereka berjalan masuk ke rumah milik Djordi itu. Tapi, tiba-tiba langkah kaki Djordi terhenti.
"Hey tunggu ! Dimana Bae Nana?" Djordi menatap tajam ke arah Sean dan Presdir Kim.
Tapi, presdir Kim mengabaikan Djordi. Ia terus saja melangkah ke depan, memasuki rumah Djordi, dengan perasaan hampa dan wajah masamnya.
Presdir Kim, masih meratapi kehidupan dan karirnya yang harus di korbankan demi sahabat baiknya.
"SIAL !! Pasti si John membawa kabur Nana," geram Sean sambil mengepalkan tangannya.
Tin.. Tin..
Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil.
John dan Nana ke luar dari mobil mewah itu, berjalan memasuki rumah Djordi sambil menggenggam tangan Nana.
"Nana, apa kau-" Bicara Sean terpotong. Karena Djordi langsung menyalipnya dari belakang. Djordi menghampiri Nana dengan rasa panik dan khawatir.
Aku belum sempat bertanya tentang keadaannya, tadi. (Gumam Djordi dalam hatinya).
"Nana !! Apa ada yang terluka?" Djordi menyenggol tubuh John dengan kepanikan tingkat tinggi. Hingga genggaman tangan John dan Nana terlepas, dan hampir saja membuat John tersandung.
"M-maaf aku terlambat. Untung saja, orang suruhan si Kim mengeluarkanmu dengan cepat dari tempat itu, dan tadi-" Bicara Djordi seketika terhenti, karena Bae Nana langsung memeluk tubuhnya dengan sangat erat.
__ADS_1
"Huaaa~ 😭 Apa kau tahu, seberapa takutnya aku kemarin?" Djordi sedikit terkejut, karena ia mengira Nana akan marah pada dirinya. Djordipun tak segan-segan, ia langsung membalas pelukan itu, sambil mengelus lembut kepala Nana.
John dan Sean mengerutkan dahinya. Ekspresi cemburu terlihat sangat jelas di wajah mereka.
"Nana, tolong hargai perasaan kita," ucap Sean, sambil memisahkan kedua pasangan yang sedang berpelukan itu.
"Cih...." Desis Djordi.
John menatap hampa ke arah Nana. Karena teruntuk yang kedua kalinya, ia harus melihat wanita yang sudah lama ia cintai, memilih pria lain lagi.
Nana, kau kembali menancapkan duri tajam di hatiku. (Gumam John, dalam lamunannya).
..
"Sean, hubungi si Jun. Suruh dia secepatnya datang kemari. Siapa tahu, Nana mempunyai luka di dalam tubuhnya," titah Djordi pada Sean.
"Maksudmu, dokter Juna?" tanya Nana.
Djordi menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
"Ah, tidak usah. Jangan merepotkan orang lain, aku tidak apa-apa. Kau ini berlebihan sekali !!" gerutu Nana.
John mulai meyakinkan diri dan harus rela, jika kenyataannya Djordi memang pasangan yang tepat untuk Bae Nana.
John berjalan mendekat, ia menepuk pundak Nana dari belakang.
"Sudahlah. Nana hanya butuh istirahat. Ayo kita masuk. Jangan sungkan-sungkan," ucap John, sambil menggiring Nana ke dalam rumah Djordi, di ikuti dengan Sean di belakangnya.
Djordi ditinggalkannya begitu saja.
"Jangan sungkan-sungkan katanya? Cih, memangnya siapa pemilik rumah ini !!" gumam Djordi.
..
Di dalam ruang tamu, terlihat presdir Kim yang sedang berbaring dengan lengan kiri menutupi matanya di atas sofa. Ia tidak memakai satu helai baju sama sekali, hanya memakai celananya saja.
__ADS_1
Tubuhnya begitu seksi. Dada bidang dan perut kotak-kota dengan keringat yang membuat tubuhnya menjadi mengkilap. Mengundang nafsu, jika ada wanita yang melihat.
Sontak Nana, Sean, John dan Djordi yang baru saja tiba di pintu, terkejut melihat tubuh presdir Kim yang setengah telanjang itu.
"Tidaakkk !! Cepat, tutup matamu, Nana." John, langsung dengan cepat menutup kedua mata Nana.
"Hey, apa dia ingin menggantikan si kakek jepang yang sudah meninggal itu?" gumam Sean, di buat jengkel.
Djordi bergegas mendekati presdir Kim.
"Dasar, si cabul Kim !!" geram Djordi, sambil melemparkan kemejanya ke atas perut presdir Kim.
Presdir Kim terkejut, lalu ia bangkit dari tidurnya.
"Uh ! Ada apa ini?" Presdir Kim terheran, sambil menciutkan matanya. Pandangannya malah tertuju pada sosok gadis seksi dengan gaun merah merona yang berdiri di dekat pintu. Tak lain ialah Bae Nana.
"Wow, apakah kalian menyiapkan hadiah merah ini untukku? Kalau begini kan, tidak sia-sia aku mengorbankan hidup dan karirku." Presdir Kim langsung berjalan mendekat ke arah Nana. Tapi, John, Sean dan Djordi langsung menghalanginya.
"Dasar gila !! Sadarlah, buka matamu. Dia itu Nanaku." Djordi menyadarkan presdir Kim.
"Hey, paman !! Apa paman Kim stres, gara-gara reputasinya menjadi rusak?" bisik Sean pada Djordi.
Presdir Kim mengedip-kedipkan matanya. Karena pandangannya kurang jelas, saat tiba-tiba di bangunkan oleh Djordi, tadi.
"Menyedihkan sekali hidupmu, Kim." Djordi merasa iba melihat wajah malang presdir Kim.
"Baiklah. Untuk membangkitkan kembali semangat mesummu, besok akan aku kirim dua wanita cantik ke apartement mu. Itung-itung hadiah terimakasih ku. Tapi, sekarang aku akan membicarakan satu hal pada kalian," ucap Djordi, serius.
Saat mendengar kata 'wanita cantik', seketika semangat hidup presdir Kim pulih kembali. Ia tersenyum lebar ke arah Djordi. Wajahnya berseri-seri.
"Aku merinding, melihat senyum menggelikan itu. Cepat pakai bajumu ! Apa aku harus menyuruh Feng untuk memakaikannya di tubuhmu?" Djordi berjalan melewati presdir Kim.
Nana terheran. Kenapa hadiah yang Djordi berikan bukan suatu benda yang istimewa, malah memberikan presdir Kim dua orang wanita?
Nana belum tahu saja. Presdir Kim memiliki tiga motivasi dalam hidupnya, yaitu wanita seksi, wanita cantik dan wanita nakal.
__ADS_1
BERSAMBUNG....
like, komen & vote ❤