Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Perjumpaan


__ADS_3

Ayoo.. L I K E, K O M E N & V O T E


..


..


..


Semuanya sedang berkumpul di ruang tamu. Dan, saat Djordi akan mengatakan satu hal pada mereka. Tiba-tiba tanpa di duga, kedua orang tuanya datang.


Tn.Kim Hanzo dan Ny.Kimmy Agatha berjalan masuk dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di tebak.


Djordi tidak menduga, orang tuanya datang secepat ini. Perasaannya sedikit tidak tenang.


"Sean? ... Kim Reo?" Dengan spontan, Ny.Kim menyebutkan orang yang dikenalnya saja. Ia terheran melihat ada banyak orang di rumah Djordi. Karena setahu Ny.Kim, Djordi tidak suka berkumpul dengan teman-temannya. Tapi, Ny.Kim tidak perduli dengan itu, karena tujuan utama ia kemari bukan untuk basa basi.


Suasana menjadi mencekam. Sean dan presdir Kim merapihkan baju dan membenarkan posisi duduknya.


Nana terheran, siapa dua orang tua yang datang tiba-tiba itu. Tapi, Nana bisa langsung menebaknya, saat melihat raut wajah Djordi, Sean dan presdir Kim.


Ny.Kim melirik tajam ke arah Nana. Nana tersenyum ramah sambil menundukkan kepalanya.


Nana merasa tidak enak dengan hadirnya dirinya di tengah keluarga Djordi. Nana berniat meninggalkan mereka, tapi Djordi langsung menahan tangannya.


"Ah? Selamat sore menjelang malam paman, dan bibi," sambut presdir Kim dengan ramah.


Tn.Kim dan Ny.Kim hanya tersenyum.


"Djordi, Kim Reo !! Aku ingin mendengar penjelasan dari kalian berdua," ucap Ny.Kim.


"Diluar banyak sekali wartawan, mereka menghalangi jalan mobilku. Sebenarnya apa yang terjadi?" sambung Tn.Kim.


Tn.Kim menekan pundak Ny.Kim, menyuruh tanpa suara agar Ny.Kim duduk.


"Ayah dan ibu sudah melihat sendiri beritanya, kan? Jadi, apa yang perlu aku jelaskan? Seharusnya ayah dan ibu yang menjelaskan padaku, kenapa kalian mengecewakan aku dengan memberikan aku calon istri yang tidak bermoral seperti Selena. Untung saja, sifat buruknya terbongkar sebelum aku menikahinya," jelas Djordi.


"Ibu masih tidak percaya. Selena kan, lahir dari keluarga yang beradab. Kita sudah mengenalnya sejak lama, keluarganya pun sangat berbudi luhur. Dan, setiap kali bertemu dengan ibu, Selena selalu bersikap baik," bantah Ny.Kim.


"Itu semua tidak bisa menjamin sifat dan karakter asli seseorang, ibu. Selama ini, kita hanya saling bertegur sapa saja, karena kontrak kerja sama bisnis keluarga kita. Ibu tidak bisa mencap begitu saja bahwa Selena adalah wanita baik atau wanita bermoral, hanya karena dia lahir dari keluarga terhormat. Selena itu wanita licik. Lembut di luar, berduri di dalam. Apa ibu tahu, dia sampai rela membahayakan nyawa seseorang hanya untuk membuat aku menyetujui pertunangan itu," jelas Djordi, dengan kecepatan bicaranya.


Tuan dan nyonya Kim sedikit terkejut, lalu mereka menundukkan kepala dengan mengerutkan dahinya. Terlihat sedang berpikir, karena perkataan Djordi memang benar.


Tiba-tiba, pengurus Feng berjalan mendekat ke arah tuan dan nyonya Kim, sambil mengasongkan sebuah gadget dengan foto di dalamnya. Foto tubuh seorang wanita yang sedang diikat dan di gantung.


Tuan dan nyonya Kim terhentak kaget. Mereka tak bisa berkutik setelah melihat foto itu, karena di foto itupun terlihat jelas wajah Selena.


Djordi menggerakkan kepala dan matanya sambil menatap tajam ke arah presdir Kim. Mengisyaratkan agar presdir Kim membatunya.


Presdir Kim terkejut sambil melirik bingung.


"Paman, bibi. Biarkan Djordi menentukan sendiri pasangan hidupnya. Aku tahu kalian sangat mengkhawatirkannya, karena sudah di usia 30an Djordi belum menemukan pasangan hidup. Tapi, apa kalian tahu, saat ini Djordi sudah memantapkan pilihan hatinya pada seorang wanita. Dan, akupun yakin dengan pilihannya itu," jelas Presdir Kim langsung ke intinya, tidak basa basi berkepanjangan.


Ny.Kim dan Tn.Kim di buat terkejut dan terherheran, dengan apa yang telah di dengarnya dari mulut presdir Kim.


..


John sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Dari pada hatinya harus terus teriris.


Dengan tidak berucap sepatah kata apapun, John langsung berjalan ke luar, meninggalkan ruangan itu dengan kehampaan hatinya.

__ADS_1


"Tan?" ucap Nana, dengan suara yang sangat rendah.


Nana ingin mengejar John, tapi Djordi langsung menarik tangannya. Nana terkejut.


Djordi mengambil nafas dalam-dalam.


"Suatu kebetulan, kita bisa berkumpul disini. Nana, perkenalkan ini ayah dan ibuku," kata Djordi, memperkenalkan orang tuanya.


Nana tersenyum malu sambil terus menunduk. Ia sangat gugup, jantungnya hampir meledak karena secara tiba-tiba Djordi memperkenalkannya pada kedua orang tuanya. Tapi, Nana tak boleh memperlihatkan keciutan mentalnya itu.


Ny.Kim terrasa haus, ia mengambil minuman yang sudah tersedia di atas meja.


"Dan, ayah ... ibu. Perkenalkan, ini Bae Nana." Djordi langsung memperkenalkan Nana, sambil menggenggam erat tangan Nana yang sudah membeku, dingin bagaikan es batu.


"Dia adalah wanita pilihanku," sambung Djordi. Ny.Kim dan Tn.Kim membulatkan matanya.


"Uhukk.. Uhukk.." Ny.Kim sampai di buat tersedak atas pernyataan Djordi yang mengejutkan itu.


Nana langsung menghampiri Ny.Kim.


"Ah ! Nyonya, apa kau baik-baik saja?" tanya Nana, sambil menyentuh tangan Ny.Kim.


Saat Ny.Kim menatap wajah Nana. Tiba-tiba.


Pyarr..


Ny.Kim tak sanggup menggenggam gelas minuman itu, ia memecahkan gelasnya.


Ny.Kim beranjak dari duduknya, wajahnya sangat terkejut. Badannya gemetar.


Nana bertanya-tanya, karena Ny.Kim terus saja memandang tajam ke arahnya.


Ny.Kim hanya terdiam, membisu. Membuat semua orang yang melihatnya terheran-heran.


"Sayang, ada apa?" tanya Tn.Kim yang juga merasa khawatir.


"T-tidak apa-apa." Ny.Kim menelan kasar ludahnya. Matanya memerah, mulai berkaca-kaca.


"Ah, aku akan membersihkan pecahan kacanya," ucap Nana, yang langsung menyentuh serpihan kaca-kaca di lantai.


"Nana, tidak usah. Biar pelayan yang membersihkannya." Djordi langsung mnghentikan tangan Nana, dan membawanya kembali duduk.


"Emm, siapa nama kedua orang tuamu?" tanya Ny.Kim, gugup.


"Ah, nama ayahku Bae Senjo, dan ibuku Parsha Lee," ucap Nana.


Parsha? (Gumam Ny.Kim, semakin membulatkan kedua matanya).


Tubuh Ny.Kim semakin gemetar, ia pun merasa kepalanya sangat pusing. Ny.Kim bersandar dan menekan kepalanya. Semua semakin terheran dengan tingkah Ny.Kim.


"Hey, kau ini kenapa?" tanya Tn.Kim, lebih cemas.


"Ah, kepalaku pusing. Cepat antar aku pulang !" ucap Ny.Kim sambil terus menekan kepalanya.


"Ya sudah, sini aku bantu kau berdiri." Tn.Kim memperlakukan Ny.Kim sangat lembut.


"Djordi, kita bahas ini lain kali saja." Tn.Kim langsung keluar begitu saja, sambil memapah Ny.Kim dengan rasa khawatir.


..

__ADS_1


"Apa ada yang salah dengan perkataanku?" tanya Nana. Ia sangat kebingungan.


"Tidak ada, ibuku sering seperti itu karena usianya sudah tak muda lagi. Jangan dipikirkan," ucap Djordi, menenangkan Nana. Tiba-tiba..


Grebagg.. Grebugg..


"Hey, ada apa dengan kakimu?" tanya Djordi pada Sean.


"Saat kau memperkenalkan Nana pada orang tuamu. Anggota tubuhnya tidak mau diam, kakinya terus saja ditendang-tendang seperti itu," jawab Presdir Kim.


"Sean, apa kau masih tidak rela mengikhlaskan Nana untukku?" tanya Djordi, sambil tersenyum usil.


Nana tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakan Sean.


"Hey, jangan seperti anak kecil. Aku akan membagi satu wanita seksi untukmu. Bagaimana?" tawaran presdir Kim.


"Tidak ! Wanitamu selalu buas, aku hanya ingin yang seperti Nana. Hikss...." Sean semakin menjadi.


"Hey nak, apa kau tidak merasa kasihan pada pamanmu itu? Dia sudah tua. Dia harus cepat mempunyai pasangan hidupnya dan memiliki keturunan. Mulai sekarang relakan Nana untuk Djordi," jelas presdir Kim pada Sean.


Nafas Sean menjadi sangat berat.


Nanapun tak henti-hentinya tersenyum, melihat tingkah Sean yang menurutnya itu lucu.


"Nana, kembali ke kamarmu. Bersihkan dirimu dan segeralah istirahat. Aku akan membicarakan sesuatu yang penting dengan mereka," ucap lembut Djordi.


Muah 💋


Tak segan-segan Djordi mencium pipi kiri Nana, di depan Sean dan presdir Kim. Nana tersipu malu.


Sean dan presdir Kim terlihat sangat jengkel. Lalu, Nana berjalan menuju kamarnya.


"Hey ! Apa kau tidak menghargai kita sebagai jomblo sejati?" geram Presdir Kim.


"Ah, sudahlah. Kim, Sean ! Aku ingin meminta bantuan lagi pada kalian berdua," pinta Djordi.


"Bantuan apa?" tanya Sean dan Presdir Kim.


"Dua hari lagi, hari kelulusan Bae Nana. Aku ingin memberikan kejutan di hari kelulusannya itu. Kalian harus mau membantuku," jelas Djordi.


Apa? Hari kelulusan Nana? (Gumam Sean dalam hatinya)


"Tidak bisa ! Aku tidak akan membantumu, paman. TIDAK AKAN !! Aku juga ingin memberi kejutan untuknya." Sean memasang tampang wajah marah. Ia mengerutkan keningnya, sambil melipat kedua tangan di atas perutnya.


Djordi dan presdir Kim langsung memelototi Sean, dengan tatapan yang menakutkan. Sean bergidik ketakutan.


..


"B-baiklah. Hiks 😭" Seketika, Sean langsung menurutinya. Sean terpaksa, karena bola mata kedua paman-pamannya itu sangat mengerikan. Tak bisa di bantah.


..


BERSAMBUNG !!


..


Ayo kasih semangat untukku, dengan like, komen & vote ❤


Rahasia apa yang Ny.Kim sembunyikan? Hingga Tn.Kim pun tidak tahu.

__ADS_1


__ADS_2