Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Gadis Loli


__ADS_3

Jangan lupa L I K E, K O M E N & V O T E ❤


..


..


..


Setelah berdandan cukup lama, kemudian Bae Nana berjalan ke luar dari ruang rias, di dampingi oleh beberapa pelayan.


Pengurus Feng pun di buat takjub olehnya.


Nana di dandani seperti gadis loli, ia juga menggunakan pakaian pelayan yang bisa dibilang cukup seksi. Nana terlihat sangat imut. Padahal usia nya menginjak dua puluh tiga tahun, tetapi setelah di dandani seperti itu melihat nya seperti gadis yang berumur enam belas tahun saja.


"Nona Bae, pakaian ini sangat cocok untuk mu". Puji pengurus Feng, sambil tersenyum.


"Tapi, apakah aku harus berdandan ala gadis loli seperti ini? Bolehkah aku menggantinya dengan yang lain? Aku merasa sedikit tidak nyaman". Gerutu Nana, sedikit malu-malu.


"Ini semua sudah di atur oleh Tuan muda, kau tidak bisa membantahnya Nona, ikuti saja aturannya (tersenyum). Kau bisa mulai bekerja sekarang, membersihkan kamar nya. Tapi saat ini Tuan muda sudah pergi ke kantor". Jelas pengurus Feng.


"Baiklah, aku ikuti saja". Ucap Nana, menurut.


"Oh ya Nona, kau harus membersihkan kamar tidur Tuan muda berulang kali sampai benar-benar bersih, tak berdebu apa lagi bernoda, karena Tuan muda sangat mencintai kebersihan. Sekarang aku akan mengantarmu menuju kamarnya". Jelas pengurus Feng, sambil berjalan.


Nana sedikit terkejut.


Apa? Aku harus membersihkannya berulang kali? Sepertinya Tuan muda itu bukan cinta kebersihan, melainkan gila kebersihan. Ku kira hanya di komik dan novel saja ada orang seperti itu, ternyata sekarang bosku sendiri yang mengidap gangguan kejiwaan itu. (Gumamnya dalam hati, dan tanpa sadar mengikuti langkah pengurus Feng)


"Nona, ini adalah kamar Tuan muda (membuka pintu). Dan ini adalah peralatan bersih-bersih nya. Selamat bekerja Nona Bae". Ucap ramah pengurus Feng, menyodorkan beberapa peralatan kebersihan.


Kemudian pengurus Feng meninggalkan Nana.


Nana melihat semua sudut ruangan itu. Dia terpanah dengan kemewahan yang dimiliki rakyat kelas atas. Sebenarnya Nana juga hidup di keluarga yang bisa di bilang sangat berpengaruh di Negara nya. Tapi sayang nya, ibu tiri dan kaka tirinya selalu merebut semua kemewahan itu, jadi dia tidak pernah melihat kemewahan seperti yang saat ini berada di hadapannya.


"Wah, wah, aku sangat takjub. Sepertinya semua benda di ruangan ini satunya berharga puluhan juta, dan mungkin juga sapu dan pel yang aku pegang ini berharga jutaan". Ucap nya dengan mata melotot dan mulut menganga.


Kemudian Nana tersadarkan.

__ADS_1


"Em, sepertinya ada yang aneh". Gumamnya sambil melihat dengan seksama tiap sudut kamar itu.


"Apakah pengurus Feng memiliki riwayat gangguan mata? Menurutku ini sudah sangat rapih (melihat ulang seluruh sudut ruangan) Tempat tidur nya juga benar-benar sudah rapih dan sangat bersih, jadi apa yang harus aku lakukan?". Gumamnya, terheran


"Huh, (membuang nafas pelan) Baiklah aku mungkin akan sedikit gila. Aku akan mengacak-acak kamar ini lalu akan aku bersihkan kembali. Dari pada aku hanya berdiam diri saja. Aku akan bersikap baik, manis dan anggun, mungkin saja di kamar ini ada cctv yang tersembunyi, jika aku menunjukkan tingkah kebiasaanku yang jelek, itu akan menjatuhkan image ku". Nana terus saja berasumsi.


Ia mulai mengacak-acak kamar itu dengan paras anggun yang dipaksakannya, lalu dia merapihkan nya kembali.


Benar saja apa yang Nana ucapkan. Ada cctv di kamar itu yang baru saja di pasang tadi pagi oleh pengurus Feng.


Di lain tempat, yaitu di perusahaan Dj Entertainment.


Djordi Aganor sedang duduk di kantornya sambil melihat rekaman cctv itu. Dia tersenyum melihat Nana yang sedang mengacak-acak kamarnya itu.


Di dalam lubuk hatinya dia berkata.


"Manis sekali gadis ini, membuatku sedikit tergoda".


Sekretaris pribadi Djordi Aganor yang sedang berdiri di sampingnya itu merasa penasaran.


"Hal besar apa yang bisa membuat Presdir tersenyum semanis itu". Gumam sekretaris itu.


Dalam hatinya berkata,


"Bukankah itu di ruang tidur Presdir? Apakah Presdir sedang tidak sehat hari ini? Ada seorang pelayan yang mengacak-acak kamar nya, tapi dia malah tersenyum. Bukan kah, baru saja kemarin, ada pelayan yang hanya duduk di atas selimutnya saja, dengan tidak pikir panjang langsung dia pecat????".


Djordi melirik ke arah sekretarisnya.


"Bukankah tadi kau bilang akan pergi?". Ucap Djordi pada sekretarisnya itu, dengan langsung mengubah raut wajahnya menjadi sosok yang menakutkan.


Sekretaris nya terkejut.


"Ehm, maaf maaf presdir. Sekarang aku benar-benar pergi". Sambil berjalan cepat, keluar lalu menutup pintu.


Djordi Aganor kembali melihat tingkah menggemaskan Nana di rekaman cctv itu. Dia tersenyum lagi, sampai-sampai jiwa ingin bertemunya menggebu-gebu.


Dia dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Tapi sayang, pekerjaannya sangat menumpuk, ia harus mengurus dan menandatangani berkas ini dan itu.

__ADS_1


..


..


Di kediaman Aganor.


Langit sudah gelap, Nana membersihkan dirinya berencana akan pulang. Nana berjalan menuju pintu keluar. Pengurus Feng menghampirinya.


"Anda ingin pergi kemana nona Bae?". Tanya ramah pengurus Feng.


"Aku? Ya, aku akan pulang ke rumah ku lah". Ucapnya.


"Maaf Nona Bae, (menghadang) Saya di perintahkan Tuan muda karena kau sudah mulai bekerja di sini, mulai malam ini dan seterusnya kau harus tinggal di rumah ini". Jelasnya.


"Apa? Tinggal di rumah ini? Aku pindah ke sini maksudnya?". Dengan nada sedikit kaget.


"Benar Nona Bae. Lagi pula sekarang sudah malam, Tuan muda tidak ingin jika terjadi sesuatu pada salah satu pegawainya". Bicaranya penuh hormat.


"Baiklah, dengan senang hati aku akan tinggal di tempat mewah ini". Ucapnya sambil tersenyum penuh arti.


Pengurus Feng kaget sekaligus lega. Karena dia berpikir akan sulit mengajak Bae Nana untuk pindah, tapi ternyata Bae Nana sangat bahagia dan dia tidak membantahnya.


"Eh, tapi aku belum memberi tahu Bibiku. Aku akan meneleponnya". Gumam Nana, mengambil telepon genggamnya.


"Saya sudah mengurus semuanya Nona. Memberitahu Bibimu, memindahkan semua barang dan pakaianmu, dengan tidak tersisa. Jadi Nona Bae tidak perlu mengkhawatirkan nya lagi". Ucap pengurus Feng dengan fasih.


Nana terpaku mendengarnya, dia tidak jadi menelepon Bibinya itu.


"Apakah Bibiku menyetujui nya begitu saja?". Tanya Nana.


"Ya, Bibi mu dengan senang hati menyetujuinya, tadi juga dia ikut membantu membereskan beberapa barang-barangmu". Ucap pengurus Feng.


"Aku merasa, seperti aku sudah dijual oleh Bibiku sendiri". Gumamnya.


"Ikuti aku Nona, aku akan menunjukkan kamar tidurmu". Pengurus Feng berjalan, menunjukkan arah kamar tidur Nana


Kemudian, Nara mengikuti pengurus Feng menuju kamar tidurnya.

__ADS_1


"Em, pengurus Feng, kapan Bos ku atau Tuan mudamu pulang?". Tanya Nana.


"Seharusnya tuan muda sudah pulang saat ini, tapi karena pekerjaannya belum selesai, mungkin dia akan pulang terlambat". Jelasnya.


__ADS_2