Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Suit Suiw


__ADS_3

Eits, klik dulu dong J E M P O L nya


Kemudian, K O M E N & V O T E sebanyak-banyaknya


Kalau sudah pernah memberikan point, boleh dong kasih author point tambahan 😘😘


..


..


..


Sore hari, di kediaman Aganor.


Tepatnya di kamar tidur Bae Nana.


Hmm~ Hmm~ Hmm~


Suara alunan seseorang bergema dari balik kamar mandi. Entah lagu apa yang di nyanyikannya. Terdengar tidak begitu jelas.


Seluruh ruang kamar tidur itu penuh dengan aroma sabun mandi dengan sensasi yang sangat lembut dan menyegarkan. Memberikan ketenangan pada pikiran.


Nana keluar dari kamar mandi. Tubuhnya masih sedikit basah dengan handuk berwarna pink yang melilit di atas kepalanya. Rupanya Nana sudah membersihkan diri.


"Huh, memalukan sekali hari ini". Gumam Nana, sambil menutupi wajah dengan kedua tangannya, yang sedang bercermin pada kaca itu.

__ADS_1


Kemudian, ia mengenakan satu persatu pakaiannya.


Tiba-tiba, tanpa di duga. Djordi masuk begitu saja ke kamar Nana. Pandangan mereka beradu. Mereka saling terkejut satu sama lain, karena Nana setengah telanjang saat itu. Pakaian yang Nana kenakan belum terpasang semua.


"Suitt Suiww". Tanpa sadar Djordi bersiul, sambil memandangi tubuh Nana dari atas sampai bawah.


"Dasar mesum 😠 BALIKAN PANDANGANMU !!". Bentak Nana.


Brengsek !! Bukannya membalikkan badannya, malah bersiul. (Nana sedikit jengkel).


Djordi langsung membalikkan pandangannya tanpa berucap apapun, dengan senyum nakal dan wajah yang sedikit memerah.


"Hey, bos. Apa kau tidak di ajari sopan santun. Kalau masuk ke kamar orang itu, ketuk dulu pintunya .. "


Tok .. Tok .. Tok


Kampret!! Bukan seperti itu yang ku maksud. 😬 (Batin Nana, sedikit jengkel karena ulahnya).


Nana menarik nafas dalam-dalam, lalu membuangnya.


"Berbalik lah bos, aku sudah memakai baju sekarang". Ucap Nana sambil berjalan, dan duduk di atas ranjang.


"Hei Nana !! Apa kau sadar, kau melewatkan hari pertamamu di sekolah baru?". Jelas Djordi, sambil menaikan kedua tangannya di atas pinggang.


Nana mengerutkan keningnya, ia terjeda sesaat.

__ADS_1


"Ah? Apakah hari ini, hari pertamaku kuliah?". Terkadang Nana menjadi pelupa. Lalu, ia memeriksa kalender di ponselnya.


Hari Senin. Tanggal 6. Pukul 05.28 PM


"Aduuhh.. Benar, aku melawatkannya. Bagaimana ini?". Gerutu Nana, sambil mengkerucutkan bibir manisnya itu.


"Sudahlah, mau bagaimana lagi. Besok kau harus bangun tepat waktu dan belajar yang baik". Ucap Djordi.


"Cih, ini semua juga karena ulahmu, bos". Nana memalingkan wajahnya.


"Ulahku?". Gumam Djordi.


"Ya, jika malam itu aku tidak masuk ke kamarmu dan melihatmu mabuk. Mungkin, aku tidak akan ikut-ikutan mabuk sampai aku bangun siang dan melewati hari pertama ku di sekolah baru". Jelas Nana dengan kecepatan bicaranya itu.


"Emm, tapi bos. Malam itu apa yang terjadi, hingga kau menjadi seperti itu?". Tanya Nana, serius.


Djordi menundukkan kepalanya perlahan. Ia terjeda sesaat, memikirkan sesuatu. Raut wajahnya berubah menjadi sedih.


"Hey hey. Ada apa dengan wajahmu, bos? Seperti anak kucing yang malang saja". Ucap Nana, sambil tersenyum tipis.


Seketika, suasana menjadi hening.


"Hmm .. Yasudah, tak perlu di ceritakan jika kau tidak ingin. Terkadang, kita memiliki masalah pribadi masing-masing, yang tidak perlu kita curahkan pada seseorang". Jelas Nana.


"Baguslah, jika kau memahaminya". Ucap Djordi.

__ADS_1


Suasana menjadi hening kembali. Nana menaikan alis kirinya.


Kenapa lelaki tua ini tidak segera pergi dari kamarku. Malah diam berdiri seperti patung. (Gumam Nana dalam hatinya).


__ADS_2