Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
NGT Club


__ADS_3

Hargai usaha author dengan cara :


Klik J E M P O L, K O M E N & V O T E ❤


Dukung terus ya novel ini 💋


..


..


..


Setelah sampai di kediaman Aganor. Nana langsung bergegas pergi ke dapur, untuk membuatkan makan malam spesial. Perintah dari Djordi.


Kemudian, Nana menyimpan dan menata makan malam itu di atas meja makan.


Beberapa jam telah berlalu.


Saat ini adalah pukul delapan malam. Nana mondar-mandir di depan pintu masuk. Nampak gelisah. Ia sedang menunggu kedatangan bosnya yang tak kunjung menampakkan dirinya.


Aduuhh !! Kemana si bos sialan itu. Aku kan, ada janji sekarang. (Gerutu Nana dalam hatinya).


Nana masih saja mondar mandir. Ia melihat sudah pukul delapan lewat. Tidak pikir panjang, dan tidak ingin di ambil pusing. Nana memulai langkahnya.


Dengan cepat ia menggati pakaiannya, dan berjalan ke luar. Meninggalkan rumah itu, tanpa berucap apapun pada pelayan atau pengurus Feng.


Nana mengendap-endap dan berdiri di persimpangan, jauh dari rumah Djordi. Sepertinya, ia sedang menunggu seseorang.


Brum .. Brum ..


Nampak sebuah mobil sport mewah, berwarna merah menyala. Mendekat dan berhenti di hadapan Nana.


Mobil sport yang di desain sangat luar biasa. Suara raungan mesin mobil itu menghadirkan sensasi merinding bagi siapapun yang mendengarnya.


Seorang pria keluar dari pintu mobil sebelah kiri. Ternyata yang menghampiri Nana adalah John Natan.


Sebelumnya, saat di taman kampus. Nana bertanya alamat pada John. Saat John melihat alamat tersebut, ia langsung merobek kertas kecil yang berisikan alamat itu. John melarang keras Nana untuk pergi ketempat itu. Dan, Nana sedikit marah pada John. Hingga akhirnya Nana merengek, ia kekeh ingin pergi ke tempat itu. Di karenakan dirinya sudah berjanji pada Miya.


John tak bisa berkutik apapun ketika Nana sudah merengek seperti anak yang minta permen pada ayahnya. Hati dan perasaan John seketika luluh, karena ekspresi wajah Nana yang begitu imut.


..


"Ayo, sayang". Ucap John, membukakan pintu mobil untuk Nana dan mempersilakannya masuk. Sambil tersenyum usil.


Kemudian, John pun masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobil itu menuju NGT Club.


"Tan ! Apa mobil ini milikmu?". Tanya Nana, matanya berbinar. Melihat takjub sekeliling mobil sport mewah yang sedang ia tumpangi itu.


John hanya menjawabnya dengan senyuman. Pandangannya lurus ke depan, dengan kedua tangan yang memegang setir mobil. Ia terlihat gugup.


Tidak seperti biasanya. Kenapa aku menjadi gugup seperti ini? (Gumam John, perlahan butiran keringat di dahinya bermunculan).


"Ehem.. Nana, bisakah kau menyalakan sedikit ac nya". Ucap John, tatapannya masih saja ke depan.


"Hey ! Apa kau ingin membuatku masuk angin?". Bantah Nana.


Kemudian John melirik k arah Nana. Pipinya sangat merah, sudah bagaikan tomat saja.


Lalu, ia mengambil jaket yang berada di kursi mobil dan melemparkannya ke arah Nana.


"Pakai itu ! Tutupi kedua gunungmu". Ucap John, sambil malu-malu.


"Memangnya pakaian ini terlihat seksi?". Nana mengerutkan dahinya dan berkaca pada cermin kecil.


"Menurutku .. ini sudah tertutup. Huh ! Pikiran mu saja yang kotor". Ucap Nana.


"Bukan begitu. Pakaianmu ini bisa mengundang birahi pada pria yang melihatnya. Lagian untuk apa kau pergi ke tempat seperti itu?". Tanya John, serius.


Hmm, memangnya tempat seperti apa NGT Club itu? (Gumam Nana dalam hatinya).

__ADS_1


"Pikiran mereka saja yang mesum. Ah, sudahlah jangan banyak tanya. Kapan kita sampai?". Nana sedikit kesal.


..


Kemudian, tak lama. Mereka sampai ke tempat yang di tuju. John membukakan pintu mobil yang didalamnya ada Nana.


"Tinggal lama di Korea, membuatmu sedikit lembut ya". Nana tersenyum usil.


"Aku memang selalu memperlakukanmu dengan lembut ! Kau saja yang tidak pernah menyadari itu". Ucap John, lirih.


John berjalan mengikuti Nana.


"Hey ! Kenapa kau mengikutiku?". Tanya Nana.


"Ah? Aku .. aku ingin menjagamu. Tempat ini cukup berbahaya Nana." Ucap John, mengkhawatirkan Nana.


"Berbahaya apa? Aku kesini kan bersama temanku. Sudahlah Tan, kau pulang saja". Nana berbicara meninggi, sambil berjalan begitu saja meninggalkan John.


John merasa sedih.


"Baiklah ! Aku akan menunggumu di mobil. Jika terjadi suatu hal, segera hubungi aku". Ucap John.


..


..


Nana berjalan sambil mencari keberadaan Miya.


"Nana !!". Panggil seseorang.


"Ah? Miya?". Nana menaikkan kedua alisnya, dan berjalan mendekati Miya.


Kenapa pakaian Miya begitu seksi? Kemana kaca matanya? (Gumam Nana dalam hatinya, terheran)


"Maaf, aku terlambat". Ucap Nana.


"Tidak apa. Aku juga baru saja sampai. Kau kesini sendirian, kan?". Tanya Miya, sambil melihat kiri kanan.


"Ayo, kita masuk". Ajak Miya.


Miya dan Nana berjalan memasukki NGT Club itu. Baru saja masuk ke dalam, sudah tercium aroma alkohol. Nana menutup hidungnya.


"Miya, apa yang harus aku lakukan? Apa kau ingin membalas dendam pada seseorang disini?". Tanya Nana, sambil terus mengikuti langkah Miya.


"Kemari ! Kau duduk dulu disini. Aku kesana sebentar". Ucap Miya.


Nana hanya terdiam, kedua alisnya terangkat naik.


"Pelayan ! Aku pesan minuman, untuk Nona ini". Ucap Miya pada salah satu pelayan.


"Ah? Miya, tapi .. aku tidak minum". Bisik Nana.


"Tenang saja. Minuman yang aku pesan bebas alkohol. Kau tidak akan mabuk". Miya tersenyum licik, lalu meninggalkan Nana.


Alunan Musik yang sangat keras membuat telinga Nana sakit. Dan, lampu yang berkedap kedip membuat matanya pusing. Karena, Nana tidak terbiasa dengan suasana tempat yang seperti itu.


"Nona, ini minumannya". Seorang pelayan menyuguhkan minuman dan meletakkannya di atas meja. Kemudian, pelayan itu pergi.


Glek ..


Nana menelan ludahnya.


"Kenapa, tiba-tiba tenggorokkanku kering?". Ucap Nana, sambil menatap minuman yang terlihat menyegarkan itu.


Perlahan tangan kanan Nana menyentuh minuman itu, ia mengendusnya terlebih dahulu. Lalu, Nana meminumnya dengan satu tegukkan.


Kemudian Nana, beranjak dari tempat duduknya. Karena suasana nya menjadi panas, berisik dan menurutnya sangat kacau.


Ia berjalan, mencari toilet. Ingin menenangkan diri di sana, maksudnya.

__ADS_1


..


..


Di sisi lain.


"Tuan Aganor. Ayo, minum dulu dan bersenang-senanglah sebelum kau pulang". Ucap salah satu rekan bisnisnya, yang sedang di peluk dua orang wanita seksi.


Djordi mengabaikan perkataan rekannya itu.


Sudah beberapa kali ia melirik jam tangannya. Djordi merasa gelisah.


"Aku sudah menyiapkan beberapa wanita cantik untukmu. Ayolah, nikmati dulu tubuhnya, sambil menunggu Presdir Kim datang". Rekan bisnisnya itu, terus saja menawarkan wanita seksi pada Djordi.


Beberapa wanita seksi itu mulai mendekat padanya, dan perlahan menyentuhnya. Tapi, Djordi langsung menepis tangan-tangan yang menyentuh bagian sensitifnya itu.


"MENYINGKIR !!". Djordi menebarkan aura menakutkan dari dalam tubuhnya. Wanita-wanita seksi itu sedikit ketakutan. Lalu, mereka hanya duduk di samping kiri dan kanannya.


Ini hampir larut. Aku membuat Nana menunggu di rumah. Bagaimana dengan makan malam yang Nana buatkan untukku? Pasti sudah dingin. (Gumam Djordi di dalam hatinya)


"Cepat hubungi Presdir Kim ! Masih dimana dia? Lama sekali". Titahnya pada rekan bisnisnya itu.


..


..


Nana yang masih berjalan mencari toilet, tiba-tiba saja penglihatannya menjadi sedikit tidak jelas.


Seorang pelayan berjalan dan membuka pintu ruangan VIP. Dan, pintu VIP itu perlahan terbuka.


"Ah, tunggu. Pelayan, kemana arah toilet". Tanya Nana pada pelayan yang sedang mengenggam baki di tangannya itu.


Pelayan itu berbalik ke arah Nana.


"Oh, Nona. Kau salah arah. Disini adalah ruangan khusus tamu VIP saja. Kau bisa kembali dan menuruni tangga. Toiletnya ada di sebelah tangga ini". Ucap Pelayan itu.


Lalu, Nana tidak sengaja melihat seseorang yang berada di dalam ruangan VIP itu. Ia terkejut mendapati Djordi yang sedang di kelilingi beberapa wanita seksi di samping kanan dan kirinya.


Nana membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna. Tanpa di duga olehnya, perlahan air matanya membendung. Perasaannya menjadi hampa. Tubuhnya melemah. Entah kenapa, sesuatu yang tajam seperti menembus masuk ke dalam dadanya.


Bos dan wanita penghibur? Sedang apa mereka? (Nana mengerutkan keningnya)


Kemudian, Nana berbalik dan berjalan dengan tatapan kosong.


"Apa maksudnya ini? Beberapa hari yang lalu dia melamarku. Tapi, ternyata seperti ini kelakuan aslinya. Dan, kenapa dengan perasaanku? Aku merasa benar-benar kecewa, setelah melihatnya langsung". Nana menghapus air matanya. Sambil terus menelusuri lorong dan berjalan menjauh dari ruangan itu.


"Dia menyuruhku untuk membuatkan makan malam spesial, sampai aku harus menunggunya, lama. Tapi ternyata dirinya sedang asik bermain dengan beberapa wanita penghibur, disini !!". Geram Nana.


"Hebat sekali ya, jadi lelaki. Jika ingin melihat buaya, tinggal ngaca !!". Nana terus saja bergerutu, dengan raut wajah yang sedih. Sambil menuruni tangga.


Penglihatannya semakin tidak jelas, dan kepalanya mulai pusing. Nana menyapu kasar wajahnya.


"Kenapa meja dan kursinya ada dua semua?". Gumam Nana, sambil menciutkan kedua matanya.


Tiba-tiba lututnya bergetar hebat. Tubuhnya menjadi tidak bertenaga, bagai berjalan tanpa tulang.


Brug..


Nana terjatuh. Pingsan !


Seketika Nana yang pingsan itu menjadi sorotan semua pengunjung.


Miya berjalan mendekati Nana, dan mengangkat tubuhnya. Miya membawanya ke sebuah ruangan VIP di bantu dengan seorang lelaki.


..


Pasti lupa nih Like, Komen & Vote ❤


Kalau ada typo kasih tau ya, hhe ✌

__ADS_1


Biar di perbaiki ulang.


__ADS_2