Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Selena Bella


__ADS_3

Klik dulu dong J E M P O L nya, biar gak lupa ❤


terus K O M E N, V O T E & R A T I N G 🌟 5


..


..


..


Di kediaman Aganor.


Pukul 02.00 dini hari.


Nampak, Djordi yang masih mengena'kan jas kerjanya sedang terduduk dengan mengepalkan tangannya. Matanya memandang tajam. Keningnya berkerut, dengan beribu dendam di benaknya. Ia mengotak-atik pikirannya. Bertanya-tanya siapa yang berani melakukan hal tercela itu, pada wanita yang ia cintai.


Kemudian, Djordi meraih ponselnya yang berada di atas meja. Ia menelepon Presdir Kim.


"Kim, apa kau mau membantuku sekali lagi?". Ucapnya di telepon.


"Kau selalu lambat untuk meminta tolong padaku. Kau ingin mencari tahu siapa yang menjebak wanitamu itu? Heh (tersenyum) Tenang saja !! Besok, aku akan menyeret pelaku itu ke hadapanmu". Ucap Presdir Kim di telepon.


"Kau memang yang terbaik. Tapi, bagaimana bisa wanitaku ada di ruangan khusus mu? Kau selalu meniduri wanita setiap kali kau pulang dari luar Negeri. Jangan-jangan .." Prasangka Djordi terpotong.


"Hei ! Jangan menuduhku. Memang benar, tadinya aku memanggil seorang wanita penghibur untuk bermalam denganku. Tapi, sepertinya ada yang sengaja menggantikan wanita penghibur itu dengan Bae Nana". Jelas Presdir Kim.


"Darimana kau tahu namanya adalah Bae Nana?". Tanya Djordi, geram.


"Aku langsung mencari tahu data tentang dirinya". Jawab cepat Presdir Kim, sambil tersenyum di balik telepon itu.


"APA? Tidak bisa !! Kau harus menghapus semua data yang kau punya mengenai Bae Nana. Sekarang juga !". Bicara Djordi meninggi.


"Haha.. Santai saja. Aku tidak akan menikungmu. Dia bukan tipe ku.. Hmm, ngomong-ngomong bagaimana keadaannya? Apa dia sudah sadar? Dan, apa dia mengingat wajahku? Karena, saat di ruangan VIP aku tidak sengaja memegang dada bulatnya". Presdir Kim semakin menjadi. Ia mengusili Djordi agar menjadi lebih panas, sambil tersenyum lebar di balik telepon.


Djordi membulatkan kedua bola matanya. Ia membayangkan saat Presdir Kim menyentuh tubuh wanita yang di cintainya. Uh, betapa tidak relanya saat tubuh Nana tersentuh oleh lelaki mata keranjang itu.


"Dasar ******** !! Lihat saja. Aku akan mengiris jari jemarimu dan memotong kedua tanganmu, besok". Geram Djordi, ia langsung menutup begitu saja panggilan telepon itu.


..


..


Djordi beranjak dari kamarnya.


Sejak kejadian pelecehan yang menimpa Nana di NGT Club. Perasaan Djordi semakin sensitif. Ia tidak tenang jika beberapa menit saja tidak melihat Nana. Ia berjalan menuju kamar Nana.


Djordi melihat pengurus Feng dan kedua pelayan wanita, yang sedang berjaga di depan pintu kamar Nana.


"Feng ! Apakah dokter Juna sudah selesai memeriksanya?". Tanya Djordi pada pengurus Feng, di luar pintu kamar Nana.


"Pemeriksaannya sedang berlangsung, Tuan". Jawab pengurus Feng, sopan.


"Lama sekali. Apakah tidak bisa di percepat?". Gumam Djordi, wajahnya terlihat gelisah.


..


Sudah 10 menit berlalu, Djordi berdiri mematung di depan pintu kamar Nana. Jiwa kesabarannya hampir membeludak. Lalu, ia membuka paksa pintu kamar Nana itu.


Ceklek


Pintu terbuka.


Dokter Juna dan asistennya terhentak. Mereka yang sedang duduk di samping ranjang Nana, membalikkan pandangannya ke arah Djordi.


"Hei Jun ! Lama sekali kau memeriksanya. Apa kau sengaja?". Geram Djordi, dengan nada rendah.


Djordi melihat tubuh Nana yang masih terbaring di atas ranjang.


"Emm,, bagaimana dengan hasilnya?". Tanya Djordi, dengan raut wajah yang malu-malu.

__ADS_1


"Kau ini tidak sabaran sekali. Jika ingin cepat, kenapa tidak memastikannya saja dengan tubuhmu?". Ucap Dokter Juna, mengusili.


"Cih ! Kau dan si Kim memang buaya darat berkepala merah". Gumam Djordi.


"Kau bilang apa?". Dokter Juna menciutkan kedua matanya. Memandang tajam ke arah Djordi.


"Tidak ada. Cepat beri tahu aku hasilnya". Djordi bersikekeh.


"Hmm, aku bicara langsung ke intinya saja. Semua pembuluh darah yang terkandung di dalam selaput darah miliknya, tidak ada yang robek. Itu artinya, wanita ini belum tersentuh. Dia masih perawan". Jelas dokter Juna, dengan selembar kertas di genggamannya.


Kedua bola mata Djordi berbinar. Perasaannya sudah sangat lega, setelah mendengar fakta yang dokter Juna katakan.


"Huh". Djordi menghela nafas lega.


"Hey Djordi. Apa kau tidak terlalu berlebihan? Meneleponku selarut ini, menyuruhku datang kemari hanya untuk memeriksa wanita ini masih perawan atau tidak. Padahal, jika ingin menidurinya, langsung saja tiduri. Kau mengganggu waktu istirahatku saja". Gerutu dokter Juna, sambil membereskan alat medisnya.


"Ya, teruskan saja berpikir buruk tentangku 😬". Geram Djordi.


"Tugasku sudah selesai. Aku akan pulang .. bilang apa??". Dokter Juna tersenyum jahil.


"Cih, terima kasih". Jawab Djordi, terpaksa dengan wajah masam nya.


..


🌻🌻🌻🌻🌻


..


Langit membuka tabirnya.


Mentari menyapa hangat.


Djordi semalaman suntuk berjaga untuk Nana.


Ia membuka kedua bola matanya perlahan. Menatap sinar surya yang menembus tirai jendela. Menusuk matanya.


Djordi tersadar, jika dirinya tidak sengaja tertidur di kamar Nana. Ia beranjak dari tempat duduk, lalu menatap lembut ke arah Nana yang masih terbaring di atas ranjang dengan mata tertutup, sambil memeluk guling. Lalu, Djordi berjalan ke luar dari kamar itu.


Beberapa pelayan wanita mendekat, sambil tertunduk tunduk.


"Aku akan ke kantor. Jika Nana sudah bangun, layani dia sebaik mungkin". Titahnya, sambil berjalan menuju kamar pribadinya. Djordi akan membersihkan diri dan bersiap.


..


..


Pagi menjelang siang.


Di gedung DJ Entertainment.


Seperti biasanya. Djordi terlihat sedang duduk, sambil memeriksa beberapa dokumen di atas meja kerjanya.


Tok .. Tok ..


Suara ketuk pintu.


"Masuk saja, Yan". Ucap Djordi, pandangannya terus tertuju pada dokumen-dokumen yang sedang ia kerjakan.


Sekretaris Yan, berjalan mendekat.


"Presdir, direktur utama dari Mars Media ingin menemui anda". Ucap sekretaris Yan.


Djordi menghentikan aktivitasnya.


"Kim?". Gumam Djordi, sambil menaikkan alis kirinya.


"Suruh dia masuk !!". Ucapnya, sambil tersenyum dan menyandarkan punggungnya.


Presdir Kim masuk ke ruangan kerjanya. Dengan beberapa pengawal, yang sedang menarik paksa kedua lengan wanita dan pria.

__ADS_1


Pengawal itu mendorong tubuh wanita dan pria itu ke hadapan Djordi. Presdir Kim melipat kedua tangannya di atas perut.


"Aku suguhkan mereka untukmu". Ucap Presdir Kim, sinis.


Djordi menciutkan kedua matanya. Menatap tajam ke arah wanita dan pria itu. Ia beranjak dari kursi, dan berjalan perlahan mendekati mereka.


Seketika, aura mengerikan terpancar dari dalam tubuh Djordi. Membuat wanita dan pria itu bergidik, ketakutan. Pandangannya menatap tajam ke lantai. Mereka tidak berani menatap Djordi langsung. Bulir-bulir air keringat mulai bermunculan di keningnya.


"Jadi, kalian yang telah menjebak Nana?". Ucap Djordi.


Nana? Bae Nana? (Gumam wanita itu dalam hatinya. Ia mulai tersadar)


"Hey ! Siapa namamu?". Tanya Djordi pada wanita yang sedang tertunduk dengan lututnya yang bergetar hebat.


"Ah? Emm,, aku ! Na..namaku Mamiya Lejitos". Nada bicaranya sangat rendah dan gugup.


Djordi mengerutkan keningnya. Ia memikirkan sesuatu, karena namanya itu tidak asing baginya.


"Oh. Kau adalah anak tunggal dari salah satu perusahaan terbesar di Itali, kan? Perusahaan Ernesto". Djordi berseringai sinis.


"Ternyata, tidak sia-sia beberapa bulan yang lalu aku menghancurkan bisnis keluargamu itu". Bicara Djordi meninggi.


Miya sangat terkejut. Bola matanya membulat dengan sempurna. Karena, manusia yang memancarkan aura menyeramkan yang sedang berdiri gagah di hadapannya itu, ternyata adalah orang yang telah menghancurkan perusahaan keluarganya. Tapi, sayangnya Miya tidak bisa berkutik ataupun marah. Rasa ketakutannya lebih besar, dari kemarahannya. Miya hanya bisa berdiam diri, mematung. Ia berada di jalan buntu.


"Apa alasanmu melakukan hal tercela itu padanya? Bukankah Bae Nana adalah siswi baru di kampus itu?". Tanya Presdir Kim.


"Ah? Se..sebenarnya. Sebenarnya aku di suruh seseorang". Jawabnya, terbata-bata.


Seseorang? (Djordi terheran).


"Siapa?". Dengan cepat Djordi bertanya.


Miya tidak langsung menjawabnya.


Ia terjeda sesaat.


Brak !!


Djordi menonjok meja kerjanya, dengan kepalan tangan kanannya. Membuat semua terkejut, karena suasananya sangat mencekam saat itu.


"Cepat katakan!! Akan aku ringankan hukumanmu". Djordi dibuat kesal hati, olehnya.


Miya mengernyitkan wajahnya. Jantungnya benar-benar hampir copot.


"I..itu, orang yang menyuruhku adalah .. Selena ! Putri ke tiga perusahaan MC Entertainment". Bicara Miya, gugup. Sebagian bajunya basah, terkena keringat yang bercucuran.


"APA? Selena Bella?". Djordi membelalakkan matanya.


Karena beberapa minggu yang lalu. Saat malam hari, di salah satu restoran termewah di Korea.


Dua keluarga mereka dipertemukan. Keluarga Djordi menyetujui secara sepihak, mengenai pertunangan Djordi dan Selena yang akan secepatnya dilaksanakan.


Disitu terjadi perdebatan antara Djordi dan kedua orang tuanya. Perdebatan itu terhenti, saat ibu Djordi mengalami serangan jantung secara tiba-tiba.


Djordi merasa frustasi yang begitu mendalam. Pasalnya, ia telah menetapkan pilihan hatinya kepada Bae Nana. Nana, adalah cinta pertamanya.


Hingga akhirnya, Djordi pulang dan menutup diri di kamarnya. Ia mengambil beberapa minuman beralkohol. Djordi memilih mabuk-mabukkan untuk melepas beban berat yang ia topang di pundaknya.


...


"Selena? Putri ketiga dari perusahaan MC Entertainment?". Gumam Presdir Kim, sambil menciutkan kedua matanya. Ia mengingat-ingat sesuatu.


"Wanita itu kan, yang pernah merem melek bersama denganku !!". Tidak sengaja, Presdir Kim melontarkan pernyataannya itu. Ia menaikkan kedua alisnya.


Sontak, Djordi terkejut mendengar kenyataan yang diucapkan Presdir Kim.


Ia memalingkan pandangan ke arah Presdir Kim, dengan menatap tajam.


..

__ADS_1


WARNING !!


L I K E, K O M E N & V O T E 😘


__ADS_2