Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Pemotretan


__ADS_3

Beri semangat untuk author dong


dengan cara klik dulu J E M P O L nya


kemudian K O M E N, dan V O T E sebanyak-banyaknya ❤


..


..


..


Siang hari, di studio photo..


Nampak tiga pria tampan dengan setelan pakaian sangat cool, membuat siapapun wanita yang melihat mereka pasti akan terpanah dibuatnya. Tiga pria tampan itu tak lain adalah Sean, Jai dan Chaning.


Mereka sedang melakukan pemotretan, untuk salah satu majalah di studio photo terbaik di Korea. Bersama dengan managernya, Oh Hani.


"Sean !! Kau melamun terus sejak tadi, ada apa?". Tanya Manager Oh pada Sean, yang sedang lenyap dalam lamunannya.


"Ah? Manager Oh (tersadar) Emm .. tidak ada". Ucap Sean, lalu ia kembali melamun.


Sebenarnya, aku sedang memikirkan kejadian tadi pagi di rumah paman. Itu adalah hal yang sangat memalukan. Aku sudah bertengkar hebat dengan paman, sampai aku berani mengangkat kerah bajunya dan membentaknya. Huh, tidak terbayang balasan keji apa yang akan paman kirimkan untukku, nanti. Dan, aku telah berucap akan bertanggung jawab pada Nana. Aduuhh, memikirkannya membuatku kehilangan selera bekerja. (Batin Sean, meronta sangat kesal, dan menyesal sambil mengacak-acak kasar rambutnya).


Manager Oh, yang melihat Sean mengacak-acak rambutnya merasa heran.


"WOY !!". Kejut Manager Oh, sambil menepuk pundaknya dengan keras.


Sean terkejut.


"Ada apa denganmu? Kita akan melakukan pemotretan sebentar lagi. Pasang lah wajah yang berseri-seri". Ucap Manager Oh.


"Huh (membuang nafas) Emm .. Manager, bagaimana dengan tampilanku?". Tanya balik Sean, ia mengganti topik pembicaraan dan tak menjawab pertanyaan Manager Oh yang mengkhawatirkannya itu.


Manager Oh, membelalakkan kedua bola matanya. Memperhatikan tampilan Sean dengan seksama, dari atas kepala sampai ujung kakinya.


Kedua bola mata Sean berbinar, mengaharapkan jawaban indah yang keluar dari mulut Managernya itu.

__ADS_1


"Kau seperti orang yang akan melayat saja". Sindir Manager Oh.


"😑". Sean membalasnya dengan wajah datar tanpa ekspresi, sambil menelan ludahnya mentah-mentah. Harapannya pupus.


Aku lupa Manager Oh tukang sindir, ia benar-benar memiliki bibir yang sangat pedas. (Gumam Sean di dalam hatinya, jengkel).


Sean mengenakan style gelap. Pakaian yang ia kena'kan untuk pemotretan, serba hitam.


Kaos hitam polos yang di padukan dengan bomber jacket, dan celana jeans yang hitam, membuat tampilannya terlihat simple dan juga sangat keren. Seperti sosok yang misterius.


Biasanya penampilan seperti itu, yang paling sering jadi favorit kebanyakan kaum hawa.


"Hahaa..". Chaning tertawa meledek, karena mendengar sindiran Manager oh untuk Sean.


"Lihat !! Tampilanku adalah yang paling keren. Ya, kan Manager Oh?". Tanya Chaning, sambil tersenyum riang.


"Cih, Pakaian yang kau kenakan itu seperti orang sakit, tahu !!". Manager Oh, sengaja menyindir pakaian yang mereka kena'kan.


😬 "Manager, kau harus secepatnya pergi ke dokter. Sepertinya indra penglihatanmu bermasalah. Atau mungkin karena faktor U .. ups". Chaning berbalik menyindir Manager Oh, dengan langsung berjalan cepat sambil tersenyum lebar.


Faktor U ? .. (Batin Manager Oh menjerit)


Style yang di kenakan Chaning adalah pakaian yang terlihat rapih tapi tetap terlihat santai. Kemeja hitam yang di padukan dengan sweater rajut berwarna abu-abu, dengan kerah kemeja yang terlihat jelas dilehernya menjadikan tampilan Chaning seperti pria yang lembut. Ditambah lagi dengan sepatunya yang kontras, betul-betul sangat cocok di kena'kan olehnya.


Jai berjalan mendekati Manager Oh yang sedang memegang gelas berisi air minum, sambil melihat jengkel ke arah Chaning.


"Tidak usah di masukkan ke dalam hati, gurauan si Chan itu. Dia seperti itu, karena belajar darimu Manager 😅 Menurutku, kau dan Chan sudah seperti anak tiri dan ibu tiri". Ucap Jai, sambil menutupi senyum jahatnya di balik telapak tangan kanannya itu.


Manager Oh meneguk air minum dalam gelas yang sedang di genggamnya itu, sambil memutar pandangannya, melirik ke arah Jai yang sedang berdiri di sampingnya.


Byuurrrr...


"😲😲😲😲" Manager Oh terkejut dan spontan menyemprotkan air minum di mulutnya ke wajah Jai, dikarenakan tampilan Jai yang membuatnya terhentak kaget. Kedua alisnya terangkat tinggi, bola matanya membulat, mulutnya menganga.


"😠". Jai terdiam, sambil memasang ekspresi wajah yang jengkel.


"Jiahahaa.. Jai !! Kenapa style mu seperti berandalan begitu?". Tanya Manager Oh, tak henti ia mengejek tiga anak didiknya itu.

__ADS_1


Style Jai memang bertema berandal jalanan.


Kaos kasual yang dikenakannya di padukan dengan jaket jeans berwarna dark blue, ditambah lagi dengan celana belel yang robek-robek di bagian dengkulnya, bolongnya sangat besar. Dan, yang paling membuat Manager Oh terkejut, karena menurutnya gaya rambut gondrong Jai terlihat sangat kusam. Rambutnya itu dibiarkan berantakkan, seperti satu tahun tak pernah menyisir, benar-benar nampak tak ter urus.


Hebatnya, tampilan berandal yang di kena'kan Jai itu menutup semua kebenaran di baliknya. Karena Jai menyukai kebersihan, dan kerapihan. Bahkan saat ia terbangun dari tidurnya pun, sprei, bantal dan selimut masih tersusun rapih di atas ranjang.


Jai tidak menjawab pertanyaan menyindir yang Manager Oh lontarkan padanya. Kemudian Ia mengelap kasar wajahnya menggunakan kain berwarna kuning yang tergeletak di atas meja.


"Ayo, ayo !! Cepat bersiap, pemotretannya akan dimulai". Ucap keras lelaki yang menggunakan topi koboi itu. Tak lain adalah photograper yang akan memotret Sean, Chaning dan Jai.


Photograper itu berjalan mendekati meja yang berada di samping Sean. Ia sedikit terheran lalu mengernyitkan dahinya.


"Jai, kain kuning yang kau pegang itu adalah milikku". Ucap photograper itu, sambil merebut kain yang katanya adalah miliknya itu.


Jai terdiam, alis kirinya terangkat.


"Kau tidak boleh memegangnya. Aku sedang terserang flu, itu kain khusus untuk mengelap ingusku yang selalu meler ini .. Haduh, merepotkan sekali flu ini". Photograper itu berbicara sambil melewati Jai begitu saja.


"😲 A .. apa?? Kain khusus ingus?". Gumam Jai, terkejut.


"😱 Hoeekkk Hoeek 😱". Jai, merasa sangat jijik dan begitu mual setelah mendengarnya.


Itulah akibatnya jika memakai sesuatu sembarangan.


..


🌻🌻🌻🌻🌻


..


Ayo dong like, komen dan vote nya..


Bagi readers yang sudah memberi vote, boleh dong di tambah lagi pointnya.


Buatlah author agar lebih semangat untuk menulis 😘


Terima kasih 💋

__ADS_1


__ADS_2