Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Akhir Dari Perjuangan


__ADS_3

Bantu kasih rating bintang dong 😘😘


Jangan lupa L I K E, K O M E N & V O T E ❤


..


..


..


Djordi murka. Ia mencekik leher Selena. Hingga Selena hampir kehabisan nafas.


"A-a-a," suara Selena yang tercekik, merintih kesakitan. Ia berusaha melepaskan tangan Djordi.


"Selena, kau telah membuatku sangat marah. Aku sudah memperingatkan mu untuk menjauh dari Bae Nana. Aku menyukainya. Dan kita, sampai kapan pun tidak akan pernah bersama. Arrghh !! Aku sangat muak melihatmu." Djordi menggertakkan giginya. Ia benar-benar marah.


John dan Sean yang melihat tindakan keji Djordi itu, merasa ngeri.


"Paman, kau bisa membunuhnya!" Sean berusaha menenangkan Djordi.


Selena tak bisa bicara, tubuhnya gemetar mengisyaratkan bahwa dirinya sangat tersiksa.


Djordi menatap tajam pada Selena, tatapan aura membunuh terpancar. Kemudian, Djordi menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya.


"Hey, kau (John) dan Sean. Urus wanita gila ini," titah Djordi pada John dan Sean.


Djordi melepaskan cengkraman dari leher Selena. Tubuh Selena seketika lemas, ia terjatuh. Air matanya mulai mengalir.


"Uhuk... Uhuk...." Selena batuk, dengan nafas yang ter-engah-engah.


"B-bunuh saja aku, hiks. Jangan mengejarnya, ku mohon. 😭" Selena mencengkram kaki Djordi, dengan air mata yang terus mengalir.


"Jika aku bisa. Sudah kubunuh kau sejak kemarin," ucap Djordi sambil mengepalkan tangannya.


Tak segan-segan, Djordi menendangkan kakinya agar cengkraman tangan Selena itu terlepas. Lalu, ia berlari mengejar Bae Nana yang sudah menghilang dari pandangannya.


"Huaaa ... Hiks, hiks. 😭😭" Djordi menancapkan duri tajam dihatinya. Selenapun menangis, menangis pilu. Merasakan rasa sakit yang begitu mendalam, melihat lelaki yang di cintainya mengejar wanita lain.


..


Wajah Djordi sangat panik. Tatapannya melihat kesana kemari, mencari Nana. Tapi sayangnya, ia tak menemukan Nana. Djordi frustasi. Ia menyengkram rambutnya, mengusap kasar wajahnya. Orang-orang yang melihat tingkah Djordi, merasa terheran. Mereka menatap aneh pada Djordi.


Kemudian, Djordi berlari lebih jauh. Menelusuri jalanan.


Dari persimpangan jalan, Djordi melihat Nana yang sedang berjalan dengan tatapan kosong di atas jalan jembatan. Banyak mobil besar berlalu lalang, tapi Nana tak menghiraukannya.


Toott.. Toott.. 📢 🚛


Suara klakson truk tangki BBM melaju dengan cepat, dari arah yang berlawanan.


Djordi semakin panik, karena melihat Nana tak menghindar saat suara klakson truk itu berbunyi. Djordi menerobos jalanan begitu saja. Ia berlari dengan sangat cepat, saat mobil-mobil melaju dengan kecepatan tinggi.


Supir truk pun di buat panik dan juga kebingungan. Karena truk yang sedang ia kemudikan, sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Tapi, di hadapannya ada wanita yang tidak mau menepi, dan dari sebrang jalan ada laki-laki yang sedang berlari kencang beradu arah dengan truknya.


Djordi mendorong tubuh Nana. Spontan, kedua tangan Nana menyengkram baju Djordi.


Supir truk tangki BBM itu membanting setir. Membuat truk itu masuk ke arah jalan yang berlawanan.


Supir truk itu tak sempat mengerem tepat waktu. Mobil dari arah berlawanan yang sedang melaju kencangpun, tak bisa menghidarinya.


Dan..


DUAARRRR 💥💥💥


Truk tangki BBM itu menabrak kencang beberapa mobil dari arah berlawanan. Truk itu terguling, dan tidak lama tangki BBM itu meledak.


Kobaran api yang sangat besar membuat tubuh Nana dan Djordi terpental. Dengan cepat, Djordi memeluk tubuh Nana. Keduanya terguling dan jatuh ke dalam air dari atas jembatan itu. Djordi menahan hawa yang begitu panas di punggungnya. Hingga membuat punggungnya terluka. Ia tak memperdulikan itu, asalkan wanita yang dicintainya baik-baik saja.

__ADS_1


..


Byurr..


Mereka berdua tercebur ke dalam air.


Djordi sedikit kehilangan kesadarannya, di dalam air. Nana membulatkan kedua matanya, dan menaikkan alisnya. Nana merasa khawatir, karena Djordi perlahan melepaskan cekramannya itu dari tubuh Nana. Ia meraih wajah Djordi, sambil menahan nafanya. Jiwanya, memanggil-manggil nama Djordi. Nana menggoyangkan tubuhnya. Kenapa dia diam saja?


Seketika, tubuh Djordi melemah. Nana mulai panik, ia menarik tubuh Djordi dengan sekuat tenaga ke permukaan air untuk mengambil nafas.


"Uhuk.. Uhuk.." Djordi tersedak air.


"Bos? Bos? ... Apa kau bisa mendengarku?" tanya Nana, panik dengan nafas yang ter-engah-engah. Matanya mulai berkaca-kaca sambil menyentuh kedua pipi Djordi, di permukaan air.


Djordi menatap lemah ke arah Nana, dengan senyum tipisnya.


"Nana ... aku mencintaimu," ucap Djordi, sambil menatap lembut kedua bola mata Nana, dengan nada bicara yang lemah.


(mereka masih di permukaan air)


"Maafkan aku !!" kata Djordi, dengan sedikit tenaga yang tersisa.


Tubuh Nana bergetar hebat, ia khawatir dan ketakutan melihat wajah Djordi yang sangat pucat.


"Jika aku-" bicara Djordi terpotong.


"Huwaaa~ Kau tidak boleh mati ! Aku juga mencintaimu, Bos. Aku mencintaimu !" Dengan spontan, Nana mengungkapkan isi hatinya sambil menangis terisak-isak dan memeluk tubuh Djordi.


Djordi tersenyum, sebisanya. Hatinya merasa lega dan sangat bahagia mendengar itu.


"A-ah," rintihan Djordi, kesakitan.


Nana terkejut.


Ia menekan punggung Djordi, yang sedikit terluka karena terkena hawa panas kobaran api truk yang meledak, tadi. Ditambah lagi, punggungnya tertancap bebatuan saat ia terguling sambil menahan tubuh Nana.


Dengan cepat, Nana berenang dan dengan sekuat tenaga, ia menarik tangan Djordi membawanya ke tepian. Nafas Nana ter-engah-engah, karena tubuh Djordi begitu berat.


Djordi tergeletak lemah. Ia tak sadarkan diri. Nana menggoyangkan tubuhnya, dengan wajah yang panik dan sangat khawatir.


"Tolooong !!" teriak Nana, dengan air mata yang mengalir deras.


"Bos, ku mohon bangun. 😭" Nana mendekatkan telinganya di atas hidung Djordi. Berniat memeriksa nafasnya.


Nafasnya sangat pendek.


Nana menekan-nekan kedua telapak tangannya, yang di tumpang tindihkan di bagian tengah dada Djordi.


Kemudian, ia menekan hidung Djordi dan melakukan nafas buatan. Tapi, Djordi tak kunjung sadar.


Nana melakukan nafas buatan untuk yang kedua kalinya. Tetap saja, Djordi tak bergerak sama sekali apa lagi membuka matanya.


Nana menangis terisak-isak di atas tubuh Djordi. Setetes air matanya terjatuh, mengenai bibir Djordi. Kemudian, Nana mencoba lagi untuk memberikan nafas buatan.


Nana menekan hidung Djordi, dan saat Nana akan meniupkan udara ke dalam mulut Djordi. Tiba-tiba, tangan Djordi menyentuh kepalanya, dan menekan leher Nana. Nana terkejut. Kedua bibir mereka bersentuhan, Djordi langsung melumatnya tanpa ampun.


"Em, mmm ... mm," entah apa yang Nana ucapkan.


Kemudian, Nana berontak dengan menggigit lidah Djordi. Seketika, ciuman panas itu terlepas.


Djordi mengernyitkan dahinya. Merintih kesakitan, dengan tubuhnya yang masih terbaring.


Nana memasukkan batu ke dalam mulut Djordi. Karena dirinya dibuat kesal hati atas perbuatannya itu.


"Pyuh... Pyuh...." Djordi membuang batu itu, sambil tersenyum lebar.


"Hey ! Apa kau memikirkan jika batu yang kau masukan ke dalam mulutku itu steril atau tidak? Bagaimana jika batu itu ada kotoran kucingnya?" gerutu Djordi.

__ADS_1


"DIAM KAU !!" bentak Nana.


"Arrghh ... apa kau tidak tahu seberapa khawatirnya aku, tadi? 😠" Nana mencubit-cubit perut Djordi.


"Haha ... aku tidak tahu seberapa khawatirnya dirimu, tadi. Yang aku ingat dan terus terngiang di telingaku, hanyalah bisik cintamu." Djordi tersenyum usil.


Nana tersadarkan, pipinya mulai memerah mengingat apa yang telah ia ucapkan pada Bosnya. Nana menjadi salah tingkah.


"I-itu ... hanya gurauan, aku mengatakannya agar kau tidak jadi mati," ucap gugup Nana. Ia membalikkan wajahnya dari tatapan nakal Djordi.


Djordi bangkit, ia memutar wajah Nana dengan kedua tangannya untuk menatap dirinya.


Tapi, bola mata Nana menatap tajam ke bawah, ia tak ingin mengadukan tatapannya itu dengan Djordi. Jantungnya berdegup kencang, ia merasa sangat malu.


"Hey ! Tatap aku," ucap lembut Djordi.


Nana perlahan menatapnya dengan malu-malu.


"Nana, kedua orang tuaku memaksaku untuk segera menikah. Jadi, mereka mendekatkanku pada Selena. Tertarik saja tidak, apa lagi menyukainya." jelas Djordi.


Nana masih tidak percaya.


Ia membuang muka.


"Dengarkan aku. Aku hanya menyukaimu seorang. Aku berjanji ! Secepatnya, aku akan memutuskan hubungan dengan Selena. Disaat waktu yang tepat, aku akan memperkenalkanmu pada kedua orang tuaku. Kau tidak usah takut pada mereka. Bertemu muka saja kalian belum pernah, apa lagi bertegur sapa. Jangan mudah mempercayai ucapan seseorang. Orang tuaku tidak sekejam yang kau pikirkan. Ayah dan ibuku sangat lembut pada semua orang. Selena hanya mengada-ada saja, dia hanya menakut-nakutimu agar kau menjauh dariku." Djordi menjelaskan semuanya, meyakinkan Nana dengan sabar.


"Tapi, ucapan Selena ada benarnya. Aku tidak punya kelebihan. Aku juga tidak cantik dan tidak semenarik wanita pada umumnya. Ya, aku menghargai cintamu. Tapi, aku merasa ada benteng besar dan jarak di antara kita," ucap Nana, tidak percaya diri.


"Jarak apa? ... Nana, kita sudah dekat satu sama lain ! Dan, kau harus mengecualikan aku dengan lelaki mata keranjang di luar sana. Aku menilai orang bukan dari fisik." Djordi terus meyakinkan Nana.


"Tapi, aku tidak pernah bermimpi untuk bersama dengan orang hebat sepertimu. Aku hanya wanita sederhana, wanita biasa. Kau itu seperti raja bagiku. Kau di luar jangkauanku !!" kata Nana, sambil menundukkan wajahnya yang muram.


"Apakah perlu bermimpi dulu, untuk bersama denganku? ... Nana, jangan membuat semua ini menjadi sulit. Inti dari semua ini adalah bahwa aku mencintaimu dan kaupun mencintaiku. Kau hanya perlu percaya diri dan ikuti apa kata hatimu. Tidak ada yang tidak pantas dari dirimu, bagiku. Kau sempurna dimataku. Bersandinglah denganku, dan aku akan meninggikan derajatmu. Dan, saat itu terjadi. Kita berada di garis yang sama. Aku raja bagimu, dan kau adalah ratu bagiku." Djordi menatap lembut kedua bola mata Nana. Ia mengharapkan jawaban 'ya' dari mulutnya.


Air mata Nana sudah tak bisa di bendung. Bulir-bulir air mata itu mengalir di sudut matanya. Ia tersentuh dengan ucapan manis yang Djordi katakan. Dengan rasa sabar Djordi terus meyakinkan Nana.


Kedua tatapan itu beradu. Nana menyandarkan tubuhnya di dada Djordi. Djordi membalasnya dengan memeluk erat tubuh Nana.


"Baiklah ! Aku setuju." Nana menitikan air matanya.


"Setuju untuk menjalani semuanya bersamamu," sambungnya. Akhirnya, Nana menyetujuinya.


Djordi terhentak kaget. Jiwa raganya langsung berbunga-bunga. Ia menahan kebahagiaan itu dengan menggit bibirnya.


"Tapi ... kau harus meyakinkan dan menetapkan hatimu, bahwa kau mencintaiku dan aku hanya mencintaimu. Jika ada yang bilang aku tak baik, jangan kau dengar. Di depan sana, pasti masih banyak orang yang seperti Selena, abaikan orang-orang yang menghasutmu. Kuatkan hatimu, mulai saat ini." Djordi tak gentar, ia terus saja meyakinkan Nana.


"Kuatkan hatiku? Apa perlu aku menelan semen, agar hatiku kuat, kokoh dan tak tertandingi?" Nana berseri-seri di pelukan Djordi. Djordi pun tertawa dengan gurauan Nana, ia mencubit gemas hidung Nana.


"Lalu, bagaimana dengan orang tuamu?" tanya Nana, serius.


"Yakinlah, orang tuaku pasti akan menyetujui kita. Ayah dan ibuku tidak memandang orang itu dari kelasnya. Orang tuaku memandang orang dari budi pekerti, moral dan etikanya. Mereka hanya belum tahu saja. Selena, wanita yang mereka tunjuk untuk bersanding denganku tidak memiliki moral apa lagi etika," jelas Djordi. Nana merasakan perasaan yang sangat tenang, dengan apa yang di dengarnya dari mulut Djordi.


Djordi dan Nana saling menghangatkan tubuh mereka, dengan terus memeluk satu sama lain.


Djordi menekan tombol di jam tangannya yang di desain khusus. Tombol darurat untuk segera membawa bala bantuan ke lokasi itu.


Sebenarnya, dari tadi Djordi menahan rasa sakit yang teramat sangat di punggungnya.


Tapi rasa kebahagiaan yang saat ini ia dapatkan, mengalahkan seluruh rasa sakit yang tertancap di punggungnya.


..


Ada yang baper ga? Hihi..


Pusing dan cape, sehari semalem. Gara-gara mikir satu episode doang 💪😅


Ayo dong, mana jempolnya, komennya, dan votenya 😂

__ADS_1


__ADS_2