
Dukung terus novel ini dengan cara :
Klik J E M P O L, kemudian K O M E N &
V O T E sebanyak-banyaknya. ❤
Bagi yang sudah memberikan pointnya, boleh dong ditambah lagi 😁
..
..
..
Nana larut dalam lamunannya.
Ia memikirkan percakapannya dengan Djordi saat di kamarnya, tadi. Nana beranggapan bahwa lamaran yang Djordi katakan, hanya candaan semata.
"Seorang Djordi Aganor tiba-tiba melamar wanita yang tak lain adalah pelayan pribadinya sendiri. Haha.. Lucu sekali jika skandal ini tersebar ke publik". Gumamnya. Meledek kejadian di kamarnya, tadi.
"Modal dikit, kek ! Masa orang kaya melamarnya seperti itu. Ya, walaupun aku ini memang orang biasa. Aku tidak munafik. Setidaknya, berikan aku bunga atau sesuatu yang berbau romantis. Saat akan melamar, harusnya kan pihak pria membuat pihak wanita terkesan dengan perbuatan manisnya itu. Jadi, Bukan salahku kan, jika aku menolaknya? Karena menurutku, dia kurang niat melamarnya". Gerutu Nana, sedikit jengkel. Ia meneruskan langkahnya menuju dapur.
Setelah menginjakkan kaki nya di dapur, perlahan Nana membuka kulkas.
"Coba kita lihat ! Apa yang bisa aku masak untuk, bos". Gumamnya, sambil melihat isi kulkas itu.
"Wah, ada daging sapi. Emm, tapi kenapa bumbunya tidak lengkap 🤔 Terpaksa, aku harus ke supermarket sekarang". Nana menutup kembali kulkas itu, dan beranjak dari dapur.
Saat Nana sedang berjalan melewati ruang tamu, tiba-tiba Djordi turun dari tangga, sambil merapikan kemeja putihnya. Ia melihat Nana berjalan ke luar rumah, dengan piyama berwarna kuning cerah.
"Hey, Nana ! Mau kemana kau? Bukankah kau ingin membuat makan malam untukku?". Tanya Djordi, yang berhenti menjejakkan kakinya di atas anak tangga.
__ADS_1
Nana menghentikan langkahnya. Melirik ke sumber suara yang memanggilnya.
"Emm .. aku akan belanja ke supermarket, karena kekurangan bumbu dapur". Jawab Nana, tangan kanannya di masukan ke dalam saku yang berada di piyamanya itu.
Djordi menciutkan kedua matanya, memperhatikan Nana dengan seksama. Lalu, ia melanjutkan langkah kakinya, menuruni anak tangga.
"Tunggu ! Tunggu di situ. Jangan bergerak". Ucap Djordi
Hal aneh apa lagi, yang akan lelaki tua ini lakukan padaku. (Gumam Nana dalam hatinya).
Dengan muka masamnya, Nana menuruti apa yang di perintahkan bosnya itu. Ia terdiam dan berdiri tegap.
"Pelayan !! Pelayan !!". Panggil Djordi, dengan menegaskan suaranya.
Dua orang pelayan wanita mendekat.
"Ya, Tuan!". Sahut mereka.
"Baik, Tuan". Pelayan-pelayan itu berpaling dan menjauh.
Nana mengerutkan keningnya dan menaikkan sedikit alis kirinya. Ia terheran dengan perintah yang Djordi ucapkan pada kedua pelayan itu.
Untuk apa semua itu?. (Gumam Nana dalam hatinya, terheran).
Djordi menatap ke arah Nana. Nana memalingkan pandangannya, karena merasa tidak nyaman dengan tatapannya itu.
Beberapa menit telah berlalu, Nana dan Djordi hanya terdiam tanpa kata. Suasananya sangat canggung. Kemudian, tidak lama kedua pelan itu kembali, dengan membawa beberapa barang dan pakaian yang diminta Djordi tadi.
"Tuan, sesuai dengan perintah anda. Kita membawakan semuanya". Ucap salah satu pelayan, sambil mengasongkan semua barang dan pakaian itu.
"Untuk apa kalian berikan padaku? Kena'kan semua ini di tubuhnya". Djordi menunjuk ke arah Nana, dengan tatapannya.
__ADS_1
Nana yang sedang menundukan kepalanya, terkejut. Ia langsung memalingkan pandangannya ke arah Djordi.
"Ah? Apa maksudnya bos?". Tanya Nana, terheran.
Kedua pelayan itu berjalan mendekati Nana. Dengan cepat, memakaikan itu semua di tubuhnya.
"Apa kau tidak tahu, berita tentang wabah penyakit yang sedang menggemparkan di seluruh penjuru dunia?". Ucap Djordi, berjalan perlahan dan duduk di sofa.
"Wabah penyakit?". Gumam Nana, terheran.
Pelayan-pelayan itu sudah memasangkan semua pakaian yang di perintahkan Djordi, di tubuh Nana. Tak lupa dengan sepatu bootsnya.
"Sudahlah, jangan banyak tanya. Turuti saja !! Jangan biarkan ada orang yang menyentuhmu, hindari keramaian dan juga orang-orang yang batuk atau bersin. Ah, Satu lagi ! Hindari memandang pria di luar, itu penyebab utama yang paling berbahaya penularannya menurut dokter terbaik di dunia". Jelas Djordi, sambil memperbaiki posisi dasi di kemeja yang ia kena'kan.
Nana benar-benar di buatnya bingung. Ia terjeda sesaat, sambil memandangi wajah Djordi karena saking tidak masuk akalnya ucapan terakhir yang ia lontarkan itu.
Djordi di buat salah tingkah oleh Nana yang memandanginya dengan aneh seperti itu. Ia mengedipkan matanya sambil melirik sana sini dengan cepat, membuat perasaannya jadi tidak karuan saja.
"Ehem". Djordi mendehem.
"Syuhh .. syuhh. Apa yang kau lihat? Cepat pergi ke supermarket. Aku ada urusan sebentar, jadi tidak bisa mengantarmu.". Ucap Djordi.
😬 Dasar brengsek !! Memangnya aku ini, ayam? Lagi pula, siapa yang ingin di antar olehnya. (Gerutu Nana, dalam hatinya).
Tidak pikir panjang, Nana berbalik dan berjalan begitu saja dengan memasang tampang wajah yang sinis, pada Djordi.
..
🌻🌻🌻🌻🌻
..
__ADS_1
Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE & RATING 🌟 5