Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Hari Kelulusan I


__ADS_3

Coba deh, klik J E M P O L yang di bawah situ, aku yakin pasti bisa di batalin lagi ..


Jangan lupa K O M E N & V O T E ❤ Ayo, dukung novel ini 😘


Kasih rating bintang juga ya.


..


..


..


Hari yang di tunggu-tunggupun tiba, yaitu hari kelulusan Bae Nana.


Nana sudah berdandan cantik dan rapi, dengan rambut panjang yang bergelombang dan jubah toganya. Nana sangat senang sekali, wajahnya terlihat berseri-seri. Tidak diduga, moment yang paling di tunggu-tunggunya selama ini pun akhirnya tiba. Nana di temani oleh Kattie Moey, sahabat baiknya sekaligus yang mendandaninya.


"Nana, dimana Tuan Aganor dan pengurus Feng?" tanya Kattie, sorotan matanya melirik sekeliling ruangan, mencari-cari.


"Uh, Djordi dari semalam tidak pulang dan susah di hubungi. Entah lah, dia kemana. Aku akan menelepon pengurus Feng, dulu". Ucap Nana, sambil memegang topi wisudanya dan ponselnya.


"Iya, cepat !! Kita hampir telat nih," gerutu Kattie.


Saat Nana akan menelepon pengurus Feng, tiba-tiba..


Tiinn.. Tiinn..


Suara klakson mobil di depan rumah Djordi.


Nana dan Kattie beradu tatap, mereka dibuat penasaran. Kemudian, tidak pikir panjang merekapun berjalan keluar rumah, melihat siapa itu.


John keluar dari mobil mewahnya dengan kemeja hitam berdasi. John terlihat sangat tampan sekali. Kemeja hitam, membuat tampilannya lebih dewasa.


John melirik sambil tersenyum manis ke arah Nana.


"Sepertinya, John yang akan mengantar kita," bisik Kattie pada Nana.


"Ayo cepat ! Acara kelulusan kita, sudah akan dimulai," ucap John dari luar gerbang.


Nana terjeda sesaat. Ia mengira, yang datang adalah Djordi. Kemudian, Kattie menepuk pundaknya. Nana pun tersadar.


"Sudahlah, jangan cemas. Tuan Aganor tidak mungkin, tidak datang di moment pentingmu ini". Kattie meyakinkan Nana.


"Ayo, kau tidak mau terlambat, kan?" sambung Kattie, sambil mendorong-dorong tubuh Nana.


Nana dan Kattie pun masuk ke dalam mobil John.


John mengemudikan mobilnya.


"Kattie, jantungku berdebar kencang. Aku sangat senang sekaligus sangat gugup, saat ini". Ucap Nana panik, sambil meremas tangan Kattie, di dalam mobil.

__ADS_1


"Kau itu selalu saja gugup di acara yang penting. Cepat, atur nafasmu. Jangan sampai kau ke toilet dan terjadi hal buruk lagi denganmu," gerutu Kattie, sambil mengelus-elus tangan Nana. Nanapun mengatur nafasnya.


John yang sedang menyetir, malah mencuri-curi pandang. Ia melihat wajah tegang Nana dari kaca mobil. John menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lebar, karena menurutnya wajah tegang Nana sangat lucu.


..


..


Sesampainya.


John membukakan pintu mobil untuk Nana, di ikuti dengan Kattie di sampingnya. Suasananya sangat ramai di Universitas itu.


Nana sudah memulihkan kembali semangatnya.


Tapi, kedua bola mata Nana terlihat sedang mencari-cari seseorang di tengah kerumunan itu.


"Tan, dimana Bibi Oh? Dia bilang, akan datang tepat waktu," tanya Nana, sambil celingak-celinguk.


"Aku sudah menghubunginya tadi. Mungkin di jalannya macet. Ayo, kita masuk dan berbaris," ucap John, sambil memakai topi dan jubah toganya. John pun memasangkan topi wisuda di atas kepala Nana.


"Baiklah, aku akan menunggu Bibi Oh, disini. Semangat, Nana !!" seru Kattie, sambil menaikkan tangan dan mengepalkannya.


John dan Nana pun berjalan masuk.


Di tengah perjalanan memasuki gedung, tiba-tiba terdengar suara teriakan, memanggil nama John.


John !! John Natan..


Ternyata yang memanggil John adalah ibu dan ayahnya, yang sedang berdiri di samping tiang gedung.


John tak menyangka, jika kedua orang tuanya akan menghadiri acara kelulusannya itu. Karena kedua orang tuanya selalu saja sibuk bekerja.


John dengan wajah yang sangat bahagia menghampiri kedua orang tuanya. Nana tersenyum dari jauh, dengan berdiri mematung, melihat punggung John yang kian menjauh.


Nana mengedarkan pandangannya. Ia merasa terkucilkan, disitu. Karena, Nana melihat suasana yang sangat bahagia terpancar dari para mahasiswa yang hadir, di dampingi dengan kekasihnya, kedua orang tuanya maupun anggota keluarga yang lainnya.


Wajah para orang tua itu terlihat sangat bangga, saat melihat anak-anaknya memakai jubah dan topi wisuda. Banyak yang mengabadikan moment ini dengan berfoto bersama.


Andai saja, ayah dan ibu berada disini. Mendampingiku di acara kelulusanku, dan melihat aku mengenakan baju dan topi wisuda ini. (Batin Nana)


Seketika, raut wajah Nana menjadi sedih. Nana membayangkan, bagaimana jika dirinya yang berada di posisi salah satu siswi yang sedang berbahagia itu, dengan di dampingi kedua orang tua dan pasangannya.


Nana menahan air matanya, agar tidak menetes. Ia menguatkan hatinya. Nana takut, make up yang sudah Kattie poles di wajahnya, menjadi berantakan.


John dan kedua orang tuanya menghampiri Nana. John di buat terheran, setelah melihat perubahan drastis raut wajah Nana, yang menjadi sedih seperti itu.


"Nana, ada apa?" bisik John, cemas.


"Ah, tidak ada." Nana tersadar. Kemudian membuang nafas, menguatkan hati dan perasaannya.

__ADS_1


"Ayah, ibu ... apa kalian masih mengenalinya?" John berbalik, bertanya pada kedua orang tuanya mengenai Nana.


Kedua orang tua John menciutkan matanya. Mereka melihat dengan seksama, siapa gadis cantik di hadapannya itu.


"Wah, apakah kau Nana? Bae Nana?" Ibunya John sedikit terkejut, sambil menaikkan kedua alisnya.


Nana mengangguk sambil tersenyum lebar.


Sontak saja, ibu John langsung memeluknya dengan sangat erat. Air mata yang sudah susah payah Nana tahanpun, akhirnya pecah. Nana meneteskan sedikit air matanya. Hati dan perasaanya sangat tersentuh, dengan pelukan lembut itu.


Sedari SMA, ibu John memang selalu bersikap baik dan lembut kepada Nana. Kedua orang tuanya sangat ramah padanya, karena mereka tahu bahwa Nana kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya.


"Bagaimana kabarmu, Nana? Aku tidak menyangka kalian berada di Universitas yang sama. Kita sudah lama tidak bertemu, kau menjadi wanita dewasa yang sangat cantik." Ibu John sangat antusias, setelah bertemu dengan Nana.


"Aku selalu baik, bibi. Terimakasih atas pujiannya. Bibi pun semakin awet muda saja. Hihi...." Nana memujinya balik, sambil tertawa kecil.


"Tapi, menurut suamiku, aku ini semakin keriput. Dia memang tidak pernah menyenangkan hatiku dengan ucapannya itu," gerutu ibunya John. Ayah John hanya tertawa melihat tingkah ibunya, sambil merangkulkan tangannya di pundak John.


"Oh ya, dimana ayah dan ibumu? Aku akan menyapanya," sambung ibunya John.


Tapi, Nana hanya terdiam membisu.


John langsung menepuk pundak ibunya dari belakang, sambil mengedipkan kedua matanya. Mengisyaratkan agar jangan membahas kedua orang tua Nana. Ibu John pun tersadar.


"Ah, sudahlah. Cepat kalian masuk, acaranya segera dimulai. Ibu dan ayah akan menunggu di sebelah situ (menunjuk ke kursi pojok) Semangat, ya !!" ucap ibu John, sambil menggiring John dan Nana untuk memasuki gedung.


..


..


Acara proses kelulusan pun berlangsung. Rektor memberikan sambutan hangat di acara Wisuda Sarjana itu.


Nana berbeda barisan dengan John. Perasaannya, masih terus mencemaskan seseorang.


Ya, Djordi Aganor.


"NANA !! SEMANGAT." Teriakkan Bibi Oh dan Kattie Moey, dari luar pintu yang tiba-tiba membuat hati Nana terkejut.


Nana hanya bisa membalasnya dengan senyuman, dari jauh.


Djordi, dimana kau? Apa kau lupa dengan hari pentingku ini? Kau sudah berjanji, dan akupun sangat berharap kau akan hadir disini, melihatku, mendampingiku, menyemangatiku, memberiku bunga, hadiah atau sesuatu yang mengesankan untukku. (Gumam Nana di dalam hatinya, merasa sangat sedih)


..


..


BERSAMBUNG..


Like, Komen & Vote nya dong.

__ADS_1


Episode selanjutnya akan di up secepatnya ❤


__ADS_2