
Ga bosen-bosen ngingetin jangan lupa L I K E,
K O M E N, & V O T E ❤
Yang udah ngasih point, boleh dong di tambah lagi point untuk novelnya 💋💋
..
..
..
Malam Hari.
Di sebuah ruangan yang sangat kumuh, gelap, dan bau. Terlihat tubuh lemah Nana yang sedang tergeletak lemah, tak berdaya.
Perlahan, ia membuka kedua matanya dengan tubuh yang masih lemas. Ia menatap langit-langit tanpa tenaga. Pandangannya remang-remang.
"D-dimana aku? ... Uh, pandanganku tidak jelas," gumam Nana, dengan tatapan mata sayu.
Nana menelan ludahnya. Bibirnya kering, tenggorokkannya terasa begitu haus. Perutnya terrasa sangat perih, kelaparan.
Seharian Nana pingsan tanpa asupan makanan, bahkan minuman sekalipun.
Kemudian, ia menunduk. Sontak, Nana terkejut karena melihat hampir sekujur tubuhnya dililit oleh tali, dan pakaiannya pun menjadi berantakkan.
"A-apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah aku sedang berada di restoran?" Nana mengerutkan kening dan menciutkan matanya, sambil menahan sakit di dalam kepalanya, karena kepalanya seperti tertusuk sesuatu.
__ADS_1
Nana mulai berontak. Ia mengerahkan seluruh tenaga yang tersisa, untuk bisa terlepas dari tali-tali yang melilit di tubuhnya itu. Sayang, usahanya itu hanya sia-sia. Tiba-tiba..
Graoo.. Ggrrrrr.. Srekk..
"Suara apa itu?" Nana terhenti, karena mendengar suara aneh itu. Kemudian, ia menatap tajam ke sumber suara..
Nana semakin dibuat terkejut. Matanya membulat dengan sempurna. Jantungnya berdegup kencang. Ia melihat di samping kirinya ada macan tutul, harimau, serigala, dan singa dengan tatapan pemangsa. Sedangkan di samping kanannya ada, beruang, tiga ekor buaya, dan beberapa macam ular berbisa. Masing-masing hewan itu di kurung dengan kaca tebal dan pagar besi.
"A-a-a !!!" Nana, mati kata. Karena saking terkejut dan sangat ketakutan.
Kemudian Nana menyadari sesuatu, bahwa dirinya sedang berada di atas air. Ia menapakki kakinya di atas lantai kaca. Pandangannya tembus, ke dalam lautan.
Nana semakin bergidik ketakutan, karena di bawahnya itu berkeliaran belasan ekor hiu putih.
"H-hi-hiu? I-itu kan hiu putih !! 😲 Hiu terbesar dan terganas di dunia?" tubuh Nana bergetar hebat. Butiran keringatnya bermunculan. Nafasnya terengah-engah, ketakutan.
"Djordi 😭😭 Dimana kau? Hikss ... selamatkan aku !!" Nana menangis tersedu-sedu.
Bruk..
Pintu terbuka kasar.
Dua orang lelaki sangar mendekati Nana. Mereka membawa rantai besi di tangannya.
"S-siapa kalian?" tanya Nana, dengan deraian air mata.
"Apa yang akan kalian lakukan padaku? Dan, di-dimana ini?" sambungnya sambil terbata-bata, dengan keringat yang terus bercucuran.
__ADS_1
Mereka berdua mengabaikan pertanyaan Nana. Salah satu lelaki itu mengikat rantai besi di kedua kakinya.
"HEY !! Apa yang akan kalian lakukan padaku?" Nana berontak, dan berteriak. Teriakan Nana membuat hewan-hewan itu terusik. Ruangan itu menjadi sangat berisik dengan suara-suara hewan.
Lalu, mulut Nana di tutup oleh salah satu lelaki sangar itu. Tapi, Nana langsung menggigit tangan itu dengan keras hingga membuatnya luka.
" aaaaa " teriakan lelaki sangar itu, semakin membuat hewan-hewan yang berada disitu mengaum keras, mengeluarkan suaranya. Sangat berisik.
Lelaki sangar itu merasa sangat marah. Lalu, ia memukul keras bagian leher Nana, sehingga membuat Nana langsung pingsan. Kemudian kedua kaki Nana yang sudah di ikat oleh rantai, di tarik oleh mereka berdua. Tubuhnya menggantung di atas, dan perlahan lantai kaca itu terbuka sedikit. Para hiu putih berkumpul, karena melihat ada makanan mendekat padanya.
Selena berjalan dan melihat dari pintu dengan senyuman jahatnya. Kemudian, ia menelepon Djordi, dengan telepon video.
Djordi dengan wajah panik dan marah, mengangkat telepon itu.
"Kemarin, aku memberimu waktu 24 jam untuk mengambil keputusan. Sekarang sudah 25 jam, 13 menit. Kau telah melewati batas waktumu. Besok adalah hari pertunangan kita. Jadi, bagaimana keputusannya?" ucap Selena di telepon, dengan wajah sombongnya.
Saat Djordi akan berbicara.
Tiba-tiba, Selena memutar ponselnya. Memperlihatkan tubuh Nana yang sedang digantung di atas air, di kerumuni banyak hiu di dalam laut, dengan posisi kepala di bawah.
Djordi terhentak, kaget. Matanya memerah, rahangnya mengeras sambil mengepalkan tangannya. Kemudian, Djordi mengambil nafas dalam-dalam.
"Baik, aku setuju !! Kau akan bertunangan besok. Tapi, kau harus berjanji satu hal padaku. Besok, bawa Bae Nana ke acara pertunangan. Tubuhnya tidak boleh terluka sedikitpun." Djordi menahan emosinya, dengan langsung menutup panggilan itu.
Selena tersenyum. Wajahnya mulai berseringai, sangat senang. Sampai-sampai, kakinya loncat ke sana kemari, kegirangan.
"Lepaskan wanita ****** itu. Beri dia makan dan minum ! Tapi, kalian harus tetap menjaganya. Jangan biarkan ada penyusup masuk," titah Selena, sambil berjalan loncat-loncat kegirangan, meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
..
Ayo dong, semangati author dengan like, komen, vote, dan rating bintangnya 😢😢