
Ga bosen-bosen ngingetin, klik J E M P O L,
K O M E N & V O T E ❤
Yang udah ngeVote, boleh dong di tambah lagi pointnya 💋💋
..
..
..
Sesampainya Djordi dan Nana di restoran.
Djordi membukakan pintu mobil untuknya. Nana menatap ragu ke arah Djordi. Jiwa keberaniannya menjadi ciut kembali. Tapi, Djordi menenangkan dan terus menyemangatinya. Bahwa semua akan baik-baik saja, ia tak perlu khawatir. Nana hanya perlu mengembalikan kepercayaan dirinya.
Djordi menggosok-gosok tangan Nana yang sudah membeku bagaikan batu es. Ia menciumi tangan Nana beberapa kali, sehingga Nana mulai tersenyum kembali karena tingkah manis Djordi.
Ketika mereka baru saja menginjakkan kakinya di dalam restoran. Tiba-tiba.
"Aduh !" keluh Nana.
"Ada apa?" tanya Djordi, khawatir.
"Emm, ini loh ... setiap kali aku gugup, aku selalu ingin buang air kecil," jawabnya, sambil tertunduk malu.
"Hmm, ya sudah. Sana ! Jangan di tahan. Aku akan menemui ayah dan ibuku dulu, mereka sudah menunggu lama. Aku akan menunggumu disana." Djordi mengelus pundak Nana.
Nana menunjukkan senyum manisnya. Kemudian, dengan cepat ia menuju toilet.
Djordi memperhatikannya dari belakang, Nana sudah menjauh dari pandangannya. Djordi menarik nafas dalam-dalam. Lalu, ia memulai langkahnya untuk menemui kedua orang tuanya.
"Ehem... Ayah, Ibu," sapa Djordi.
"Hah (membuang nafas lega) Ibu sudah sangat khawatir jika kau tidak datang. Duduklah !" ucap Ny. Kimmy Agatha, yang tak lain adalah ibu Djordi Aganor.
"Aku pasti datang bu, karena aku sendiri yang membuat janji," kata Djordi lembut, sambil merangkul ibunya.
...
Ny.Kim ini adalah istri kedua Tn.Kim Hanzo (ayah Djordi) . Tn.Kim memutuskan untuk menikahi Ny.Kim, karena istri pertamanya meninggal tidak wajar dalam kecelakaan mobil dengan salah satu teman wanitanya.
Ny.Kim terlihat sangat cantik dan elegan dengan balutan syal bulu berwarna abu-abu di lehernya. Model rambut soft bangs yang di padukan dengan potongan rambut pendeknya, membuat tampilannya sangat manis dan lebih segar dengan poni tipis yang menyamping. Meskipun usianya sudah menginjak lima puluh tahunan, wajahnya terlihat sangat awet muda.
...
"Hey anak manja ! Aku sampai menunda rapat pentingku malam ini, gara-gara pertemuan mendadak darimu. Ada hal penting apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Tn.Kim Hanzo.
"Aku kesini dengan seseorang ...," jawab Djordi, gugup.
"Apa itu Selena?" tanya Ny.Kim.
"Aku kesini untuk-" Bicara Djordi terpotong.
"Lihatlah ke jendela. Selena bersama kedua orang tuanya, sedang berjalan kemari." Ny. Kim memutar kepala Djordi.
Sontak saja Djordi sangat terkejut. Ia membulatkan matanya dengan sempurna.
Aku tidak mengundang mereka. Kenapa, wanita gila itu bisa kemari. Arrgghh Sial !! (Geram Djordi, panik)
__ADS_1
...
Selesainya Nana di toilet. Ia menarik nafas panjang. lalu ia berpikir positif dan meyakinkan dirinya sendiri.
Kemudian, Nana berjalan membuka pintu toilet.
Saat Nana membuka pintu toilet, ia di sambut oleh dua orang lelaki berbadan kekar, berwajah sangar.
Nana terkejut, ia membulatkan matanya.
"Permisi, saya ingin lewat," ucap Nana, sambil menundukkan kepalanya.
Dua lelaki itu saling tatap satu sama lain, lalu mereka menganggukan kepalanya.
Dengan cepat, mereka membekap Nana dengan kain yang sudah diberi biusan.
Nana terkejut dan langsung berontak.
"Emm ... mmmm." Entah apa yang Nana ucapkan.
Nana berusaha melepaskan tangan lelaki yang membekapnya. Tubuhnya terus berontak, tidak mau diam. Kemudian, kedua tangannya di pegang kasar oleh kedua lelaki itu. Tidak lama kemudian, tubuh Nana mulai melemah. Perlahan Nana hilang kesadarannya dengan nafas yang masih terengah-engah.
Tidak pikir panjang, kedua lelaki itu langsung menyeret tubuh Nana secara kasar.
..
..
Selena dengan ayah dan ibunya berjalan masuk ke restoran, menghampiri meja Djordi dan orang tuanya.
"Selamat malam, Tuan dan Nyonya Kim," sapa ramah Tn.Jung (ayah Selena).
"Anda semakin terlihat awet muda saja, Ny.Kim (tersenyum) Oh ya, bagaimana dengan keadaan anda?" tanya ibu Selena.
"Ah, saya sudah tidak apa-apa (tersenyum sungkan) Terima kasih atas perhatiannya dan pujiannya," jawab ramah ibu Djordi.
"Saya dibuat terkejut dengan kehadiran kalian. Dasar anak ini, jadi membuatku gugup saja," ucap Ny.Kim, sambil merangkul tangan Djordi.
Djordi menatap tajam ke arah Selena, sambil mengepalkan tangan.
Selena membalasnya dengan senyuman jahatnya.
"Em, hey !! Kita perlu memesan sesuatu kan (tersenyum) PELAYAN !!" Tn.Kim memanggil pelayan dan memesan makanan terbaik di restoran itu.
Haduh, jangan sampai Nana melihat ini. (Gelisah Djordi).
"Ehemm. Begini, Tuan dan Nyonya Kim. Sebenarnya kita kemari untuk mem-" Bicara Ayah Selena terpotong.
"Ah, maaf sepertinya aku harus ke toilet dulu," ucap Djordi, ia langsung beranjak dari duduknya.
Tn.Kim menatap tajam ke arah Djordi dengan wajah masamnya sambil menggerakkan kepalanya, mengisyaratkan agar dirinya kembali duduk.
"Nak, tidak baik ketika seseorang akan menyampaikan sesuatu , kau malah pergi," bisik Ny.Kim, sambil memegang tangan Djordi.
Djordi mengeraskan rahangnya. Menatap jijik ke arah Selena. Mau tak mau, ia kembali duduk.
"Ah, maaf Tn.Jung. Apa yang ingin anda sampaikan?" tanya ramah Tn.Kim.
"Ya, tidak apa-apa (sungkan) Baiklah, saya langsung ke intinya saja. Ini bukan masalah perusahaan, tapi mengenai pertunangan Selena dan Djordi. Bagaimana, jika pertunangannya di adakan dua hari lagi? Karena belakangan ini, Selena merengek untuk mempercepat pertunangannya," jelas Tn.Jung, sambil tersenyum.
__ADS_1
Suasana menjadi hening. Djordi membulatkan matanya, ia betul-betul terkejut dengan percepatan hari pertunangan yang ayah Selena aju'kan tadi.
Tn.Kim mengerutkan keningnya, ia beradu tatap dengan Ny.Kim.
"Em, ya. Menurutku, itu tidak masalah. Ada baiknya juga di percepat. Karena Djordi akan semakin tua. Hihii...," tawa usil Ny.Kim.
Kedua orang tua Selena tersenyum lega, mendengar pihak Djordi menyetujui percepatan pertunangan itu.
Djordi ingin berontak. Tapi, tangan ibunya menyengkram keras lengan Djordi. Ayahnya pun memelototi Djordi.
Djordi menundukkan kepalanya. Jiwa amarahnya ingin sekali di luapkan. Napasnya menjadi sangat berat. Matanya memerah karena menahan kemarahan yang begitu mendalam.
"Apa kau ingin melihat ibumu terbaring di rumah sakit lagi, dengan beberapa selang yang menyakitiku?" bisik Ny.Kim.
"Pesanan Datang ! Silahkan menikmati Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya," ucap pelayan sambil meletakkan beberapa hidangan di atas meja.
"Ayo, kita isi dulu perut kita," tawaran Tn.Kim.
Kedua orang tua Selena dan kedua orang tua Djordi menyantap makan malam itu. Selena pun mulai memotong bistik sapi dan memakannya perlahan.
Tapi, Djordi melihat makanan saja sudah muak apa lagi menyantapnya. Seperti halnya melihat wajah Selena, begitu muak dan menjijikan.
Tring..
Sebuah pesan masuk dari ponsel Djordi.
Djordi membuka pesan itu. Ia terheran, karena pesan itu dari Selena. Dan, seketika matanya membulat. Djordi terkejut. Karena Selena mengirimi sebuah foto. Itu foto Bae Nana yang sedang di sekap, tak sadarkan diri.
Tring..
Pesan masuk dari Selena, lagi.
Ikuti permainanku sampai hari pertunangan kita tiba. Tempat itu sangat terpencil. Aku sudah memasang dua puluh bom di tubuh Nana, dan lihat di foto itu. Ada beberapa hewan pemangsa di sebelahnya. Tenang saja, aku menyekatnya dengan besi. Mereka tidak akan melukai Nana, jika kau menurut. Tapi, jika kau berontak. Aku akan melepaskan mereka. Akan ku buat tubuhnya di cabik-cabik dulu oleh para predator itu dan setelah itu, aku akan mengaktifkan bomnya.
Bagaimana? Apa kau tertarik dengan kerja sama ini?
Djordi mengeraskan rahangnya, ia menebarkan aura menakutkan dari dalam tubuhnya. Djordi menatap tajam dengan tatapan pembunuh ke arah Selena. Selena tersenyum meledek, sambil terus mengunyah makanan itu.
Brengsek !! Wanita ini ternyata tidak bisa dijinakkan dengan mudah. Kenapa kemarin aku tidak langsung membuangnya kelaut, atau menggiling tubuhnya dengan alat tajam, hingga hancur. (Geram Djordi, menyesal)
Hati Djordi sudah benar-benar tidak bisa menahan amarahnya. Tangannya sudah sangat gatal, ingin mencekik, memukul, mencabik Selena. Tapi, ia memikirkan resikonya. Ketika sedang emosi, pikirannya akan termanipulasi.
Jika dirinya bertindak gegabah saat emosi nya sedang memuncak, itu hanya akan merugikan untuk dirinya sendiri.
Djordi beranjak dari kursinya sambil mengepalkan tangannya. Masa bodo dengan tatapan kedua orang tuanya. Ia berjalan keluar meninggalkan mereka dengan beribu dendam di benaknya.
Djordi memilih bungkam.
"Djordi ! Mau kemana kau?" teriak ayahnya dengan kerutan di dahinya, karena Djordi tiba-tiba meninggalkan jamuan makan malam itu.
"DJORDI !!" Ibunya pun berteriak, memanggil Djordi sambil menekan dadanya. Tapi, Djordi sudah tak sudi untuk kembali lagi. Ia semakin menjauh dari pandangan ibunya dengan ekspresi yang sangat menakutkan.
..
..
Mana dong like, komen dan vote nya??
Harus di apain nih Selena?
__ADS_1
Tak gentar, dirinya terus meluncurkan aksi jahatnya untuk Nana. 🤔