
Jangan lupa klik J E M P O L,
kemudian K O M E N & V O T E sebanyak-banyaknya
Dukung terus novel ini ya 😊
..
..
..
Tok.. Tok.. Tok..
Suara ketuk pintu.
"Paman, ini aku, Jai". Ucap Jai dari luar pintu kamar Djordi.
"Masuklah". Sahut Djordi
"Apa password nya? 😑". Tanya Jai.
"Nana..". Tanpa sadar menyebut nama Nana.
"Hah? Apa aku tidak salah dengar?". Gumam Jai, sambil mengerutkan keningnya.
"Ah, maksudku passwordnya 538***". Seketika, Djordi tersadar.
Kemudian, Jai membuka pintunya dan masuk kedalam kamar Djordi.
Nampak, Djordi yang membelakangi Jai, karena sedang memilih pakaian di lemarinya, dengan handuk putih yang ia lilitkan di bagian pinggang sampai lututnya itu. Di tambah, rambut basah berantakan, dengan dada bidang dan perut kotak-kotaknya, terlihat sangat seksi dan menggoda.
"Jika aku wanita, aku akan langsung menerkam paman tanpa ampun". Gumam Jai.
"Ada apa Jai". Tanya Djordi, sambil memakai pakaiannya yang sudah ia pilih dari lemari.
"Aku dan yang lain harus segera pulang ke Korea sekarang. Manager Oh memberitahu bahwa ada hal mendadak, yang perlu kita urus hari ini juga. Jadi, emm,, kita akan meminjam pesawat pribadi milik paman". Pinta Jai, dengan gugup.
"Bagaimana dengan Nana dan Kattie?". Tanya Djordi.
"Kattie? Wanita itu sudah diantar ke rumahnya oleh pengurus Feng. Entah kenapa, barusan, dia tiba-tiba saja pingsan di ruang tamu". Jawabnya.
"Lalu, Nana?". Djordi mendekat dan menatap Jai penuh maksud.
"Nana,, emm.. Karena dia sedang beristirahat, dan dia juga adalah pelayan pribadimu. Jadi, Bibi Oh menitipkannya padamu". Ucap Jai sangat gugup, karena ia takut salah menjawabnya dan membuat hati pamannya kesal.
__ADS_1
Djordi memalingkan wajahnya dan tersenyum tipis.
"Ya sudah, aku akan meminjamkan pesawatnya". Ucap Djordi, sambil menutupi rasa senangnya dari Jai.
Jai melangkah keluar dari kamar Djordi begitu saja.
....
Lalu, Djordi mengintip Chaning, Jai, dan Manager Oh yang sedang berjalan meninggalkan vila pribadi miliknya dari celah pintu kamarnya.
"Loh? Kemana Sean?". Gumamnya sedikit panik.
"Ah? Aku mempunyai firasat buruk mengenai anak nakal itu". Geram Djordi.
Kemudian, Djordi melangkahkan kakinya, menuju kamar yang menjadi tempat Nana beristirahat itu. Jiwa penasaran menghantuinya, seakan terus berbisik untuk segera melihat keadaan Nana.
Saat Djordi membuka pintu kamar itu, ia menghentikan langkahnya. Karena benar saja, ada Sean yang sedang duduk di samping ranjang, dengan mengelus halus kepala Nana.
"Hey, Managermu bilang, agensi akan memotong gajimu jika kau tidak cepat pergi sekarang juga". Ucap Djordi, dengan wajah kesalnya.
Sean terkejut, karena mendengar ada suara pamannya di kamar itu.
"Cih, dasar pria tua pencemburu". Gumamnya, sambil membelakangi Djordi.
"Ah, emm.. Tidak ada". Sean beranjak dari tempat duduknya, keluar dari kamar itu, dengan melewati Djordi begitu saja.
"Oh ya, paman. Kau harus menjaga wanitaku baik-baik. Jangan berani menyentuh Nana, walau hanya sehelai rambutnya". Setelah mengucapkan perkataan itu, Sean langsung berlari kencang menjauh dari Djordi sambil tersenyum usil.
"Sean, KAU ..". Djordi dibuat begitu geram olehnya.
...
Kemudian, Djordi memalingkan wajahnya, lalu memperhatikan Nana dari kejauhan, seorang gadis yang di damba'kannya sedang tertidur dengan posisi miring, membelakanginya di atas ranjang.
Tanpa sadar, senyuman Djordi terlukis sangat indah di wajahnya.
"Terkadang, cinta datang dengan cara unik dan klasik. Datang tanpa aba-aba, untuk siapa dan tanpa alasan untuk mengungkapkannya, tapi aku bisa menyampaikannya dengan caraku sendiri, entah itu lewat cara sederhana, ataupun cara yang mewah". Gumam Djordi, sambil terus memandangi Nana dari arah pintu.
Tiba-tiba saja Nana bermimpi.
Di dalam mimpinya itu, Nana mengenakan gaun pengantin yang ia kenakan pada saat hari pernikahannya gagal, ia pun berhadapan dengan Daren Hilton yang memakai jas putih, khusus pengantin. Tetapi di samping Daren, ada Bae Rona yang juga mengenakan gaun pengantin sambil mengelus perutnya yang besar.
Nana terkejut melihat perut Bae Rona yang buncit, seperti sedang hamil. Lalu, Daren mencium lembut perut buncit Bae Rona itu, sambil mengelus-elusnya.
Kemudian, Bae Rona mengaitkan tangannya dengan tangan Daren di hadapan Nana. Mereka menikah di hadapannya, mengucapkan janji suci, bertukar cincin dan berciuman penuh nafsu tepat di hadapan Nana. Seketika Nana yang sedang menggenggam buket bunga pernikahan, langsung menjatuhkannya begitu saja.
__ADS_1
Harusnya aku yang di sana, berdampingan denganmu, dan bukan dia. (Hati kecilnya menangis).
"Tidak Daren tidak (menangis) Lihat kemari, akulah pasanganmu". Nana hanya menangis melihat Daren dan Bae Rona mengabaikannya, sambil terus menjalankan upacara pernikahannya dengan syahdu.
Tubuh Nana seperti terkunci dengan sendirinya, ingin merangkul tubuh lelaki pujaannya itu, tapi entah kenapa bergerak saja tidak bisa, apalagi melangkah. Seakan ada rantai besar yang melilit di sekujur tubuhnya yang tidak membiarkan Nana lolos.
"Harusnya aku yang mengucapkan janji suci bersama denganmu (menangis) Aku, yang harus kau pilih, bukan dia". Ucapnya dalam mimpi.
Djordi yang sedang memperhatikan Nana, merasa mendengar seseorang menangis kecil, sambil ter isak-isak. Lalu, ia mendekati Nana yang sedang tertidur, dan menarik bahunya perlahan.
Benar saja, Nana sedang menangis terisak-isak dengan mata yang tertutup, seperti merasakan sakit yang teramat dalam.
"Tidak, Daren tidak". Nana mengigau.
Djordi merasa pilu melihat Nana menangis, kemudian Djordi menarik tubuh Nana, dan langsung memeluknya sangat erat.
"Hey, sudahlah, jangan menangisi nya. Ada aku disini, bicaralah apa yang harus aku lakukan untuk membalas perbuatan mereka terhadapmu". Ucap Djordi sangat lembut, sambil menepuk-nepuk punggung Nana.
Nana belum sadar dari mimpinya itu. Ia terus saja menangis terisak-isak, dengan memejamkan kedua matanya.
Djordi menebarkan hawa pembunuh. Ia memendam berribu dendam, terhadap Daren Hilton dan keluarga Bae yang telah membuat Nana menjadi hancur seperti sekarang.
Djordi meletakkan Nana kembali, ke atas ranjang secara perlahan, lalu berjalan ke luar kamar itu meninggalkan Nana, menuju kamarnya.
Dengan cepat, Djordi mengganti pakaiannya dengan jas hitam, terlihat begitu rapih.
"Feng ! Feng !". Panggilnya.
"Ya Tuan?". Sahut pengurus Feng, sambil membungkukkan tubuhnya.
"Antar aku, ada hal penting yang harus aku urus sekarang juga". Titah Djordi, sambil mengerutkan keningnya dan berjalan ke luar dari vila miliknya itu.
.
.
.
🌻🌻🌻🌻🌻
Menurut para readers, hal apa yang akan di lakukan Djordi Aganor untuk membalaskan dendam Bae Nana?
Ayo, tulis di kolom komentar ❤
Oh ya, jangan lupa jempol & vote nya ya 💋
__ADS_1