Surrounded Several Boys

Surrounded Several Boys
Jackpot !


__ADS_3

.


Setibanya, Chan dirumah sakit. Ia langsung menggendong tubuh Kattie yang celananya sudah berdarah-darah, keluar dari mobilnya, dan berjalan panik memasuki rumah sakit itu. "Uh, Chan ... perutku sangat sakit. Seperti di koyak-koyak !" keluh Kattie dengan tatapan mata sayu.


"Kau dan anak kita akan baik-baik saja !" Chan berjalan dengan kecepatan tinggi.


"DOKTER !! PERAWAT !!" panggil Chan sangat panik, dengan keringat yang mengucur deras.


Beberapa perawatpun langsung menghampirinya sambil menyodorkan kursi roda.


"Cepat periksa keadaan istri dan anakku ! Cepat ! Ayo, ayo ...." Chan menyapu kasar wajahnya dengan bendungan air mata.


Kattie pun langsung dibawa masuk ke ruang UGD. Chan hanya terdiam membisu menyesali perbuatannya yang sudah memaksa Kattie untuk berhubungan badan dengannya.


Karena setelah mereka selesai melakukan itu, perut Kattie langsung terasa sakit yang teramat sangat hingga lututnya gemetar hebat, tubuhnya pun hampir terjatuh ke lantai. Untung saja, Chan langsung menahan tubuh Kattie, dan pada saat itulah keluar banyak darah dari daerah kewanitaannya.


Salah satu perawat keluar dari ruang UGD dengan tatapan panik.


Chan langsung menyekanya. "Cepat katakan, apa yang terjadi pada istri dan anakku?" tanyanya dengan kecemasan tinggi.


"Plasentanya terlepas, membuat janin kekurangan oksigen dan harus segera dilakukan operasi cesar sekarang juga !" Setelah mengatakan itu, si perawat langsung berlalu meninggalkan Chan.


Chan menghentakkan tubuhnya, lalu ia mendorong tubuhnya ke dinding dengan perasaan sangat menyesal. Pandangan matanya kosong melompong, perasaannya sangat hancur, nafasnya pun terasa sangat berat sekali.


Tubuh Chan merosot ke lantai, ia memeluk lututnya sambil menitikan air mata.


Djordi, Nana dan keluarganya berjalan panik, menghampiri Chan yang sedang menangis di pojokan. Tampilan Chan sangat berantakan.


Saat Djordi melihat keadaan Chan yang sedang terpuruk itu, ia langsung menelepon orang-orangnya, menyuruh mereka untuk berjaga di luar maupun di dalam rumah sakit agar tidak ada yang meliput kondisi Chan saat ini. Karena saat kehadiran Djordi, Sean dan Jai di rumah sakit itu membuat seisi rumah sakit menjadi gempar.


"Chan ! Bagaimana kondisi Kattie?" tanya Ny.Angela ibunya, yang mencemaskan menantu beserta calon cucunya itu.


Ayah Chan langsung menyentuh kedua bahu Ny.Angela dengan tatapan menyiratkan agar Ny.Angela diam, jangan mengusik keadaan anaknya yang kondisinya sedang tidak baik itu.


Setelah menunggu beberapa jam, semua keluarga masih terjaga dan entah sudah berapa kali perawat berlalu lalang keluar masuk ruang UGD itu. Pun kedua pipi Chan yang kering dan kembali basah sudah tak terhitung. Berulang-ulang doa telah ia panjatkan.


Dan, tiba-tiba, terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruang UGD.


Sontak saja semua mata terbelalak. Chan langsung menghapus air matanya, kedua mata Chan sudah sangat merah membengkak. Ia beranjak dan langsung berdiri di luar pintu UGD, betul-betul sangat menanti kabar dari dokter.


Setelah beberapa menit mematung di depan pintu, akhirnya Dokter pun membuka pintu UGD diiringi dengan beberapa perawat yang juga ikut ke luar.


"Bagaimana keadaan istri dan anakku?" tanya Chan dengan menyengkram kuat kedua lengan dokter itu


"Syukurlah anda membawanya tepat waktu, karena jika terlewat lima menit saja, bayi yang ada di dalam kandungannya tidak bisa di selamatkan. Ibu dan anaknya dalam kondisi baik," jelas dokter itu dengan senyum di wajahnya, kemudian dokter itu berlalu meninggalakan Chan beserta keluarganya.


Setelah mendengar kabar baik itu, semua menghela nafas lega. Senyum Chan mulai merekah di wajahnya. Perlahan, ia membuka pintu UGD dengan detak jantung yang mulai berpacu cepat. Kemudian, disana Chan melihat Kattie beserta anaknya, wajah Kattie sangat sangat pucat sekali. Kattie terbaring lemah di atas bangsal sambil menatap ke arahnya.

__ADS_1


Lalu, Kattie memberi senyuman pada Chan, tapi ia malah menangis dengan cepatnya berlari dan langsung memeluk tubuh Kattie.


"Kattie ... maafkan aku. Maafkan aku !" Air mata Chan membasahi pundak Kattie.


Kattie pun memeluknya, sambil mengelus-elus punggung Chan.


Kemudian, keluarga Chan masuk bergantian, penasaran pada keluarga barunya dan sangat khawatir dengan keadaan Kattie.


Nana dan Djordipun langsung menghampiri Kattie, melihat keadaannya dan melihat bayi mungil yang masih berkulit merah itu.


Nana membungkukan badannya, melihat bayi milik Chan dan Kattie.


Anak Chan ternyata juga berjenis kelamin lelaki dan sangat mirip sekali dengan Kattie. Mata sipit dengan rambut yang lebat dan sedikit agak ikal.


Kemudian, tiba-tiba saja Nana merasa tidak enak di ulu hatinya. Nana merasa sangat mual, lidahnya menjadi pahit.


Ia langsung berlari menuju toilet yang ada di situ. Chan, Kattie dan Djordi menatap heran.


Di dalam toilet, Nana muntah tapi tidak mengeluarkan isi perutnya. Ia menatap kaca dengan mata sayu sambil mengelap mulutnya menggunakan tisu.


Setelah melahirkan, stamina tubuhku menjadi turun. Aku jadi gampang masuk angin. Minggu-minggu ini, aku selalu menyusui Alucard dengan baju tipis tiap malam. Huh, tapi aku tidak memiliki baju tidur yang tertutup. Djordi selalu membelikan piyama tipis untukku ! (Batin Nana mengeluh)


Tok... tok... tok...


"Nana ! Apa kau baik-baik saja?" tanya Djordi dari luar pintu.


"Ada apa denganmu? Wajahmu terlihat pucat," tanya Djordi, cemas.


Chan dan Kattie pun menatap cemas ke arahnya.


"Ah, tidak apa-apa. Aku hanya merasa sedang masuk angin saja !" katanya.


"Mm... Kattie, Chan. Aku harus pulang lebih awal, karena meninggalkan Alucard disana. Dia pasti merengek karena lapar." sambung Nana. Kemudian, Djordi dan Nana pun berpamitan pada mereka.


Saat berjalan keluar dari ruang UGD, Djordi langsung menarik tangan Nana membawanya ke ruang dokter kandungan.


"Djordi, kenapa kau membawaku kesini?" tanya Nana terheran.


"Ayo, cepat kita pulang. Alucard pasti mencariku !" tutur Nana dengan raut wajah cemas.


"Tenang sayang. Aku hanya ingin bertanya sesuatu pada dokter, sebentar saja. Ayo masuk !" Djordi langsung mendorong-dorong tubuh Nana untuk memasuki ruang dokter kandungan itu.


"Ah, silahkan. Silahkan duduk," ucap dokter kandungan itu.


"Kalian ingin konsultasi atau cek kehamilan?" tanyanya.


"Cek kehamilan !" Djordi langsung berucap dengan kecepatannya, hingga membuat Nana terhentak kaget.

__ADS_1


Apa ! Dasar gila, aku kan baru saja melahirkan tiga bulan yang lalu. Mana mungkin aku langsung hamil lagi? Dasar orang tua ini, selalu saja membuat ulah. (Batin Nana kesal)


"Sepertinya, kita salah ruangan. Maaf, dok." Nana menarik kasar lengan Djordi.


Saat akan membuka pintu, tiba-tiba rasa mualnya kembali muncul, hingga Nana tak bisa lagi menyembunyikan itu dari Djordi.


Hoeekk...


Nana menutup mulut dengan tangan kanannya.


Djordi malah tersenyum kegirangan.


"Nona, sepertinya anda tidak salah ruangan. Ayo, kemari. Berbaringlah, saya akan mengecek tubuh anda !" kata dokter itu.


Jantung Nana mulai berdetak hebat, ia mengernyitkan dahinya karena dibuat bingung.


Pada akhirnya Nana mengikuti saran dokter.


Mereka pun melakukan USG.


Kemudian, semua terkejut dengan hasilnya. Karena ada dua janin yang berkembang di dalam rahim Nana.


"A-apa?" Nana terbelalak.


"Jackpot !" Kedua mata Djordi berbinar saat melihat layar besar yang menunjukan keberadaan dua calon anaknya itu.


"Jangan terlalu panik, Nona. Usia kandunganmu baru menginjak 26 hari. Masih sangat muda, saya menyarankan agar Nona tidak mengangkat beban berat apa lagi sampai kecapekan. Karena sekarang kau memiliki dua nyawa di rahimmu," jelas dokter.


Uh !!!


Nana curiga pada Djordi, karena diwajahnya tidak ada kepanikan sama sekali. Djordi malah berseringai.


Nana langsung menggigit tangan kiri Djordi, hingga membuat Djordi merintih kesakitan.


"Pasti, selama dua bulan kita bersetubuh kau menipuku, kan?" bisik Nana sambil memelototi Djordi.


Djordi terkejut, karena tipu muslihatnya kini sudah diketahui Nana. Ia bergidik ketakutan, entah apa yang akan Nana lakukan padanya setelah mereka berdua pulang ke hotel.


Djordi hanya bisa pasrah.


...


BERSAMBUNG !!!!


Mana dong Vote nya, biar semangat ngetik nih. Jangan lupa mampir ke novel


AIR MATA PENGANTIN.

__ADS_1


__ADS_2