
Klik dulu dong J E M P O L nya,
kemudian K O M E N & V O T E ❤
..
..
..
Djordi dan presdir Kim membawa Miya dan teman lelakinya itu ke sebuah rumah yang sangat jauh dari keramaian. Suasananya begitu hening, rumah itu hanya di kelilingi pohon-pohon besar saja.
Pengawal presdir Kim mendorong kasar tubuh Miya dan teman lelakinya, untuk masuk ke dalam rumah itu. Miya hanya bisa mengikutinya, dan terdiam ketakutan. Badannya sudah lengket dan bau, karena keringatnya terus saja bercucuran. Teman lelaki Miya itu pun ketakutan, ia sangat menyesali ajakan Miya untuk menjebak Nana, malam itu.
Djordi masuk ke kamar kecil dan menutup semua tirai jendela agar tidak ada cahaya yang masuk ke dalam ruangan itu. Seketika ruanganya menjadi gelap gulita. Padahal, di luar cuacanya sangat cerah. Miya bertanya-tanya, apa yang akan dilakukan Djordi. Karena, Djordi tidak berbicara satu kata apapun saat membawanya ke rumah itu. Djordi hanya menebarkan hawa menakutkan dari dalam tubuhnya. Membuat Miya dan teman lelakinya itu berpikir, bahwa dirinya sedang di ambang kematian.
"Apa yang akan kalian lakukan padaku?". Tanya Miya, terengah-engah dengan nada yang sedikit tinggi.
Djordi mengacuhkannya. Miya dan temannya itu di jaga ketat di pojok ruangan, oleh beberapa pengawal. Presdir Kim duduk santai di atas sofa, sepertinya ia menikmati sekali melihat Djordi sedang menyibukkan dirinya dengan mondar-mandir kesana kemari. Presdir Kim pun terheran, apa yang akan Djordi lakukan kepada mereka.
Miya tertunduk menelan ludahnya, sambil membenarkan kaca matanya itu.
Presdir Kim melirik sinis ke arah Miya.
"Sok-sok'an pake kaca mata, padahal yang minus otaknya !!". Gerutu Presdir Kim.
Djordi memasang sarung tangan, dan memakai masker yang menutupi hidungnya. Ia membenahi ranjang yang sedikit berantakkan. Kemudian, Djordi mengambil sesuatu dari dalam saku kirinya. Ia menyemprotkan benda itu ke seluruh sudut ruangan. Hingga siapapun yang menghirup itu, akan
membuat nafasnya menjadi berat, karena Djordi membuat ruangan itu sangat pekat dengan aromanya.
Djordi melempar begitu saja benda itu, karena isinya sudah habis. Presdir Kim menutup hidungnya dengan lengan kanannya. Ia baru menyadarinya. Ternyata yang Djordi semprotkan itu, adalah parfum perangsang. Tapi, kadar perangsang yang terdapat di parfum tersebut bukanlah yang standar. Kadarnya sangat tinggi, dan Djordi sengaja melakukan itu.
"Ayo, Kim !". Ajak Djordi, sambil berjalan ke luar dari ruangan itu.
__ADS_1
Presdir Kim mengikuti begitu saja langkah Djordi. Ia menganggukkan tangan kanannya, mengisyaratkan kepada para pengawalnya untuk ke luar dari ruangan itu. Meninggalkan Miya dan teman lelakinya.
Brukk.. Ceklek..
Pintu ditutup dan dikunci.
Miya membulatkan kedua bola matanya melihat pintu itu dikunci. Tubuhnya gemetar, ketakutan. Perlahan ia menghirup parfum itu. Ia mulai menyadarinya, bahwa yang Djordi semprotkan tadi itu adalah parfum perangsang yang pernah ia pakai untuk menjebak Nana.
Miya melirik ke arah teman lelakinya itu. Dengan cepat ia menutup hidung temannya.
"Tutup hidungmu ! Jangan menghirupnya". Ucap Miya, panik.
Miya melirik cepat kesana kemari, mencari sesuatu. Kemudian, ia mengambil kain, dan membelitkannya ke hidung temannya. Tapi percuma saja, usahanya itu tidak akan membuahkan hasil. Karena kadar perangsang dari parfum itu sangat tinggi. Teman lelakinya itu sudah mulai hilang kendali, ia berubah menjadi iblis yang haus akan ****.
Temannya itu melepaskan kain yang Miya lilitkan dihidungnya. Kemudian, ia menarik paksa tangan Miya, mengangkat dan membantingkan tubuhnya ke atas ranjang. Hingga membuat tubuh Miya terpental, karena ranjangnya yang begitu empuk. Temannya mulai mendekati tubuh Miya.
"REY ! Tidak Rey". Ucap Miya, gemetar. Kedua matanya membulat dengan sempurna.
Miya mendorong tubuh temannya itu, dengan mengerahkan seluruh tenaga yang ia miliki. Tapi temannya mengacuhkan penolakkan yang Miya tunjukkan. Akal sehatnya sudah hilang, karena menghirup terlalu banyak aroma parfum itu.
"Rey .. aku mohon, jangan 😭 Aku akan membencimu, jika kau benar-benar melakukanya". Rengekkan Miya. Tenaganya sudah mulai tersurut habis. Miya tidak bisa mendorong, karena tangannya yang diikat.
Sudah terlambat, temannya itu sudah menjadi gila. Ia melepas kasar, pakaian dalam Miya yang menghalangi aksinya. Dan, ia meneruskan apa yang sudah ia mulai.
Sesuatu mulai bangkit dari tidurnya. Ia mulai mengadu'kan tubuhnya dengan tubuh Miya. Mencengkram bagian kaki Miya dengan penuh nafsu. Wajahnya memerah. Suhu didalam tubuhnya bergejolak panas.
Dan ..
" aaaaaaa ". Miya menjerit kesakitan, ia menggigit bibir bawahnya. Air matanya berlinangan.
Lelaki itu sudah mulai menikmati apa yang sedang tubuh mereka lakukan. Aksinya semakin menjadi, tangannya meraba kasar kesana kemari, meremas sesuatu yang menonjol besar di bagian dada Miya. Ia, mulai berpacu lebih cepat.
"Ah, 'ah .. Hikss". Miya mendesah dan terus menangis.
__ADS_1
"Hentikan Rey.. 'ah .. hentikan !!". Nada suara Miya menjadi pelan. Bulir-bulir bening muncul dan mengalir menyusuri kulit pipinya.
Tubuh Miya seketika terasa lemas, karena tenaganya sudah dipakai habis untuk meloloskan dirinya, sedari tadi.
..
Di dalam mobil.
Presdir Kim tersenyum tidak jelas, memandangi ponselnya. Djordi yang sedang duduk di samping kirinya, merasa risih dan terheran. Apa yang sedang lelaki mata keranjang itu lihat?.
Djordi mengintip nya perlahan. Melihat apa isi di ponselnya, hingga Presdir Kim tersenyum-senyum seperti itu.
Seketika Djordi terkejut. Ia membulatkan matanya, dengan alis kiri terangkat.
"Dasar GILA !! Kau menyimpan alat perekam di rumah itu, tadi?". Tanya Djordi, dengan wajah yang memerah.
"Hahaa. Ya, aku ingin tahu seperti apa anjing melakukan itu di atas ranjang". Presdir Kim tertawa lepas.
"Hey! Kau ini dari dulu memang tidak berubah, ya? Pembalasan dendam mu selalu dilakukan dengan sangat keji, dan tidak ada kata ampun". Ucap Presdir Kim.
"Aku hanya ingin membuat orang itu menyesali perbuatannya". Ucap Djordi, acuh.
'ah .. 'ah .. (Suara desahan terdengar dari dalam ponsel Presdir Kim).
"Apa kau ingin melihatnya sampai habis? Apa perlu aku putar ini, di bioskop? Agar kau bisa melihatnya dengan jelas". Presdir Kim tertawa kecil, mengusili Djordi.
"Matikan videonya 😑 Atau, kau bisa turun dari mobilku. Dari sini untuk mencapai pusat kota membutuhkan waktu satu jam lagi". Geram Djordi.
"Huh, kau memang tidak bisa melihat rekanmu bahagia sedikit, ya?". Presdir Kim cemberut. Ia mulai mengantongi ponselnya.
..
..
__ADS_1
Ayo klik J E M P O L, K O M E N & V O T E ❤